Daftar Harta Kekayaan Jero Wacik dan Modusnya Memainkan Anggaran


Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik sebagai tersangka kasus korupsi di Kementerian Energi pada Rabu, 3 September 2014. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diserahkan ke KPK pada Februari 2012, Jero memiliki total aset Rp 11,6 miliar dan US$ 430 ribu.

Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp 3 miliar (dengan kurs Rp 11.700 per US$ 1) dibandingkan dengan laporan yang diserahkan Jero ke KPK pada November 2009. Pada 2009, Jero melaporkan kekayaannya sebesar Rp 12,368 miliar dan US$ 50 ribu. Dalam laporan itu, Jero mengaku salah satu asetnya merupakan barang antik bernilai Rp 500 juta.

Sebelumnya, pimpinan KPK, Zulkarnaen, menyatakan surat perintah penyidikan terhadap Jero keluar per 2 September 2014. “Dan meningkatkan status atas nama JW (Jero Wacik) menjadi tersangka,” kata Zulkarnaen di gedung KPK, Rabu, 3 September 2014.

Menurut pimpinan KPK lainnya, Bambang Widjojanto, Jero dijerat pasal pemerasan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menurut Bambang, pasal-pasal yang dikenakan ini mengindikasikan Jero melakukan pemerasan dengan menyalahgunakan wewenang. Atas perbuatannya, negara merugi Rp 9,9 miliar.

Pemerasan yang dimaksud Bambang ialah Jero, ketika menjabat Menteri Energi, merasa membutuhkan dana operasional yang lebih besar daripada biasanya. “Lantas JW melakukan kick back atau usaha menghimpun dana-dana tertentu untuk membiayai ongkos operasional tersebut,” katanya.

Jero belum berhasil dimintai tanggapan tentang penetapan status tersangka terhadap dirinya. Namun, melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Teguh Pamudji, Jero meminta anak buahnya di Kementerian Energi menghormati keputusan KPK. “Kami diminta mengikuti seluruh prosedur dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Teguh.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik diduga memeras selama memimpin Kementerian Energi sejak 2011 dengan menggelar rapat fiktif. “Latar belakangnya, JW (Jero Wacik) memerlukan dana operasional yang lebih besar dari biasanya,” kata Bambang di kantornya, Rabu, 3 September 2014.

Jero merancang rapat yang dana penyelenggaraannya dianggarkan dalam dana operasional Kementerian Energi. Namun ternyata rapat itu tidak pernah terlaksana, sehingga komisi antirasuah menduga hal itu sebagai modus Jero menghimpun dana di kementerian yang dia pimpin. “JW melakukan kick back atau usaha pemerasan lewat aksi tersebut,” kata Bambang.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyebut Jero mencoba menghimpun dana dari rekanan Kementerian Energi atas program yang dikerjakan serta mengumpulkan dana dari kegiatan pengadaan. “Negara merugi hingga Rp 9,9 miliar akibat perbuatan JW,” tutur Bambang.

Jero Wacik akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi anggaran di Kementerian Energi. Ia dijerat dengan Pasal 12e juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 421 KUHP. Ancaman hukuman maksimal atas tindakan tersebut ialah pidana penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Jero belum berhasil dimintai tanggapan tentang penetapan status tersangka terhadap dirinya. Namun, melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Teguh Pamudji, Jero meminta anak buahnya di Kementerian Energi menghormati keputusan KPK. “Kami diminta mengikuti seluruh prosedur dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Teguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s