5 Bocah SD Di Bireuen Nangroe Aceh Darussalam Rencanakan dan Perkosa 2 Gadis ABG


Terkait kasus pencabulan pelajar oleh 5 temannya di SDN Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, kepolisian setempat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti yang digunakan lima pelaku. Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Jatmiko, Jumat (23/5/2014), mengatakan, setelah menerima pengaduan dari dua keluarga korban, pihaknya langsung terjun ke lokasi sekolah dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sumbu pel untuk mengikat korban, gagang sapu dan pasir yang digunakan pelaku untuk membekap mulut kedua korban.

“Hasil olah TKP kita sudah mengamankan barang bukti untuk memperjelas kasus tersebut. Sejauh ini memang pencabulan yang dilakukan lima tersangka sudah direncanakan,” kata Jatmiko. Kendati demikian, Jatmiko menyatakan pihaknya tidak ingin gegabah atau terburu-buru menyimpulkan kasus pertama yang ditangani Polres Bireuen ini. Mengingat, kasus ini dilakukan anak di bawah umur terhadap teman sekelasnya sendiri.

Selain barang bukti, pihak kepolisian diakuinya sudah memanggil lima pelaku, masing-masing M, KN, A, MU, dan MN serta kedua korban, CUN dan NUK. Polisi juga memeriksa guru dan keluarga masing-masing pelaku dan korban. Jatmiko menegaskan, jika terbukti melakukan pencabulan, pelaku diancam Pasal 82 Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum penjara lima tahun. Namun karena pelaku di bawah umur, maka hukuman dipotong sepertiga masa tahanan sehingga sisa yang harus dijalani sekitar dua tahun.

Lima bocah kelas IV di salah satu SDN di Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan aksi pencabulan terhadap dua teman sekelasnya sehingga mengakibatkan salah satu korban pingsan. Para pelaku dan dua korban adalah sama-sama murid kelas IV di salah satu SDN di Peusangan Selatan. Aksi itu dilakukan di ruang kelas sekolah mereka saat jam istirahat.

Kendati kejadian itu dialami kedua korban pada Rabu (7/5/2014) lalu, pihak korban baru melaporkannya kepada polisi pada Senin (12/5/2014) ke Mapolres Bireuen.Diduga kuat, aksi kelima bocah SD pelaku pencabulan atas dua teman sekelasnya di salah satu SDN di Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terjadi akibat pengaruh video porno yang kerap mereka tonton.

Hal itu terungkap dari penyidikan sementara aparat Polres Bireuen terhadap kelima pelaku. Keinginan untuk mempraktikkannya timbul setelah pelaku tergoda melihat dua teman sekelasnya itu. Sejauh ini, penyidikan baru satu kali dilakukan. Polisi memanggil salah seorang guru dan memeriksa kelima tersangka. Namun, dalam minggu ini, kelima tersangka akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan lanjutan.

“Dari pengakuan tersangka, memang mereka mengetahui perilaku tersebut dari video porno yang pernah ditontonnya,” kata Banit PPA Sat Reskrim Polres Bireuen Bripda Tamam Ashari, Kamis (22/5/2014).Saat kejadian, hanya rok korban yang disingkap dan dibuka paksa, sedangkan pakaian pelaku tidak dilucuti. Namun, yang mengenaskan adalah keberanian lima pelaku merencanakan aksi dengan menyiapkan pasir, sumbu pel, bahkan gagang sapu untuk mempermudah niat mereka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaku mengikat korban dan menggerayangi kedua korban. Pada saat korban pingsan, baru pelaku melarikan diri dan akhirnya dilaporkan kepada pihak sekolah. Dua bocah SD yang menjadi korban pencabulan oleh lima teman sekelas di salah satu SDN di Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu 7 Mei lalu, akan menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Tidak hanya dua bocah tersebut, kelima pelaku, yakni M, KM, A, MU, dan MN, juga akan menjalani pemeriksaan serupa terkait perilaku sadis yang mereka lakukan. Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Jatmiko, Jumat (23/5/2014), mengungkapkan, karena usia pelaku dan korban yang di bawah umur, penegak hukum pun melakukan pemeriksaan psikologis.

”Senin mendatang, kedua korban akan hadir ke Mapolres untuk diperiksa kejiwaannya oleh psikiater yang ditunjuk. Selain itu, psikologis kelima pelaku juga akan diperiksa,” kata Jatmiko. Baik korban maupun para pelaku akan didampingi oleh keluarga masing-masing. AKP Jatmiko pun memastikan bahwa polisi akan serius menangani kasus yang dimaksud hingga tuntas. Diberitakan sebelumnya, lima bocah kelas IV di salah satu SDN di Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan aksi pencabulan terhadap dua teman sekelasnya sehingga mengakibatkan salah satu korban pingsan. Aksi itu dilakukan di ruang kelas sekolah mereka saat jam istirahat.

Kendati kejadian itu dialami kedua korban pada 7 Mei lalu, pihak korban baru melaporkannya kepada polisi pada Senin (12/5/2014) ke Mapolres Bireuen.Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui kenapa keluarga korban terlambat melaporkan kejadian tersebut. Kanit PPA Satreskrim Polres Bireuen Bripda Tamam Ashari kemarin menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua korban, mereka mengaku dikejar oleh salah seorang pelaku saat jam istirahat dan diseret masuk ke dalam kelas.

Di kelas, sudah ada empat pelaku lain yang langsung mengikat korban menggunakan sumbu pel dan memasukkan pasir ke dalam mulut korban. Setelah itu, terjadilah aksi kekerasan seksual. Seorang korban lainnya, yang juga diseret ke dalam kelas, pun diperlakukan sama. Saat mencoba melarikan diri, korban diseret kembali ke dalam kelas dan akhirnya pingsan.

“Melihat si korban pingsan, pelaku melarikan diri sehingga korban satu lagi lari melaporkan kepada guru di kantor sekolah,” ungkap Bripda Tamam Anshari. Kasus tersebut tidak terungkap pasca-kejadian. Namun, selang beberapa hari, kasus itu baru dilaporkan oleh keluarga korban, bukan pihak sekolah.

Kasus pencabulan atau kekerasan seksual yang dilakukan siswa kelas IV di salah satu SDN di Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terhadap dua teman sekelasnya itu, sejauh ini tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen. Pihak Disdik menyatakan belum ada laporan baik dari sekolah bersangkutan maupun Polres Bireuen soal kasus kekerasan seksual di sekolah dasar itu. “Kami sama sekali belum dapat laporan atau informasi terkait pencabulan tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Bireuen, Nasrul Yuliansyah, yang dihubungi via selulernya, Kamis (22/5/2014).

Kata dia, pihaknya segera melakukan cross check ke lapangan untuk memintai keterangan dan melihat sejauhmana pengawasan yang dilakukan pihak sekolah, mengingat waktu dan tempat kejadian di kelas, namun tidak diketahui oleh guru. “Dalam waktu dekat tim akan turun ke sekolah bersangkutan untuk menindaklanjuti persoalan ini,” tandas kadis.

Lima bocah kelas IV di salah satu SDN di Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan aksi pencabulan terhadap dua teman sekelasnya sehingga mengakibatkan salah satu korban pingsan. Para pelaku dan dua korban adalah sama-sama murid kelas IV di salah satu SDN di Peusangan Selatan. Aksi itu dilakukan di ruang kelas sekolah mereka saat jam istirahat.

Kendati kejadian itu dialami kedua korban pada Rabu (7/5/2014) lalu, pihak korban baru melaporkannya kepada polisi pada Senin (12/5/2014) ke Mapolres Bireuen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s