Jalan Raya Kosambi Macet Total … Waktu Tempuh Karawang Simpang Jomin 15 Jam


Kemacetan lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan di puncak mudik lebaran kali ini. Jalan Raya Kosambi, Karawang dari arah Klari menuju Cikampek macet total sehingga para pemudik terjebak berjam-jam. “Saya berangkat dari Terminal Klari jam 21.00 WIB, Jumat (25/7) dan Sabtu (26/7) pukul 07.00 WIB baru sampai di Kosambi yang biasanya ditempuh hanya 15 menit,” kata pembaca bernama Novan Ardianto, Sabtu (26/7/2014).

Sementara itu, pembaca detikcom lainnya yang bernama Lukman Hakim, terjebak macet selama 8 jam di Jalan Raya Kosambi. Kemacetan disebabkan oleh padatnya kendaraan. “Dari jam 01.00 WIB sampai jam 09.00 WIB macet, berhenti ini namanya. Jalan hanya 10 meter lalu berhenti lagi,” keluh Lukman yang hendak mudik dari Tangerang ke Bumiayu ini.

Lukman mengatakan bahwa akibat kemacetan ini, para pemotor nekat melompati median jalan dan melawan arah. Sepanjang pantauan Lukman, tidak ada kecelakaan yang terjadi. “Padat oleh bus dan kendaraan pribadi. Banyak yang akhirnya istirahat keluar kendaraan. Saya juga sedang di warung dulu ini,” ucapnya.

Kemacetan parah terjadi di ruas jalan yang menuju ke Simpang Jomin. Kendaraan yang keluar dari Tol Karawang Timur menempuh waktu sekitar 15 jam untuk sampai di Simpang Jomin, kemudian menuju Pantura. “Ke luar Karawang Timur pukul 17.00 WIB sampai Simpang Jomin tadi pukul 08.00 WIB,” kata pembaca Yossy Sabayien yang mengirimkan fotonya melalui pasangmata.com saat dihubungi Sabtu (26/7/2014).

Yossy mengatakan, kendaraan yang melalui Jalan Raya Klari lalu Jalan Raya Kosambi hingga sampai Simpang Jomin itu, hanya bergerak 5-10 menit kemudian terhenti 2 jam. Kendaraan bergerak lagi dan berhenti, begitu sampai Simpang Jomin. “Dari Tol Cikampek juga macet parah, jadi diberlakukan buka tutup,” ujarnya.

Penyebab kemacetan tak lain karena tingginya volume kendaraan yang hendak mudik melalui jalur Pantura dan mencapai puncaknya pada hari ini. “Setelah pertigaan Jomin lebih lancar kecepatan 20 Km/jam menuju arah ke Pantura,” ucap Yossy yang mudik dari Jakarta ke Madiun menggunakan bus.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) dan Wamenhub Bambang Susantono melakukan pantauan udara di sepanjang Pantura. Dari hasil pantauan tersebut, titik macet terparah ada di simpang Jomin, Purwakarta, Jawa Barat. CT mengatakan dari hasil pantauan Pantura di Jawa Barat hingga Semarang relatif lancar meski memang ada beberapa titik kepadatan namun tidak sampai menyebabkan kendaraan berhenti total.

“Setelah Jomin, pantura relatif lancar. Ada spot kecil di pasar tumpah dan SPBU,” kata CT, Sabtu (26/7/2014). Sementara itu menurut CT, kemacetan yang paling parah yaitu dari tol Cikampek menuju simpang Jomin. Hal itu karena ada penyempitan lajur dari sembilan lajur menjadi lima kemudian tiga lajur. “Antrian sangat panjang, dari pintu tol tiga kilometer, tapi masih bergerak, kalau tidak gerak bikin frustasi,” ujarnya.

Sedangkan untuk jembatan Comal, lanjut CT, arus lalulintas dari arah Barat sudah lancar karena jembatan sisi Utara bisa digunakan tidak hanya kendaraan pribadi namun juga bus. “Secara umum lancar, kecuali di Jomin,” tegasnya. CT dan Wamenhub memantau jalur pantura dengan menggunakan helikopter. Di beberapa spot, seperti simpang Jomin hingga Semarang, mereka berhenti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s