Bharada Rizki Anggota Brimob Tewas Dibunuh Di Taksi Oleh 10 Pria Berambut Cepak


Pihak kepolisian masih menyelidiki tewasnya Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20), anggota Den B Satuan Pelopor Brimob Kelapa Dua yang dianiaya 10 pria cepak di Halte UI, Jl Akses UI, Jagakarsa, Jaksel, dini hari tadi. Diduga, para pelaku sudah membuntuti korban sejak keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua.

“Sepertinya dia sudah diikuti sejak keluar dari Mako Brimob, kemudian dihadang di TKP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/7/2014). Terkait ciri-ciri pelaku yang berambut cepak, Rikwanto enggan berspekulasi akan dugaan pelaku. “Kita belum tahu siapa pelakunya. Pelakunya juga menggunakan pakaian preman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai para pelaku ini. Semua informasi, kata dia, akan didalami, termasuk informasi perkelahian anggota Brimob dengan sekelompok orang beberapa waktu lalu di Cijantung. “Semua informasi itu kita tampung dan kita kembangkan,” lanjutnya.

Bharada Rizky Dwi Wicaksono (20) tewas dengan luka mengenaskan. 10 orang tidak dikenal diduga membacok Rizki yang tengah malam tadi hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk pulang ke kampung halamannya di Jatim. Latar belakang korban pun diselidiki untuk mencari jejak pelaku pembacokan.

“Polda Metro Jaya sudah memetakan siapa teman-temannya, apakah ada latar belakangnyakah, kok tiba-tiba yang bersangkutan dihadang di depan UI,” kata Kabareskrim Komjen Suhardi Aliyus di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2014). Peristiwa sadis tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, bertepatan dengan HUT Polri ke-68, 1 Juli. Rizky berangkat dari messnya di Ksatrian Amji Attak menggunakan taksi untuk selanjutnya menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pada pukul 00.00 WIB, Rizky dijemput sopir taksi bernama Tochari bin H Tajuli ke mess tersebut.

Seorang anggota Brimob, Bhayangkara Dua (Bharada) Rizki Dwi Wicaksono, 20 tahun, tewas dibacok oleh orang-orang tak dikenal pada Selasa dinihari, 1 Juli 2014. Dia dibacok di dekat halte Universitas Indonesia oleh sekitar sepuluh orang yang menggunakan sepeda motor. “Korban meninggal dunia karena dianiaya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, 1 Juli 2014. Rizki diserang saat hendak pulang ke kampung halamannya. Dia berangkat dari markas Brimob di Kelapa Dua, Depok, ke Bandara Soekarno Hatta menuju Pasuruan, Jawa Timur.

Pada pukul 00.40 WIB, sepuluh orang menggunakan lima sepeda motor menghadang taksi yang ditumpangi Rizki di depan halte UI Depok. Sebelumnya mereka memecahkan kaca belakang taksi yang ditumpangi Rizki. Rizki kemudian diserang dengan senjata tajam. Menurut Rikwanto, setidaknya ada luka sayatan di punggung, jari, dan memar di bibir korban. Selain itu, Rizki juga menderita luka bacok di belakang kepalanya.

Polisi menyatakan ada dugaan Rizki disasar oleh para pelaku. Hal ini disampaikan setelah dalam penyelidikan polisi tak menemukan ada barang yang hilang dari tubuh korban. “Sopir taksi tak dianiaya, hanya korban saja,” ujar Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menambahkan. Namun polisi belum dapat menyimpulkan motif penyerangan ini.

Saat ini penyidik sedang mengidentifikasi pelaku dengan memeriksa saksi, terutama sopir taksi berinisial T yang berada di tempat kejadian. “Sopir tidak melihat nomor polisi dengan jelas, pelaku memakai motor kecil,” ujarnya. Dari pantauan, taksi berpelat nomor B-2614-BL mengalami pecah kaca belakang dan kaca depan sebelah kiri retak. Tampak percikan darah di jok mobil sebelah kiri sopir. Taksi tersebut kini diparkir di halaman Kepolisian Sektor Jagakarsa.

Setibanya di perjalanan dekat Halte UI, Jl Akses UI, Depok, 10 kawanan pria berambut cepak menghampirinya. Para pelaku yang menggunakan 5 unit motor bebek langsung mengepung taksi yang ditumpangi Rizky. Para pelaku memecahkan kaca belakang taksi dan langsung menikam Rizky bertubi-tubi. Akibat peristiwa itu Rizki tewas bersimbah darah. Ia tewas dengan luka 5 sabetan parang di bagian kepala dan punggung. Hasil olah TKP tidak ditemukan barang korban yang hilang. Artinya, pelaku hanya menyasar korban dan bukan bermaksud untuk mencuri. Sopir taksi juga tidak terluka.

Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya belum bisa menarik kesimpulan soal dugaan motif penganiayaan yang menewaskan Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20), di Halte UI, Jl Akses UI, Jagakarsa, Jaksel, dini hari tadi. Semua kemungkinan motif tengah digali penyidik. “Kita belum tahu motifnya pelaku melakukan penganiayaan itu apa dan apa yang melatarbelakanginya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Rikwanto mengatakan, pihaknya masih mendalami latarbelakang korban, soal kemungkinan adanya permasalahan korban dengan orang lain. Termasuk kemungkinan dia ada masalah di kesatuannya. “Kita masih dalami apakah ini dendam pribadi atau bukan. Kemudian kepada kesatuannya juga sedang dilakukan pendalaman apakah ada masalah di luar atau di dalam,” jelasnya.

Rikwanto mengungkapkan, korban bisa jadi diincar atas pribadinya atau sebagai anggota polisi. “Pelaku juga bisa saja mengincar korban sebelumnya atau memilik korbannya secara acak,” imbuhnya. Soal dugaan korban dirampok, Rikwanto juga belum bisa memastikannya. Pasalnya, tidak ada barang korban yang hilang dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Korban disergap di depan Halte UI saat naik taksi oleh 10 pria cepak. Korban kemudian dianiaya hingga tewas.

Taksi Indah Family bernopol B 2614 BL dengan nomor lambung bernomor 164 itu kini terparkir di halaman Mapolsek Jagakarsa, Jaksel. Bercak darah masih terlihat di jok depan dan belakang taksi berwarna biru itu. Pantauan di lokasi, Selasa (1/7/2014), bercak darah tampak di sandaran kepala di jok depan sebelah sopir. Kaca depan juga pecah, dan pecahannya berserakan di dalam dan di luar taksi. Sebuah lubang menganga di kaca depan, diduga karena pukulan benda tumpul.

Di bangku depan itu Bharada Rizky Dwi Wicaksono (20), anggota Brimob Kelapa Dua Depok duduk. Dia baru saja cuti dan hendak mudik ke Pasuruan, Jatim. Menumpang taksi dari depan Markas Brimob Kelapa Dua, dia menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tapi pada pukul 00.40 WIB, 10 pria yang rata-rata berambut cepak dengan 5 motor mencegat taksi di depan Halte UI. Seolah tahu, taksi itu ditumpangi Rizky, mereka langsung menyerang bagian depan taksi.

Pukulan dan bacokan langsung menghujam tubuh Rizky. Luka di kepala dan punggung membuat nyawa Rizky tak tertolong. Anehnya sang sopir Tohari tak dilukai. Tak lama datang melintas seorang anggota Marinir yang buru-buru memberi pertolongan. Bersama Tohari sang sopir, anggota Marinir membawa Rizky ke rumah sakit. Tapi ajal datang menjemput Rizky. Pecahan kaca, baju sopir yang berlumur darah, serta bercak di jok belakang menjadi saksi kebuasan gerombolan pengeroyok itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s