Macan Tutul Yang Terjebak Di Kandang Ayam Desa Kuta Agung Berhasil Di Evakuasi BKSDA


Seekor macan tutul (Panthera pardus melas) yang terjebak dalam kandang ayam milik warga Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah. Hewan langka itu kini dalam perawatan. “Alhamdulillah, evakuasi selesai dilakukan tadi malam, sekitar pukul 21.00 WIB,” kata koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Seksi Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang, Rahmat Hidayat, Rabu (18/6/2014).

Menurut dia, macan tersebut memiliki berat 30 kilogram dengan panjang 70 centimeter. Ada luka selebar 2-3 centimeter dan panjang 6 centimeter pada bahu bahu kaki kanan depan maupun bahu kaki kanan belakang. “Saat ini, macan tutul tersebut kami amankan di Kantor Camat Dayeuhluhur sambil menunggu tim medis yang dikirim BKSDA Jateng,” ujarnya.

Belum diketahui jenis kelamin macan tutul tersebut. Yang jelas, ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan macan tutul yang dievakuasi pada bulan September 2013 akibat terjebak di perangkap babi hutan yang dipasang warga Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur. “Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kepala BKSDA Jateng di Semarang terkait penanganan terhadap macan tutul yang masih anakan ini,” jelasnya.

Seekor macan tutul terjebak ke dalam sebuah kandang ayam milik warga saat memasuki pemukiman penduduk yang jaraknya sekitar satu kilometer dari hutan yang ada di Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Warga mengetahui adanya macan yang terjebak tersebut sekitar pukul 00.00 WIB dan langsung menghubungi Polsek setempat dan pihak BKSDA Jateng Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang.

Macan tutul yang terjebak di kandang ayam milik warga Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah mengalami luka pada bagian bahunya. Luka itu diperkirakan timbul sebelum macan tutul tersebut masuk ke dalam kandang. “Saat saya lihat, lukanya seperti sudah ada sebelum masuk ke dalam kandang ayam,” kata Sarjono saat dihubungi wartawan, Selasa (17/6/2014).

Menurut dia, di dalam kandang ayam tersebut memang tidak terdapat ayam yang dipelihara sehingga sebelum macan tersebut masuk, pintu kandang ayam memang sudah terbuka. “Tadi pagi saya melihat masih ada macannya di dalam kandang. Ukurannya tidak sebesar saat macan yang dulu tertangkap di sini,” jelasnya. Beberapa waktu lalu, warga juga pernah dikejutkan oleh seekor macan tutul yang terjerat perangkap babi hutan disekitar lahan pertanian milik warga Desa Kuta Agung. Saat itu petugas bahkan membutuhkan waktu yang lama untuk menangkap macan, karena macan masih terus bergerak.

Saat ini, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Cilacap sedang meluncur ke lokasi untuk melihat kondisi macan tutul yang terperangkap di kandang ayam milik warga. Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang, Rahmat Hidayat, mengatakan sudah mendengar informasi soal macan tutul tersebut.

“Kami sudah persiapkan semuanya, saat ini kami baru mau ke lokasi,” kata Rahmat Hidayat singkat saat dihubungi wartawan, Selasa (17/6/2014). Sementara menurut Eksekutif Officer Harimau Kita, Hariyawan Wahyudi mengatakan, jika kondisi macan yang terjebak di dalam kandang ayam milik warga tersebut kondisinya memungkinkan, segera mungkin harus dilepaskan. Namun jika macan tutul tersebut harus dievakuasi, maka proses tersebut harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman menangai satwa liar terutama kucing besar.

“Jika tidak terluka parah langsung segera dilepasliarkan,” kata dia. Menurut dia, dengan adanya kejadian seperti ini, Kementerian Kehutanan harus segera mensahkan dokumen strategi konservasi macan tutul Jawa dan harus disosialisasikan hingga pemerintah kabupaten untuk segera dijadikan panduan pengelolaan habitat macan tutul jawa. “Mengingat macan tutul jawa sudah sangat kritis kondisinya,” jelasnya.

Menurut dia, baik pemerintah maupun LSM meningkatkan program awareness dan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait konflik satwa. Hal ini untuk meminimalisir timbulnya korban macan tutul ataupun kerugian dari pihak manusia. “Perhutani sebagai pemangku kawasan hutan terbesar di Jawa sudah harus lebih serius menjalankan program konservasi satwa liar di kawasan produksinya,” ujarnya.

Seekor macan tutul terjebak ke dalam sebuah kandang ayam milik warga saat memasuki pemukiman penduduk yang jaraknya sekitar satu kilometer dari hutan yang ada di Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. “Saat ini, macan tutul masih berada di dalam kandang,” kata Sarjono, warga sekitar saat dihubungi wartawan, Selasa (17/6/2014). Menurut dia, macan tutul baru diketahui masuk kandang sekitar pukul 00.00 WIB. Pada saat senter disorot ke arah kandang ayam, terlihat seekor macan tutul di dalam kandang. Tak lama setelah itu pemilik kandang ayam langsung menutup pintu kandang ayam dengan menggunakan tambang.

“Waktu itu, pemilik kandang ayam, Pak Ohi, mendengar suara ribut dari arah kandang ayam. Pas diperiksa menggunakan senter ada ekor belang-belang,” ujarnya. Melihat adanya macan tutul yang terjebak di dalam kandang ayam, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Cilacap, Jawa Tengah.

“Kami masih menunggu petugas datang dari BKSDA Cilacap ke sini,” ujarnya. Kejadian macan tutul masuk ke dalam pemukiman penduduk di Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya, macan tutul terjerat perangkap babi hutan yang dipasang warga sekitar. Tapi sayang, saat dibawa ke Taman Rekreasi dan Margasatwa Serulingmas Banjarnegara Jawa Tengah, macan tutul tersebut mati karena infeksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s