ABG Sukabumi Ditangkap Polisi Karena Berhubungan Intim Dengan Ibu Temannya


Entah apa yang meracuni pikiran remaja tanggung ini. Karena menjalin hubungan gelap dengan ibu teman sekolahnya, Andi (22) harus berurusan dengan polisi. Remaja asal Sukabumi ini tertangkap basah berkencan dengan ibu teman sekolahnya berinisial A di kawasan Pedati, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara.

“Ketahuannya pas mau pulang jam setengah enam pagi tadi, pas keluar kamar udah ditungguin sama suami dan anaknya,” ujar Andi di ruang SPK Polsek Jatinegara, Jumat (22/8/2014). Saat dipergoki, Andi langsung dipukuli suami dan anak A. “Ini dipukulin sama keluarganya. Begituan karena suka sama suka terus ibunya temen saya juga masih cantik dan seksi banget biar dibilang udah berumur 45,” tutur Andi.

Andi mengaku sudah berhubungan gelap dengan A sejak bulan April. Keduanya biasa berkencan di lantai dua rumah A. “Suaminya kerja satpam di bank. Kalau ‘begituan’ pas suaminya berangkat kerja, anak-anak tidur di kamar jadi nggak ketahuan. Selesai begituan suka dikasih uang Rp 50 ribu,” tuturnya.

Lantaran perbuatan bejatnya, Andi terpaksa digelandang ke Polsek Jatinegara. Ia pun mengaku khilaf atas perbuatan tersebut. Sementara secara terpisah Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto telah mendapati laporan itu. Pihaknya masih menunggu aduan dari sang suami.

Kisah asmara An (22) dengan wanita yang tak lain adalah ibu dari temannya sendiri, A, berakhir di Mapolsek Jatinegara. Pemuda yang bekerja sebagai pedagang makanan itu dipukuli warga lantaran tepergok berbuat asusila dengan A. Hubungannya dengan wanita yang berbeda usia itu diakui An atas dasar suka sama suka. An mengaku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan ibunya Al (21) sejak April.

Ia mengenal A karena pernah satu sekolah bersama Al saat duduk di bangku SMK. “Suka sama suka, ini serius, tanya saja orangnya (A) sendiri. Dulu (anaknya) teman sekolah di SMK pas kelas 10 dan 11. Kenal sama ibunya karena pernah main ke rumah,” kata An di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2014).

Sejak April itu, An mengaku baru tiga kali melakukan hubungan suami istri dengan A. Komunikasi keduanya pun dilakukan melalui ponsel. “Teleponan lancar, sayang-sayangan,” ujar An. Aksinya baru tepergok oleh keluarga A, Jumat pukul 05.30 tadi. Dia mengaku tepergok seusai melakukan perbuatannya di lantai dua rumah A, di kawasan Pedati, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Saya masuk waktu semuanya lagi tidur,” ujarnya. Suami A, kata An, saat itu tengah pergi bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank. Saat itulah, keduanya memadu kasih di lantai dua rumah. Rupanya, saat An hendak pulang, keluarga A sudah menunggu di depan rumah. Ia tak mengetahui kalau perbuatannya diketahui keluarga A.

“Pas saya pulang sudah ditungguin,” ujar pemuda asli Sukabumi ini. An tak bisa mengelak. Dia mengaku sempat dihajar oleh keluarga A sebelum akhirnya diarak bersama warga setempat ke Mapolsek Jatinegara. Namun, pemuda ini tidak mengakui telah khilaf atas perbuatannya tersebut. Ia hanya mengaku sedih. Saat ini petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Jatinegara masih memeriksa An.

Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. “Kasusnya tidak ditindaklanjuti karena suaminya tidak mau melapor, dan sudah buat surat pernyataan tidak menuntut,” ujar Suminto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s