Jumlah Pemudik Tahun 2014 Adalah 30 Juta Orang


Banyuwangi: Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan jumlah pemudik Lebaran 2014 diprediksi mencapai 30 juta orang. Kenaikan terbesar diperkirakan terjadi pada moda angkutan udara yang mencapai 5 juta orang.

“Persentase kenaikan pemudik angkutan udara diprediksi hingga 11,5 persen,” kata Bambang Susantono saat menginspeksi kesiapan mudik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 16 Juli 2014.

Bambang menjelaskan, untuk penumpang yang menggunakan kereta api diprediksi meningkat 3 persen menjadi 4,5 juta orang, penumpang moda laut diperkirakan sebanyak 1,6 juta orang atau naik 3 persen. Kenaikan terendah terjadi pada pemudik dengan bus yakni 1 persen.

Ia mengklaim seluruh moda transportasi telah dipersiapkan untuk menampung kenaikan jumlah pemudik tersebut. Kementerian Perhubungan menyiapkan 43 ribu bus, 1.200 kapal pelayaran, 1.300 pesawat, dan 325 rangkaian kereta api.

Wakil Menteri Perhubungan melakukan inspeksi pada jalur kereta sepanjang Jember-Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Dari hasil inspeksi itu, Bambang yakin bahwa seluruh infrastruktur telah siap melayani arus mudik mulai H-7 Lebaran.

Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Saharuddin Koto, mengatakan, jumlah pemudik yang akan masuk ke Pulau Jawa diprediksi naik 5 persen dibanding tahun lalu. “Jumlah roda dua pada H-7 bisa mencapai 17 ribu unit tiap hari,” ujarnya.

PT ASDP Pelabuhan Ketapang memprediksi puncak arus mudik pada H-3 Lebaran dan arus balik pada H+4 Lebaran. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksi jumlah pemudik tahun ini meningkat 12 persen dibandingkan pada 2013. Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Akbar memperkirakan jumlah pemudik naik dari 3,7 juta jiwa menjadi 4,2 juta jiwa.

“Asumsi kenaikan ini berdasarkan pola pergerakan masyarakat ke luar Jakarta selama ini,” kata Akbar, Rabu, 16 Juli 2014. Menurut dia, pergerakan masyarakat yang menggunakan kendaraan seperti bus antarprovinsi sebelum Ramadan sudah meningkat.

Pemudik dari Ibu Kota, ujar Akbar, lebih banyak menggunakan angkutan umum. Dia memperkirakan sekitar 2,7 juta orang akan menggunakan moda bus, kereta, pesawat, dan kapal laut. Sedangkan sisanya, 1,5 juta orang, diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi, yaitu sepeda motor dan mobil. Pada 2013, jumlah pemudik berkendaraan pribadi hanya sekitar 1,3 juta orang.

“Prediksi arus mudik mulai H-7,” tuturnya. Dinas Perhubungan sudah bersiap menjaga titik-titik vital antara lain terminal dan persimpangan jalan keluar Jakarta, seperti Jalan Raya Kali Malang, Jakarta Timur.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s