Oka Wira Satya Siswa SMK Adi Luhur Yang Pandai Bergaul dan Paling Nafsu Tawuran Tewas Dibacok Saat Tawuran


Oka Wira Satya, 15 tahun, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Adi Luhur, Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, tewas dengan luka bacok setelah terlibat tawuran dengan SMA Budi Murni di lampu lalu lintas Hek pada Rabu, 13 Agustus 2014. Menurut teman Oka, R, saat tawuran yang terjadi pukul 16.00 itu, posisi Oka berada paling depan. “Dia paling depan dan pegang senjata tajam (celurit) karena dia paling nafsu buat tawuran,” kata R di rumah duka Jalan Skuadron, Makasar, Jakarta Timur, Kamis, 14 Agustus 2014.

Menurut R, Oka sudah sering terlibat tawuran sejak sekolah di SMP Budi Warman. “Dari SMP sering tawuran, dan setiap tawuran paling depan terus,” ujarnya. Banyak yang kenal Oka karena ia diketahui pandai bergaul. “Kakak kelas kenal semua, dia cepet akrab sama orang soalnya,” kata R.

Tante Oka, Susi, 40 tahun, mengatakan hari itu Oka berangkat ke sekolah pukul 06.00 dengan menggunakan sepeda motor Scoopy. “Kemarin itu hari ketiga Oka masuk aktif belajar, setelah sepekan MOS (masa orientasi siswa),” kata Susi. Sore harinya, setelah Susi pulang kerja, dia mendapat kabar bahwa keponakannya itu dirawat di Rumah Sakit Haji Pondok Gede. “Kata dokter ada luka bacok di bagian kepala belakang,” ujarnya.

Luka bacok itu pun juga mengenai bagian punggung Oka hingga menembus paru-paru. “Tapi, setelah magrib, Oka meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri Kramatjati,” katanya. Tawuran antara siswa SMK Adi Luhur Condet dan SMA Budi Murni Cipayung memakan dua korban. Kepala Polsek Makasar, Jakarta Timur, Komisaris Sutarjo, mengatakan polisi masih belum menemukan pelakunya. “Masih dalam penyelidikan,” kata Sutarjo ketika dihubungi , Kamis, 14 Agustus 2014.

Menurut Sutarjo, satu korban dari SMK Adi Luhur Condet, Oka Wira Setya, tewas dengan luka bacok di bagian belakang kepala dan punggung sebelah kanan. Adapun korban lain, M. Fadli, dari SMK Adi Luhur Condet mengalami luka bacok di belakang kanan kepala dan punggung. Berdasarkan keterangan saksi, Tohirin, 38 tahun, sekitar pukul 13.30 WIB terlihat sekitar 20 orang berseragam SMA menaiki bus Mayapada 17A dari depan Tamini Square. Setengah jam kemudian, terjadi kerumunan siswa di atas jembatan layang. Lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, Polantas Makasar datang dan membubarkan kerumunan.

Tidak lama setelah itu, Tohirin melihat siswa-siswa SMA tersebut berlarian menuruni jalan layang. “Mereka lari turun ke arah Taman Mini sambil membenarkan gesper,” kata anggota Satgas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial ini ketika ditemui, Kamis, 14 Agustus 2014. Meskipun Tohirin menyaksikan kerumunan orang, ia tidak mendengar keributan atau pertikaian. Tohirin juga tidak melihat para siswa itu membawa senjata tajam atau benda mencurigakan.

Polsek Makasar tengah mencari keterangan dari tiga saksi. Dua saksi dari SMK Respati dan seorang saksi dari SMK Adi Luhur Condet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s