Ahmad Yanto Guru Mengaji Di Tanah Abang Di Vonis 12 Tahun Karena Menghamili 4 Siswinya


Ahmad Yanto (34), guru agama yang mencabuli 4 siswinya di Tanah Abang, Jakarta Pusat, harus mendekam 12 tahun di penjara karena perbuatannya. Pria kelahran Cilacap itu rupanya mengancam para siswinya supaya mau disetubuhi. “Dalam melakukan aksinya terdakwa selalu mengancam para korban,” demikian kutipan Jaksa dalam berkas dakwaan yang diperoleh, Rabu (2/7/2014).

Dalam dakwaan tersebut, korban mengancam empat korbannya dengan kalimat ancaman mati. Korban pun mau tidak mau harus menuruti nafsu bejat Yanto. Selain mengancam, Yanto juga mengiming-imingi para korban dengan hadiah. “Terdakwa mengancam saksi dengan kata-kata ‘kalau tidak mau berhubungan badan dengan saya, keluarga kamu mati semua'” ujar Jaksa Hadziqotul dalam berkas tersebut.

Yanto selalu mencabuli korbannya pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam melancarkan aksinya Yanto tidak pernah mencabuli 4 siswi itu dalam waktu bersamaan. “Bahwa terdakwa selalu menyetubuhi masing-masing korban pada waktu yang berlainan,” ujarnya. Aksi yang dilakukan Yanto dari Juni- November 2013 pun terhenti, ketika salah seorang ibu korban mengetahui anaknya dicabuli. Dia pun langsung dilaporkan ke Polisi pada Januari 2014. Yanto pada 30 Juni 2014 pun diputus majelis dengan hukuman 12 tahun penjara.

Ahmad Yanto (34) akhirnya ikhlas dipenjara selama 12 tahun. Sebelumnya, Yanto bimbang usai mendengar lamanya hukuman atas perbuatan mencabuli 4 siswi, satu di antaranya hamil. “Nggak bisa dikurangin lagi Pak vonis saya?,” kata Yanto seperti ditirukan kuasa hukumnya, Rotua Sinaga,, Selasa (1/7/2014). Permintaan itu sempat disampaikan ke majelis hakim PN Jakpus, kemarin.

Aksi Yanto dilakukan dari November 2013. Kejahatan dia terungkap lewat buku harian korban yang ditemukan oleh orang tua korban. Yanto pun dilaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat dan berujung 12 tahun bui. “(Meski meminta dikurangi) Tapi kan nggak berpengaruh ke hakim,” ujar Rotua.

PN Jakpus menyatakan Yanto melanggar pasal 81 ayat 1 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Vonis 12 tahun sesuai tuntutan jaksa pada Kejari Jakarta Pusat. Yanto akhirnya tidak banding dan menerima putusan itu. Jaksa pun menerima karena putusan sesuai apa yang diminta. Ahmad Yanto (34) harus mendekam di penjara selama 12 tahun karena mencabuli 4 siswinya. Alasan hakim menjatuhkan vonis selama 12 tahun kepada Yanto karena warga Tanah Abang, Jakarta Pusat itu berprofesi sebagai guru agama.

“Terdakwa melakukan perbuatannya dengan memakai kedok mengajari ilmu agama yang seharusnya memberikan teladan yang baik kepada peserta didiknya,” ujar kuasa hukum Yanto, Rotua Sinaga, menirukan pertimbangan hakim, saat dihubungi, Rabu (2/7/2014). Selain karena berprofesi sebagai guru agama. Hukuman Yanto diperberat karena menyebabkan satu orang dari 4 korban pencabulan mengalami kehamilan. “Perbuatan terdakwa menyebabkan satu korban mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Perbuatan terdakwa juga merugikan 4 orang korban yang masih anak-anak,” ucapnya.

Namun, sebelum dihukum 12 tahun, Yanto sempat meminta keringanan hakim. Rotua mengatakan, Yanto selalu terbuka di persidangan dan mau mengakui perbuatannya. Tapi itu tidak membuat vonis hakim berubah. Aksi Yanto dilakukan dari Juni sampai November 2013. Kejahatan dia terungkap lewat buku harian korban yang ditemukan oleh orang tua korban. Yanto pun dilaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat pada Januari 2014 dan berujung 12 tahun bui.

Aksi bejat guru agama Ahmad Yanto (34) yang memperkosa 4 siswinya di Tanah Abang, Jakpus, diganjar 12 tahun penjara. Yanto bahkan juga pernah memerintahkan siswinya yang hamil untuk melakukan aborsi. Beruntung niat untuk aborsi tidak dapat dilaksanakan. Dalam berkas dakwaan yang diperoleh Selasa (1/7/2014), niat aborsi itu tidak terlaksana lantaran Yanto tidak mempunyau uang.

“Bahwa benar, korban pernah diajak terdakwa (Yanto) ke klinik di Tanah Tinggi, Jakpus, untuk menggugurkan kandungannya. Tetapi niat itu urung dilakukan karena terdakwa tidak mempunyai biaya Rp 7 juta untuk menggugurkan kandungan sebesar Rp 7 juta,” ujar JPU Hadziqotul asal Kejari Jakpus dalam dakwaan itu.

Dalam pemeriksaan di kepolisian, korban mengaku dicabuli lebih dari 1 kali. Aksi bejat Yanto dilakukan di sebuah kamar di Tanah Abang. “Bahwa benar dalam melakukan aksinya tidak ada orang lain yang menyaksikan. Tetapi korban menceritakan kejadian itu kepada korban lainnya,” jelas JPU.

Perbuatan Yanto kepada siswinya pun meninggalkan trauma mendalam. Entah cukup atau tidak, kini Yanto sudah divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) selama 12 tahun. Putusan itu diketok kemarin oleh majelis hakim yang diketuai Hapsoro. Ahmad Yanto dibui 12 tahun atas perbuatan bejatnya yang mencabuli 4 siswi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bahkan salah satu siswi itu sampai hamil. Lalu, bagaimana Yanto memulai niat bejatnya?

Dalam berkas dakwaan yang diperoleh, Selasa (1/7/2014), Yanto mempunyai niat busuk tersebtu pada pertengahan Mei 2013. Yanto kala itu diminta menjadi guru ngaji oleh satu orang tua korban. Seiring berjalan waktu murid Yanto yang tadinya 1 orang pun bertambah jadi 4 orang. Selama mengaji, Yanto mengiming-imingi para korban dengan hadiah atau pun dengan peningkatan ilmu agama.

“Dengan syarat para korban mau melakukan berhubungan badan dengan terdakwa,” tulis dakwaan Jaksa Hadziqotul asal Kejari Jakpus dalam berkasnya. Alhasil, pada 15 Juli 2013, Yanto berhasil melampiaskan niat bejatnya kepada salah satu siswi muridnya. Pencabulan pun terjadi hingga November 2013. Masing-masing siswi ada yang dicabuli 1 kali hingga 3 kali.

Januari 2014, salah seorang orang tua korban mengetahui anaknya dicabuli oleh Yanto. Orang tua korban mengetahui kelakuan bejat Yanto dari buku harian milik anaknya yang menjadi korban nafsu seks Yanto. Dia pun melaporkan ke polisi pada bulan yang sama. Hingga akhirnya, Yanto disidangkan dan diberikan hukuman 12 tahun penjara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s