Anggota TNI Jadikan Juru Parkir Monas Jadi Lahan Subur Untuk Di Palak


Salah seorang teman Yusri (47), jukir liar di Monas yang dibakar oleh oknum TNI mengungkap perilaku Pratu H. Pratu H dikenal kerap meminta ‘jatah preman’ pada para jukir liar. “Kami kenal dia bukan sehari dua hari. Dia sering minta bayar, hampir setiap hari. Malah kalau hari Minggu mintanya nggak cuma sekali,” kata pria yang mengenakan kaos warna oranye ini di RS Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).

Besaran permintaan Pratu H bervariasi. Kadang para jukir liar dimintai uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Pada Selasa (26/6) malam itu, Pratu H meminta uang sebesar Rp 150 ribu. Namun ia, Yusri dan jukir lainnya hanya memberi Rp 50 ribu. “Marah dia. Duitnya disobek. Dia memang suka buat masalah dengan kami, sok kuasa orangnya,” tutur pria asal Aceh ini.

Ia yakin Pratu H ini adalah anggota TNI aktif, namun tak bertugas di Monas. Meski demikian, prajurit yang kerap mengenakan seragam loreng khas TNI ini rutin memalak para jukir liar Monas. Menurutnya, oknum TNI yang kerap memalaknya tak hanya berjumlah 1 orang. Namun ia enggan menyebut berapa banyak oknum TNI itu.

“Kalau yang lain, itu urusan kami. Yang bermasalah dengan kami cuma orang itu saja,” ujar pria yang telah 14 tahun menjadi jukir Monas ini.Salah seorang saksi berinisial FH juga mengatakan hal serupa. FH mengaku kerap memberi ‘jatah preman’ tak hanya pada Pratu H.

“Kita juga kasih (jatah) yang lain (oknum TNI), mereka santai. Dia (Pratu H) aja yang suka bikin masalah,” tuturnya. Menurut FH, setiap harinya banyak juru parkir liar di kawasan Monas. Jika hari Minggu, jumlah jukir liar ini mencapai 30 orang yang tersebar di berbagai sudut gerbang Monas. “Dia memang sengak, kena batunya sendiri kan sekarang,” tutupnya.

Kondisi Yusri (47), juru parkir (jukir) liar di Monas masih koma dan dirawat di ruang ICU RSUD Tarakan. Keluarga Yusri berharap pihak TNI menanggung biaya pengobatannya. “Mengenai segala biaya perawatan abang saya, mohon ditanggung oleh pihak TNI,” kata Andre di RSUD Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).

Menurut kawan Yusri yang enggan disebut namanya, biaya pengobatan Yusri saat ini mencapai Rp 17 juta lebih. Biaya tersebut akan terus bertambah karena kondisi Yusri masih membutuhkan perawatan khusus. “Obatnya doang aja Rp 7 juta. Rawat inapnya per malam Rp 5 juta,” katanya. Yusri sendiri saat ini masih kritis. Tim dokter masih memasang alat bantu pernafasan di tubuhnya. “Kami masih berikan perawatan secara intensif,” kata Kabid Pelayanan Medis RSUD Tarakan, drg Maria Margaretha.

Pihak kepolisian akan segera melimpahkan penanganan kasus pembakaran Yusri, tukang parkir di kawasan Monas yang dibakar oleh oknum TNI, Pratu HR. Kendati demikian, polisi tetap akan mendalami motif pembakaran korban, termasuk dugaan HR biasa mengambil pungutan liar di lokasi.

“Itu yang sedang kita dalami, karena keterangan itu perlu dikonfirmasikan juga ke yang bersangkutan (HR),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/6/2014). Rikwanto mengatakan, pendalaman soal motif tersebut akan dilakukan oleh pihak Pomdam Jaya. Namun yang pasti, kata dia, korban dan tukang parkir di kawasan Monas itu ada yang mengkoordinir.

“Yang jelas tukang parkir ini ada yang koordinir. Dari fakta yang ada dari tukang parkir korban ini berikan uang (kepada oknum TNI-red), namun dirasa kurang,” jelasnya. Rikwanto melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pomdam Jaya untuk penyelidikan kasus tersebut. Sementara polisi telah memeriksa 8 orang saksi terkait kasus tersebut, di antaranya tukang parkir dan pihak sekuriti UPT Monas.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti 1 botol minuman berisi bensin dan baju warna biru milik korban yang terbakar. “Hasil koordinasi dengan Pomdam, yang diduga pelaku sudah diamankan di POM Guntur untuk penyidikan. Nantinya akan dilimpahkan kasusnya ke Pomdam Jaya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s