Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa Dideklarasikan Sebagai Capres dan Cawapres


Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, berencana mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum satu jam sebelum batas akhir masa pendaftaran, Selasa, 20 Mei 2014. Pasangan yang akan dideklarasikan siang ini di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, itu akan berjalan kaki menuju Komisi Pemilihan Umum. “Mungkin sekitar pukul 15.00 sampai KPU. Pendaftaran tutup pukul 16.00,” kata Ketua umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014.

Menurut Hatta, perjalanan menuju kantor KPU dimulai dengan melaksanakan salat zuhur di Mesjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya akan berjalan kaki menuju Museum Proklamasi untuk menandatangani sebuah naskah. Hatta enggan memaparkan isi naskah tersebut. Setelah penandatanganan naskah, ujar Hatta, dia dan Prabowo akan lanjut jalan kaki menuju kantor KPU. Di kantor Komisi, pasangan ini akan mendaftarakan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden sekaligus menyerahkan dokumen persyaratan.

Hatta mengklaim seluruh partai politik yang berkoalisi dengan Gerindra sudah sepakat memilihnya sebagai cawapres. Koalisi ini terdiri dari Gerindra, PAN, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Keadilan Sejahtera. Koalisi ini, katanya, juga masih melakukan pembicaraan dengan Partai Golongan Karya. Prabowo-Hatta yang diusung koalisi pimpinan Partai Gerakan Indonesia Raya menjadi pasangan kedua yang akan bertarung pada pemilihan presiden mendatang. Hari ini, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden. Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini akan mendaftarkan diri ke KPU siang ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon mengatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung Gerindra dan partai pendukungnya akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum pada Selasa, 20 Mei 2014. Pasangan tersebut, kata dia, akan jalan kaki dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

“Dari Museum jalan kaki ke Komisi Pemilihan Umum,” ujar Fadli sebelum pendeklarasian pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin, 19 Mei 2014.

Hari ini, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Menurut rencana, pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan tiga partai lainnya itu akan menaiki sepeda setelah mendeklarasikan diri. Fadli menyatakan deklarasi di Rumah Polonia sengaja dipilih agar pasangan Prabowo-Hatta larut dalam sejarah. Menurut dia, rumah yang beralamat di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 29 ini memiliki nilai historis tinggi. Presiden Sukarno pernah tinggal di tempat ini, meski sebentar.

Koalisi pimpinan Gerindra hari ini menggelar deklarasi pasangan Prabowo-Hatta. Deklarasi digelar sehari sebelum mendaftarkan ke KPU sebagai peserta pemilihan presiden dan wakil presiden. Ketua Umum Gerindra Suhardi mengatakan, setelah deklarasi, Rumah Polonia akan digunakan sebagai posko pemenangan Prabowo-Hatta. Koalisi ingin nilai-nilai kejuangan Sukarno menjadi penyemangat tim selama masa kampanye.

Keputusan Partai Persatuan Pembangunan untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra disambut gembira oleh para kiai yang selama ini berafiliasi dalam partai tersebut. Para kiai berharap PPP melakukan koalisi dengan Gerindra tanpa syarat, termasuk meminta jatah kursi calon wakil presiden. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan, Kediri, Kiai Anwar Iskandar, menyambut baik keputusan Rapimnas II PPP yang menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Menurut Anwar, keputusan itu sesuai dengan harapan para kiai sepuh. “Keputusan itu sesuai dengan apa yang diamanatkan kiai sepuh,” kata Anwar kepada Tempo, Senin, 12 Mei 2014.

Jauh hari sebelum koalisi disepakati, para kiai sepuh, menurut Anwar, sudah memberi pesan agar mendukung Prabowo. Meski tak disertai alasan jelas, pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari para ulama pengasuh pondok pesantren. Pada akhirnya, Anwar menemukan salah satu program kerja Partai Gerindra yang memperjuangkan pendidikan pondok pesantren bila kelak berkuasa.

Menyikapi tidak utuhnya dukungan dari Dewan Pengurus Wilayah PPP untuk Prabowo di Rapimnas, Anwar meminta tak ada kader yang membelot. Keputusan rapimnas harus ditaati dan diikuti oleh seluruh kader PPP, terutama para pengurus partai di daerah. “Kami mungkin eker-ekeran di depan, tapi kalau sudah jadi ketentuan harus ditaati,” kata dia.

Tak hanya mendukung koalisi, Anwar berharap Ketua Umum PPP Suryadharma Ali tidak meributkan kompensasi atau syarat apa pun kepada Gerindra. Hal ini sekaligus menepis keinginan sejumlah pihak yang meminta posisi tertentu dalam koalisi tersebut, seperti calon wakil presiden. Jika sebuah koalisi sudah diawali dengan syarat tertentu, kata dia, hal ini akan mengesampingkan kepentingan negara yang lebih luas. “Kalau perlu jangan ada syarat apa pun dalam koalisi ini,” kata Kiai Anwar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s