Ustadz Abdurrahman Qayyum Sebut 4 Profesi Ini Bernilai Ibadah Kecil … Wartawan, Penjahit, Pensiunan dan Pedagang


Abdurrahman Qayyum yang adalah ustaz asal Makassar dikecam karena melecehkan empat profesi saat membawakan ceramah Ramadhan di Masjid Taqwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dalam ceramahnya itu, Qayyum melecehkan empat profesi yakni wartawan, penjahit, pensiunan rajin bawa proposal, dan pedagang berwatak ‘cina’. “Sebaiknya hindari empat profesi, di antaranya penjahit, wartawan, pensiunan rajin bawa proposal, serta pedagang berwatak cina,” kata Qayyum.

“Profesi wartawan, pilihan profesi yang harus dihindari sebagai pilihan kerja. Bukan karena bentuk pekerjaannya bersentuhan barang kotor, tapi nilai manfaat ibadahnya lebih kecil, dibanding mudharatnya,” ungkap dia. “Penjahit tak pernah lepas dari kebohongan, janji pada pemesan. Rasulullah SAW menganjurkan, keempat profesi itu jangan dipilih jadi profesi mencari nafkah,ā€ kata Qayyum seperti yang dilansir media cetak lokal di Makassar.

Ceramah Qayyum itu menuai kecaman dari berbagai kalangan dan kelompok. Seperti yang diungkapkan Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Djumadi Mappanganro yang juga Redaktur media cetak Tribun Timur. Dia mengatakan, Qayyum seharusnya tidak melecehkan siapa pun atau profesi, dalam berceramah. Sebab, melecehkan sesuatu dilarang oleh agama Islam.

“Empat profesi yang dilecehkan Abdurrahman Qayyum semuanya mulia. Kecuali, jika profesi itu disalahgunakan. Sama juga dengan ustaz, jika disalahgunakan bisa menyesatkan. Mungkin Abdurrahman bercermin pada dirinya sebagai ustaz yang menjadi tim spiritual mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin saat pemilihan gubernur beberapa tahun lalu. Apalagi, dia ustaz sudah mulai terjun ke dunia politik,” kata Djumadi, Kamis (17/7/2014).

Ditambahkan Sri Rahayu, wanita yang berprofesi sebagai penjahit di kota Makassar, menyesalkan isi ceramah yang melecehkan profesinya. Sri berharap Qayyum segera meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia melalui media sebelum berlanjut ke jalur hukum. “Profesi saya sebagai penjahit sangat dilecehkan. Saya harap, Abdurrahman segera meminta maaf kepada warga Indonesia melalui media karena telah melecehkan empat profesi. Jika dia tidak laksanakan, saya akan laporkan ke jalur hukum,” tegas Sri.

Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel menilai, ustaz asal Kota Makassar Abdurrahman Qayyum bukan hanya melecehkan empat profesi, melainkan juga melecehkan suku Tionghoa di dunia, dan agama Islam.

Pandangan itu diungkapkan Ketua PJI Sulsel Djumadi Mappanganro di Makassar, Kamis (17/7/2014). Selanjutnya, PJI bakal meminta klarifikasi terbuka dari Abdurrahman Qayyum atas pernyataannya tersebut.

Pernyataan Qayyum dinilai telah menghina jurnalis dan keluarganya, para penjahit dan keluarga. “Kata-kata seorang pria yang kerap berceramah itu telah menghina dan rasial terhadap warga suku Tionghoa di seluruh dunia. Ini sangat berbahaya,” kata Djumadi.

“Yang disesalkan lagi itu disampaikan seorang dosen yang kerap diundang memberi ceramah sehingga patut kami pertanyakan integritas dan kompetensinya. Sungguh komentar tersebut tak memberi contoh teladan sifat-sifat Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang menghargai beragam profesi dan suku mana saja di dunia,” ujar dia lagi.

Sebelumnya telah diberitakan, Qayyum dinilai melecehkan empat profesi saat membawakan ceramah Ramadhan di Masjid Taqwa, Kabupaten Enrekang. Dalam ceramahnya beberapa waktu lalu, Qayyum melecehkan profesi wartawan, penjahit, pensiunan rajin bawa proposal, dan pedagang berwatak China.

“Sebaiknya hindari empat profesi di antaranya penjahit, wartawan, pensiunan rajin bawa proposal, serta pedagang berwatak China. Profesi wartawan, pilihan profesi yang harus dihindari sebagai pilihan kerja. Bukan karena bentuk pekerjaannya bersentuhan barang kotor, tapi nilai manfaat ibadahnya lebih kecil dibanding mudaratnya,” kata dia.

“Penjahit tak pernah lepas dari kebohongan, janji pada pemesan. Rasulullah SAW menganjurkan, keempat profesi itu jangan dipilih jadi profesi mencari nafkah,ā€ kata Qayyum seperti yang dilansir media cetak lokal di Makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s