Ahok Sarankan Jokowi Segera Mengundurkan Diri dan DPRD Segera Rapat


Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Joko Widodo sebagai Presiden terpilih, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankannya untuk segera mengurus surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Gubernur kepada DPRD. “Ini pertama kalinya dalam sejarah kita (Indonesia), kepala daerah menjadi presiden. Kalau menurut saya, beliau harus mengajukan surat mundur (pengunduran diri),” kata Basuki, kepada wartawan, di Balaikota Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Basuki menjelaskan, berdasarkan peraturan yang berlaku, hanya Paripurna DPRD yang dapat memberhentikannya sebagai gubernur. Sebuah paripurna diselenggarakan, jika ada usulan terlebih dahulu dari Jokowi. Basuki meyakini, pihak DPRD tidak akan menghambat langkah Jokowi tersebut. “Kalau kapannya (mengundurkan diri) saya tidak tahu. Lebih baik, kalau ada gugatan ke MK, setelah putusan MK saja atau setelah 20 Agustus. Karena 20 Oktober sudah pelantikan presiden baru,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Kendati demikian, sebagai kader Partai Gerindra, Basuki juga akan tetap menunggu sikap partainya. Apakah mau menggugat hasil Pilpres ke MK atau mengakui kemenangan pasangan Jokowi-JK. ‎Lebih lanjut, menurut dia, Jokowi telah memiliki niat untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur. Status non-aktif Jokowi sebagai Gubernur berakhir pada penetapan pemenang Pilpres oleh KPU pada 22 Juli 2014. Pada Rabu (23/7/2014), Jokowi otomatis kembali menjadi Gubernur DKI, serta Basuki menjadi Wakil Gubernur DKI.

Basuki telah menginstruksikan Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH KLN) Heru Budi Hartono untuk ‎mengurus persiapan Jokowi menjadi Gubernur lagi. “Pokoknya Pak Jokowi harus datang ke Balaikota dan ada paripurna juga yang keputusannya harus ditandatangani beliau,” ujar Basuki.Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menolak memberi ucapan selamat kepada Presiden terpilih Joko Widodo, yang juga Gubernur DKI nonaktif itu.

“Ya, kan belum tahu. Kan memang kami (Gerindra-Prabowo) belum tahu apakah mau menggugat (hasil pilpres) ini ke MK (Mahkamah Konstitusi) atau tidak,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam.enurut dia, jika Prabowo maupun Gerindra memiliki bukti kuat atas dugaan kecurangan pilpres, sebaiknya menggugat ke MK, serta mengimbau relawan untuk tetap tenang dan tidak bertindak anarkistis.

Kendati demikian, Basuki memastikan bahwa pada Rabu (23/7/2014) besok Jokowi akan kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jika bertemu di Balaikota Jakarta, Basuki berjanji bakal langsung mengucapkan selamat kepada Jokowi sebagai presiden terpilih. “Kalau besok Pak Jokowi ke sini, ya diselamatkan. Besok ada sidang paripurna jam 2 siang, dan kami mengundang Pak Jokowi hadir karena harus ada tanda tangan beliau,” kata pria yang disapa Ahok itu.

Sekadar informasi, KPU telah mengesahkan penghitungan suara nasional pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB. Dari data 33 provinsi di Indonesia, pasangan Jokowi-JK unggul mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 53,15 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s