Seorang Korban Pemerasan Oleh Kelompok PNS Menteri Pertahanan Tewas


Slamet Wahyudi (31), PNS Kementerian Pertahanan yang melakukan pemerasan bersama komplotannya tidak segan-segan melukai korbannya bila melawan. Bahkan, salah satu korbannya, Muhajir, tewas akibat dilempar dari dalam mobil komplotan tersebut. Peristiwa yang menimpa Muhajir itu terjadi di Jl Hang Lekir, Jakarta Selatan pada tanggal 27 Mei 2014 pukul 02.00 WIB lalu. Saat itu, korban dijemput paksa oleh Slamet Cs dengan tuduhan melakukan perjudian.

“Namun untuk TKP yang ini, Slamet tidak ikut. Menurut pengakuan Slamet, yang beraksi di TKP ini yakni Serma R, S dan U. Ketiganya masih buron,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi, Kamis (5/6/2014). Saat itu, korban dipaksa naik ke dalam mobil Toyota Avanza B 1041 VFJ milik Slamet Cs yang saat itu mengaku sebagai anggota Reskrim Polda Metro Jaya. Di dalam mobil, korban kemudian dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta bila tidak ingin ditangkap.

“Kemudian pelaku meminta uang tebusan ke ayah korban senilai Rp 5 juta,” ucapnya. Ayah korban, Isnanto, kemudian menyanggupinya. Isnanto kemudian diajak bertemu di Golf 3 Simprug, Kebayoran Lama, Jaksel. Namun, saat bertemu, Isnanto ternyata tidak membawa uang. Mengetahui hal itu, Slamet Cs marah dan kemudian membawa kabur korban. “Kemudian ayah korban meneriaki mobil pelaku, dan pelaku kabur lalu melempar korban dari dalam mobil sehingga mengalami luka parah,” jelasnya

Akibat perbuatan Slamet Cs itu, korban kemudian kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat, nyawa korban tak terselamatkan. Atas perbuatan Slamet Cs itu, ayah korban melapor ke Polda Metro Jaya, dalam laporan resmi bernopol LP/1955/V/2014/PMJ/Dit Reskrimum. Setelah diselidiki, Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengantongi identitas pelaku yang kemudian diketahui bernama Slamet, PNS Kemenhan. Slamet baru tertangkap pada tanggal 3 Juni 2014, di rumahnya di Komplek BBD Blok E 16 RT 06/03, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selain Slamet, polisi juga menangkap Aprian, yang beralamat rumah yang ternyata tetangga Slamet.

“Slamet dan Aprian dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai pengancaman dan kekerasan,” pungkasnya. Tim Unit V Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Slamet Wahyudi (31), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian Pertahanan (Kemenhan). Pria asal Surakarta itu ditangkap karena terlibat pemerasan. Selain Slamet, polisi juga menangkap tersangka lainnya yakni Aprian (37), yang merupakan penadah hasil kejahatan tersangka. Keduanya ditangkap pada tanggal 3 Juni dan 4 Juni 2014 lalu.

Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan PNS Kemenhan itu. “Iya betul, saat ini tersangka masih dalam pendalaman penyidikan,” ujar Handik, Kamis (5/6/2014). “Kita masih memburu pelaku lainnya, ada 3 lagi yang masih diburu,” imbuhnya. Handik mengungkapkan, tersangka melakukan pemerasan terhadap masyarakat. Modus Slamet Cs adalah dengan berpura-pura mengaku sebagai anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Mereka berpura-pura melakukan operasi, lalu hendak menangkap korban,” ucapnya. Setelah itu, para pelaku kemudian memeras korban bila tidak ingin ditangkap. Dari Slamet, polisi menyita 3 unit telepon genggam yang digunakan untuk kejahatan. Pihak kepolisian masih mengembangkan penangkapan Slamet Wahyudi (31), PNS Kementrian Pertahanan yang melakukan pemerasan kepada warga masyarakat. Saat ini, polisi masih memburu pelaku lainnya, termasuk oknum TNI berpangkat Serma.

“Saat ini kami masih memburu Serma Marinir R, anggota Satuan Komlek Mabes TNI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (5/6/2014). Selain Serma R, polisi juga masih memburu komplotan Slamet yang lain yakni dua orang warga sipil berinisial S dan U. Slamet ditangkap polisi pada tanggal 3 Juni 2014. Selain Slamet, polisi juga menangkap Aprian (37) yang merupakan pelaku penadahan dalam kasus kejahatan yang dilakukan Slamet.

Slamet bersama kelompoknya memeras warga yang melintas di underpass Pasar Minggu menjelang larut malam. Slamet Wahyudi (31), PNS Kementerian Pertahanan ditangkap aparat Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena terlibat dalam sejumlah aksi pemerasan. Dalam aksinya, Slamet cs mengaku sebagai anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Modusnya dia ini polisi gadungan. Mereka mengaku sebagai anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Jadi kalau ada calon korban, mereka berhentikan dan menuduh korban sebagai pelaku kejahatan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (5/6/2014).

Tersangka berpura-pura hendak melakukan penangkapan terhadap korban dengan menuduh korban sebagai pelaku kejahatan.

“Macam-macam tuduhannya, ada korban yang dituduh sebagai pengedar VCD porno, ada juga yang dituduh sebagai pelaku perjudian dan lain-lain,” ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen saat dihubungi secara terpisah. Handik melanjutkan, tersangka sudah melakukan aksi kejahatan itu selama beberapa kali di kawasan Pasar Minggu, Ragunan, RS Asobirin Serpong, Bekasi, Tangerang dan sejumlah lokasi lainnya.

“Korban diberhentikan, alasannya ditangkap. Korban ketakutan, kemudian negosiasi sama tersangka sehingga tersangka meminta sejumlah uang kepada korban sebagai imbalan karena dilepas,” papar Handik. Bila sedang beruntung, komplotan ini bisa mendapatkan uang hingga jutaan rupiah. Namun, kadang komplotan ini hanya bisa ‘menyita’ telepon genggam korban karena korbannya tidak memiliki uang.

“Handphone hasil kejahatan itu dijual komplotan ke penadah bernama Aprian yang sudah kita tangkap juga,” imbuhnya. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini dan memburu 3 DPO lain, termasuk seorang oknum TNI AL berpangkat Serma R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s