Bandara Husein Sastranegara dan Soekarno Hatta Siap Hadapi MERS


Bandara Husein Sastranegara telah melengkapi diri dengan pemindai panas untuk mendeteksi penumpang pesawat yang terindikasi tertular penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Alat Thermal Scanner di bandara itu resmi dipasang sejak Selasa, 6 Mei 2014. “Sudah kami pasang di kedatangan internasional alat Thermal Scanner,” kata General Manager Bandara Husein Sastranegara PT Angkasa Pura II Yayan Hendrayani, Jumat, 9 Mei 2014.

Menurut Yayan, pemasangan alat pemindai itu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan atas permintaan pihaknya. Dia beralasan Bandara Husein Sastranegara juga melayani sejumlah penerbangan rute internasional. “Kami sampaikan permintaan supaya di Bandara Husein Sastranegara dipasang. Kebetulan alatnya juga sudah ada,” katanya. Yayan mengatakan sebelumnya Bandara Husein sempat mengoperasikan Thermal Scanner saat merebaknya isu penyakit SARS. Alat yang sama kini dipasang di terminal yang melayani kedatangan penumpang pesawat. “Khususnya bagi mereka yang datang dari luar negeri,” katanya.

Sejumlah prosedur sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi penumpang yang diduga terjangkit penyakit MERS. Di antaranya, bekerja sama dengan pihak maskapai agar melaporkan penumpang pesawatnya yang mengalami gejala panas tinggi. “Kami akan diberitahukan jika ada penumpang pesawat yang mengalami panas tinggi, keluar-masuk toilet selama di dalam pesawat. Kalau ada, semua penumpang akan kami periksa,” kata Yayan.

Rumah Sakit Hasan Sadikin merawat sejumlah pasien yang diduga terjangkit penyakit MERS. Kemarin, Kamis, 8 Mei 2014, seorang pasien terduga MERS dirawat di ruang isolasi khusus rumah sakit itu. Dengan demikian, total ada enam pasien terduga MERS di Bandung. Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin Rudi Kurniadi Kadarsah mengatakan pasien terduga MERS sudah berdatangan sejak Februari lalu.

Pengelola Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi masuknya Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang dibawa oleh penumpang pesawat dari negara Timur Tengah. Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan mengisolasi pesawat dari negara Timur Tengah hingga melakukan observasi penumpang yang terindikasi terpapar virus tersebut. “Langkah preventif sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir ini,” ujar Airport Service Senior Manager Bandara Soekarno Hatta, Dani Indra Iryawan, Kamis, 8 Mei 2014.

Dani mengatakan dalam melakukan antisipasi paparan penyakit ini, pihaknya bekerja sama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta. “Kami berwenang melakukan isolasi pesawat yang datang dari negara yang dicurigai. Penanganan selanjutnya ditangani KKP,” kata Dani.

Menurut dia, jika KKP menginformasikan ada pesawat dari negara Timur Tengah dan dicurigai membawa penumpang yang terpapar Mers, pihaknya langsung memasukkan pesawat itu ke area isolasi. Di sana penumpang akan diperiksa. Lalu jika ditemukan penumpang yang mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius disertai flu, KKP akan melakukan observasi. MERS merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan manusia. Ini merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. Adapun MERS-Cov merupakan kependekan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus).

Virus ini pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat, tetapi berbeda dari virus MERS Cov.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s