Ahok Tolak Minta Maaf Kepada Menpora Yang Difitnah Menghalangi Proyek MRT


Kementerian Pemuda dan Olahraga mengirimkan surat somasi kedua kepada Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono. Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengatakan somasi tersebut dikirim lantaran Kementerian belum mendapat tanggapan dari Ahok atas somasi yang mereka kirim pada 9 Juni 2014.

“Sudah kami kirim pada Senin, 16 Juni 2014,” kata Gatot, Rabu, 18 Juni 2014. Terkait dengan surat somasi pertama, Gatot membenarkan Ahok telah mengklarifkasi pernyataannya melalui surat bernomor surat nomor 545/-1.857.62 tanggal 12 Juni 2014. Namun, kata dia, surat tersebut tak menjawab permintaan Kementerian agar Ahok meminta maaf secara terbuka. Surat Ahok bermaksud menanyakan rekomendasi alih fungsi Stadion Lebak Bulus

Gatot menjelaskan surat somasi kedua meminta Ahok agar meminta maaf secara terbuka dalam waktu 2 x 24 jam setelah surat tersebut diterima. Kementerian menganggap pernyataan mantan Bupati Belitung Timur itu menyudutkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebab, Ahok menyinggung soal rekomendasi sejak 5 Juni 2014. Padahal, ujar Gatot, Badan Pengelola Keuangan Daerah baru mengirimkan sertifikat lahan di Taman BMW, Tanjung Priok, pada 9 Juni 2014. “Pemprov belum menangkap esensi surat somasi pertama,” ujar Gatot.

Ahok menuding Kemenpora menghambat pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT), karena tidak segera mengizinkan pembongkaran Stadion Lebak Bulus yang akan dijadikan depo dan stasiun MRT. Rencananya pemerintah Jakarta akan menggantinya dengan lahan di Taman BMW. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menanggapi pernyataan Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut Kementeriannya menghalangi pembangunan Mass Rapid Transit. Dia menilai pernyataan Basuki itu tidak berdasar.

Ahok-panggilan Basuki- menuding Kemenpora menghambat pembangunan proyek MRT karena tidak segera mengizinkan pembongkaran stadion Lebak Bulus yang akan dijadikan depo dan stasiun MRT. Rencananya pemerintah Jakarta akan menggantinya dengan lahan di Taman BMW. “Masalahnya sertifikat itu (Taman BMW) belum ada. Kami bersedia diganti, tapi kami tidak mau gantinya bermasalah,” kata Roy di Stadion Manahan Solo, Jumat, 6 Juni 2014 sore.

Dia meminta Ahok introspeksi dan melakukan koreksi atas pernyataannya. Sebab kenyataannya dia belum pernah melihat sertifikat Taman BMW. “Ini masih proses dan belum selesai. Saya minta jangan lakukan peletakan batu pertama dulu,” ucapnya. Dia menegaskan pembongkaran kompleks olahraga harus ada izin dari Kemenpora. Dan sebenarnya tidak boleh ada penghilangan fasilitas olahraga kecuali ada gantinya. “Itu yang kami pegang,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Sehingga dia meminta lahan pengganti stadion Lebak Bulus yaitu Taman BMW benar-benar tidak bermasalah. Dia mengaku akan menemui Ahok pekan depan untuk menjelaskan persoalan tersebut. Kementerian Pemuda dan Olahraga melayangkan somasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menteri Roy Suryo mengatakan bahwa pernyataan pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaha Purnama, telah menyudutkan Kemenpora.

“Tidak benar kalau kami mempersulit surat rekomendasi untuk proyek mass rapid transit. Persyaratan rekomendasinya saja baru kami terima siang ini,” ucap Roy di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 9 Juni 2014. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyebut Kementerian Olahraga mempersulit keluarnya surat rekomendasi pengganti stadion. Akibat pernyataan plt Gubernur tersebut, Roy menilai bahwa pemerintah pusat seolah-olah menjadi pihak yang mempersulit pembangunan MRT.

Padahal, dia menambahkan, pemerintah pusat amat mendukung proyek pembangunan MRT. “Kami ingin aset olahraga bisa diselamatkan dan kasus Stadion Menteng yang berubah alih fungsi tidak terulang,” ucap dia. Roy meminta Ahok dan Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta untuk meminta maaf dan memberi penjelasan ihwal pernyataannya yang menyudutkan Kemenpora. Ia memberi waktu 3 x 24 jam kepada pemerintah Jakarta untuk merespons somasi. “Ini serius, bukan gertak sambal,” ucap dia.

Mengenai surat rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh Kementerian, Roy menjelaskan, sudah ada tim yang akan menilai dan memverifikasi syarat-syarat yang diberikan pemerintah Jakarta. Menurut Roy, Kementerian tidak akan mempersulit proses rekomendasi. “Kami akan memberikan penilaian soal rekomendasi setelah somasi dijawab,” kata Roy.

Sebelumnya, Kementerian menyatakan belum menerima sertifikat lahan Stadion Taman BMW di Tanjung Priok yang bakal menggantikan Stadion Lebak Bulus. Kemenpora pun lantas meminta syarat tersebut dan baru diterima pada Senin, 9 Juni 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s