Mudik dengan Sepeda Motor Jangan Sampai Dihambat Pemerintah


Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata mengingatkan kepada semua pihak, bahwa mudik menggunakan sepeda motor tidak bisa dan jangan dihambat. Terlebih karena banyaknya faktor yang memicu dan kemudahan-kemudahan yang didapat saat pulang kampung pakai sepeda motor.

Dalam diskusi Mudik Selamat, Meredam Petaka Jalan Raya yang digelar Independent Bikers Club (IBC) di Jakarta, Sabtu (19/7), Gunadi justru mengingatkan pemerintah soal penyediaan sarana angkutan non-motor yang lebih dari cukup. ”Kalau hal itu terpenuhi, masyarakat akan lebih memilih transportasi massal yang murah dan nyaman,” ujarnya.

Gunadi juga mengakui, angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor masih tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti tidak memiliki SIM, mengemudi tanpa helm, modifikasi lampu, dan cara berkendara yang ugal-ugalan. Kondisi infrastruktur tidak memadai juga menjadi salah satu pemicu.

Subsidi bensin
Dia mencatat, panjang jalan hanya 447.000 km, masih jauh di bawah negara tetangga. Pertumbuhan jalan dan kendaraan bermotor sangat timpang. Sepeda motor melaju 11 persen sedangkan jalan cuma 0,1 persen. Selama ini, APBN dikuras untuk membiayai subsidi bensin yang nilainya mencapai Rp 300 triliun per tahun.

Saat ini, populasi sepeda motor di Indonesia mencapai 83,6 juta unit, mobil 11,2 juta unit, truk 5,6 juta unit, dan bus 2,2 juta unit. Jumlah ini bakal terus bertambah seiring masih besarnya ruang pertumbuhan pasar otomotif Indonesia. Jika tidak dibarengi dengan penambahan infrastruktur yang memadai atau perbaikan sarana transportasi massal, diyakini, kemacetan akan merajalela dan jumlah kecelakaan otomatis akan meningkat.

Pemerintah dan kepolsian telah mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik, sebab terlalu berisiko menimbulkan kecelakaan. Namun tetap saja, dari tahun ke tahun jumlah pesepeda motor yang ikut seliweran sepanjang jalur mudik tetap ramai.

Belum lama ini, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Peruhubungan Hotma Simanjuntak mengutarakan, pesepeda motor lebih baik memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah ataupun instansi swasta.

Kendati demikian, kemungkinan besar tidak semua mau melakukan. Hal ini disadari salah satu produsen sepeda motor di Indonesia, Suzuki Indomobil Sales Roda Dua (SIS R2). Meski disarankan untuk tidak dilakukan, namun pada kenyataannya banyak pesepeda motor tetap nekat. Mengantisipasi hal itu, SIS R2 memberikan pengetahuan demi menjaga keselamatan.

Persiapan
Selain wajib membawa sepeda motor ke bengkel resmi untuk perawatan sebelum mudik, setiap pemilik harus memanfaatkan panduan pemeriksaan T-Clock (Tires/ban, Control/Kemudi, Light/Lampu, Oli, Chassis/Rangka, dan Kickstand/standar).
– Tires (ban)
Lakukan pengecekan terhadap tekanan angin, kedalaman alur, serta keretakan atau benjolan pada permukaan ban. Selain itu jangan luput memantau kondisi pelek, seperti bengkok atau retak.
– Control (kemudi)
Pastikan kemudi berada dalam keadaan bebas, tanpa terjerat kabel-kabel.
– Lights (lampu)
Periksa kondisi aki, pastikan sudah terpasang dengan kuat dan masih berfungsi dengan baik. Jangan lupa memantau ketinggian air aki. Seharusnya, pemudik menghindari perjalanan malam hari, tapi tetap sistem lampu penerangan wajib diperiksa.
– Oli
Periksa oli mesin dan cairan rem, tambahkan bila volume kurang. Selang-selang pendukung juga harus diperiksa, pastikan semua berjalan normal dan tidak ada kebocoran.
– Chassis (rangka)
Wajib untuk dilakukan sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh, memeriksa rangka, garpu suspensi, dan pastikan setelan rantai sudah benar. Kencangkan semua baut yang ada di sepeda motor, jangan sampai ada yang kurang.
– Kickstand (standar kaki)
Sering luput dari pengawasan, kondisi standar samping dan tengah. Periksa kemudian pastikan per penahan masih berfungsi dengan baik.

Pelindung tubuh
Kebanyakan pemudik menempuh jarak hingga ratusan kilometer, dengan begitu menuntut stamina prima pengemudi dan “boncenger”. Selain itu kostum berkendara juga harus diperhatikan, di antaranya seperti berikut:

– Gunakan jaket yang bagian lengannya cukup rapat di pergelangan tangan, begitu pula di bagian leher. Gunakan rompi penahan angin.
– Pakai celana panjang dengan bahan tebal.
– Gunakan sarung tangan yang menutupi semua jari. Selain sebagai pelindung terhadap goresan, bisa menambah kemampuan genggaman pada setang.
– Usahakan memakai sepatu yang kokoh, sebaiknya terbuat dari kulit yang tingginya melebihi tumit. Selain sebagai pelindung kaki terhadap goresan, juga melindungi dari panas sepeda motor. Sebaiknya menghindari sepatu bertali.
– Gunakan helm bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Konvoi
– Hindari berjalan sendiri di malam hari. Usahakan berkendara beriringan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.
– Kenali jalur dan titik pengisian bensin.
– Bawa kotak P3K. Pastikan fisik benar-benar fit, atur waktu beristirahat dan jangan ragu untuk beristirahat bila mengantuk atau lelah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s