Bendungan Katulampa Dalam Tahap Siaga 2 Alias Kritis Banjir


Ketinggian air Bendungan Katulampa, kota Bogor mencapai 150 cm malam ini. Hal ini menandakan Bendungan Katulampa berada dalam status siaga II (kritis). Seperti yang dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, ketinggian air Bendungan Katulampa naik drastis sejak pukul 19.00. Satu jam sebelumnya, ketinggian air hanya sekitar 40 cm, tapi naik menjadi 100 cm. Kemudian, air semakin meninggi hingga mencapai 150 cm dua puluh menit kemudian.

Pelaksana Harian Bendungan Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan bahwa hujan yang turun di kawasan Puncak sejak sore tadi yang menjadi penyebabnya. Hujan turun dengan intensitas deras sehingga permukaan air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan.

“Air lama-lama naik dan langsung mencapai siaga III, kemudian siaga II,” kata Andi. Andi mengatakan ketinggian air tidak akan bertambah karena hujan sudah reda di kawasan Puncak. Sementara itu, Andi telah menghubungi petugas pintu air Manggarai, Depok, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Saya harap semua dapat berjaga-jaga dan waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Andi. Diperkirakan air akan memasuki Jakarta esok hari pada pukul 05.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Bambang Musyawardana, mengatakan, institusinya tetap mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada terhadap ketinggian air. Menurut dia, warga tetap harus berjaga walaupun air tidak naik lagi hingga malam ini.

“Saya telah menginfokan warga sekitar pukul 20.00 untuk bersiap-siap karena telah ada sinyal kritis dari Katulampa,” kata Bambang saat dihubungi, Senin, 4 Agustus 2014. Bambang mengatakan, sinyal kritis (siaga II) kembali menjadi siaga III sekitar pukul 22.00 karena ketinggian air saat ini 130 cm. Namun, air yang diperkirakan akan sampai Jakarta dalam tujuh jam ke depan akan tetap dipantau malam ini.

“Hujan di kawasan Puncak sudah berhenti, jadi tinggal tunggu sejauh mana kiriman air akan berdampak bagi warga bantaran Sungai Ciliwung,” kata Bambang. Bambang juga mengatakan, dikarenakan kondisi Jakarta yang tidak terpapar hujan, warga tidak perlu khawatir berlebih terhadap debit air Katulampa. Menurut Bambang, hal ini biasa terjadi jika hujan deras mengguyur kawasan Puncak.

“Besok pagi, air juga akan surut dengan sendirinya,” kata Bambang. Sebelumnya, seperti yang dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, ketinggian air Bendungan Katulampa naik drastis sejak pukul 19.00. Satu jam sebelumnya, ketinggian air hanya sekitar 40 cm, tapi naik menjadi 100 cm.

Kemudian, air semakin meninggi hingga mencapai 150 cm dua puluh menit kemudian. Pelaksana Harian Bendungan Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan bahwa hujan yang turun di kawasan Puncak sejak sore tadi yang menjadi penyebabnya. Hujan turun dengan intensitas deras sehingga permukaan air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s