Pemprov DKI Didesak Bikin Perda Soal Zonasi Laut


Pemerintah DKI Jakarta diminta untuk segera membuat peraturan daerah tentang zonasi tata ruang laut. Alasannya, selama ini Jakarta tak memiliki aturan soal Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) laut. “Jadi, bayangkan, DKI dari dulu nggak pernah ada zonasi laut. Zonasi darat saja baru minggu ini,” kata Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.

Padahal, kata Ahok, kekayaan di laut pun tidak kalah kayanya dengan di darat. “DKI ini kaya, semua bisa diproperti.” Aturan mengenai zonasi tata ruang laut ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 joncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Dalam aturan ini pun ada pengaturan zonasi serta reklamasi guna menghindarkan kerusakan lingkungan. Menurut Ahok, peraturan itu tinggal dijabarkan di dalam perda DKI. “Sekarang sosialisasi itu tugas Pak Dirjen (Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) supaya semua daerah seluruh Indonesia mengacu ke undang-undang itu,” kata dia.

Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulai Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, mengatakan peraturan ini krusial untuk segera diterapkan di Jakarta, karena DKI telah merencanakan reklamasi 17 pulau. “Tahun ini Pemprov DKI sepakat untuk menyelesaikannya,” kata dia.

emerintah berencana menyusun kebijakan ihwal sistem tata kelola laut nasional. Alasannya, wilayah laut nasional yang memiliki potensi keanekaragaman, kekayaaan sumber daya alam, dan jasa lingkungan yang sangat besar, belum dimanfaatkan secara optimal.

“Penting menyiapkan landasan pemanfaatan ruang kelautan dan strategi yang komprehensif dan terpadu agar pemanfaatan sumber daya ini optimal dan lestari,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Mei 2014. Apalagi, wilayah perairan Indonesia merupakan wilayah terbuka dan banyak pemangku kepentingan yang berbeda sehingga rawan terjadi konflik.

Sharif mengatakan ada beberapa tujuan penyusunan kebijakan tata kelola kelautan nasional ini. Di antaranya mempersiapkan dukungan pengembangan kegiatan sumber daya alam pesisir dan laut serta fungsi perlindungan lingkungan. Selain itu, mempersiapkan wilayah pesisir dan laut untuk berperan dalam perkembangan global. Sekaligus mengurangi kesenjangan perkembangan antarbagian wilayah nasional.

“Tentunya penataan ruang laut ini juga dapat memperkuat akses antara bagian wilayah nasional dan memperkuat kesatuan wilayah nasional melalui kawasan perbatasan dengan negara lain,” ujarnya. Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Sudirman Saad mengatakan, dengan adanya kebijakan tata kelola laut nasional ini, pemerintah berwenang menetapkan aturan penyusunan zonasi. Untuk itu, setiap daerah wajib menyusun rencana zonasi serta menetapkannya dalam peraturan daerah. “Kebijakan zonasi ini menjadi instrumen dasar pemberian izin pemanfaatan ruang di perairan pesisir,” kata Saad.

Menurut Saad, rencana zonasi ini juga memungkinkan penataan wilayah pesisir untuk menghindari konflik penggunaannya. “Rencana ini mengakomodasi kepentingan perlindungan wilayah masyarakat hukum adat di pesisir yang sudah ada dan berlaku secara turun-temurun,” ujarnya.

Saad mencontohkan, penetapan zonasi di Cina membuahkan keberhasilan dalam soal tata wilayah pesisir. Negeri Tirai Bambu telah menyelesaikan seluruh tata ruang laut baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten sejak 2002 dan dievaluasi lagi pada 2011. “Dari sisi ekonomi, pada 2012, pendapatan pemerintah pusat atas lisensi laut mencapai 9,68 miliar yuan. Dari jumlah itu, 2,97 miliar Yyuan mengalir ke kas negara dan sisanya ke kas daerah,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s