Rekayasa Pengalihan Arus Lalu Lintas Akibat Pembangunan MRT Halte Depan Sarinah


Proyek Massa Rapid Transit (MRT) telah mulai pada tahap pengecoran dinding stasiun bawah tanah. Pengerjaan pembangunan dinding Diaphragm Wall (D-Wall) ini akan mengganggu pengendara di Jakarta. Untuk itu pihak-pihak terkait tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas. Tahapan pekerjaan D-Wall diawali dengan pembuatan Guide Wall yang sudah dimulai sejak April 2014 yang dilanjutkan dengan penggalian tanah pada jalur Guide Wall. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan tulangan beton berupa rangka besi dan berlanjut dengan pengecoran. Pembangunan D-Wall ini direncanakan akan berlangsung hingga Maret 2015.

“Ada 4 tahap rekayasa lalu lintas nantinya, dari bulan ini sampai medio Maret tahun depan. Kita juga sudah meminta ijin untuk pembongkaran jembatan penyeberangan orang di depan Sarinah,” ujar Wakadishub Benyamin Bukit di Hotel Pullman, Jl. MH Thamrin, Jakpus, Jumat (29/8/2014).

Keterangan tersebut diberikan Benyamin sebelum pengecoran D-Wall yang dilakukan pertama di Stasiun bawah tanah Bundaran HI. Adapun rekayasa lalu lintas yang telah dikoordinasikan oleh PT MRT, Dishub DKI Jakarta, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, adalah sebagai berikut:

24 Juli–20 Oktober 2014, penggalian dan pengecoran D-Wall di sisi Timur;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) terdiri dari 3 lajur normal dan 2 lajur contra flow dan 1 lajur Busway (shared lane).
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway (shared lane).

21 Oktober 2014–10 Januari 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall di sisi Barat;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dan 1 lajur Busway (shared lane).
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway contra flow.

11 Januari – 10 Februari 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall untuk ventilasi di sisi Barat;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dan lajur Busway.
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dengan 2 lajur normal dan 1 lajur contra flow dan lajur Busway (shared lane).

11 Februari –15 Maret 2015, penggalian dan pengecoran D-Wall untuk ventilasi di sisi Timur;

1. Jumlah lajur lalu lintas di pertahankan.
2. Akan terdapat 5 lajur kearah selatan (Kota-Sudirman) dengan 2 lajur normal dan 3 lajur contra flow dan lajur Busway.
3. Terdapat 3 lajur kearah utara (Sudirman-Kota) dan 1 lajur Busway.

Petugas Dirlantas Polda Metro Jaya yang bertanggung jawab dalam rekayasa lalu lintas ini, AKP Panto Griyanto menyatakan buka-tutup arus lalu lintas di sekitar jalur pembangunan D-Wall ini tergantung dari jenis pekerjaan proyek. PT MRT disebut Panto akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran kepolisian.

Kami berkoordinasi dengan pihak MRT. Biasanya memberi tahu kami bahwa ini jalan akan ditutup dan tidak akan ditutup mati. Semuanya berkoordinasi (kapan dan mana) ini dibuka-ditutup,” kata Panto dalam kesempatan yang sama.

Menurut Panto, tidak semua lajur akan ditutup. “Nggak, umpamanya ada alat-alat berat dan (jalan) harus ditutup mereka juga mengadakan rapat dengan kita. Baik tim pihak Dishub, Dirlantas, sama pihak MRT. Jadi saling berkoordinasi,” lanjutnya.

Jenis rekayasa yang akan dilakukan dikatakan Panto tergantung permintaan dari PT MRT. Kemungkinan yang akan terjadi dijelaskan Panto hanya penyempitan jalan dengan pengurangan lajur, bukan pengalihan lalu lintas total.

“Pengurangan lajur, misalnya dari yang tadinya 4 menjadi 3, kadang menjadi 2. Jadi untuk dimaklumi masyarakat ini demi kemajuan Ibukota ke depannya lebih baik lagi. Kepadatan akan berkurang dengan adanya MRT,” tutup Panto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s