Ditemukan Lagi Kebun Sawit di Taman Nasional Tesso Nilo Seluas 30.000 Hektar


Kementerian Kehutanan berniat untuk membongkar habis seluruh kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dari luas TNTN 83 ribu hektar, ada 30 ribu hektar kebun sawit ilegal. Kepala Balai TNTN, Tandia mengungkapkan hal itu , Selasa (20/5/2014). Menurutnya, saat ini ada 30 ribu hektar kebun sawit yang sudah belasan tahun berada di TNTN.

“Jumlah itu sangat fantastis sekali. Kita berniat untuk membongkar seluruh kebun sawit tersebut. Dalam operasi sepekan ini kita baru bisa membongkar seluas 180 hektar kebun sawit,” kata Tandia.

Tesso Nilo ditetapkan sebagai taman nasional melalui perubahan fungsi dari Hutan Produksi Terbatas seluas 83.068 hektar oleh Kementerian Kehutanan. Tahap pertama berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor: SK.255/Menhut-II/2004tanggal 19 Juli 2004 seluas 83.576 ha.

Tahap berikutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor: SK 663/Menhut-II/2009 tanggal 15 Oktober 2009 seluas + 44.492 hektar. Sebagian besar kawasan TNTN berada di Kabupaten Pelalawan dan sebagian kecil di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

“Dari luasan tersebut, ada 30 ribu hektar kebun sawit yang berdiri secara ilegal. Kebun sawit itu ada yang sudah ditanam sebelum penetapan TNTN. Namun lahan yang mereka kuasai tetap saja milik negara karena status hutan produksi terbatas,” kata Tandia.

Menurut Tandia, untuk melakukan pembongkaran perkebunan sawit ilegal itu pihaknya tidak bisa berdiri sendiri. Dalam operasi harus melibatkan sejumlah instansi terkait. Sekarang ini Kemenhut melibatkan unsur TNI/Polri, Pemda, Kejaksaan BNPB

“Tanpa ada kerjasama tidak mungkin kami bisa bekerja sendiri. Kita tetap komit 30 ribu hektar kebun sawit yang ada saat ini harus kita bongkar seluruhnya,” kata Tandia.

Untuk sekedar diketahui, kawasan TNTN ini memiliki tingkat keragaman hayati sangat tinggi. Ada sekitar 360 jenis flora tergolong dalam 165 marga dan 57 suku untuk setiap hektarnya.

Tesso Nilo juga dikenal sebagai habitat bagi beraneka ragam jenis satwa liar langka, seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), berbagai jenis Primata, 114 jenis burung, 50 jenis ikan, 33 jenis herpetofauna dan 644 jenis kumbang.

Kepemilikan lahan secara ilegal ini, sebagian besar dimiliki oknum aparat. Mulai dari oknum TNI/Polri, anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi, pengusaha serta para pucuk pimpinan media lokal di Pekanbaru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s