Pendekar Silat Banten Lakukan Sweeping Untuk Cari Penganiaya Rekannya Hingga Tewas


Warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merasa resah akibat aksi sejumlah pendekar silat yang melakukan sweeping ala polisi guna mencari pelaku penganiayaan terhadap rekan mereka, Mujiono, 30 tahun. Sekretaris Desa Pikatan, Fuad Fauzi, mengatakan aksi sweeping dilakukan oleh para pendekar silat dari Desa Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Mereka adalah rekan-rekan Mujiono, pendekar silat yang tewas dianiaya sejumlah pemuda, yang diduga dari Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi. “Beberapa hari ini kampung-kampung di desa kami dimasuki pendekar asal Srengat,” kata Fuad, Rabu, 3 September 2014.

Menurut Fuad, warga di desanya menjadi sasaran sweeping, karena letak Desa Pikatan dan Desa Kolamayan bersebelahan.

Para pendekar silat itu kerap berkeliling menggunakan sepeda motor sambil sesekali menanyai warga perihal penganiayaan yang terjadi satu pekan lalu. Warga makin ketakutan karena para pendekar juga menyebarkan foto pelaku penganiayaan yang mereka curigai sebagai buronan.Fuad khawatir aksi para pendekar silat itu berubah menjadi amuk massa dan membawa korban karena emosi.

Peristiwa penganiayaan terhadap Mujiono terjadi pada 26 Agustus 2014. Saat itu, Mujiono yang mengendarai sepeda motor melintas di jalanan Desa Kolamayan. Secara tak sengaja sepeda motornya menyerempet rombongan lomba gerak jalan yang memperingati Hari Kemerdekaan RI. Peristiwa itu memantik kemarahan pemuda Desa Kolamayan, yang kemudian menghajar Mujiono. Tubuhnya ditemukan petugas kepolisian dalam keadaan tergeletak di jalan. Tampak luka serius di kepalanya. Diduga, Mujiono dipukul menggunakan batu. Nyawanya tak bisa diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit.

Lambannya polisi yang menyelidiki penyebab kematian Mujiono membuat para pendekar silat asal Srengat itu marah. Mereka mencari sendiri pelaku berdasarkan foto yang diperoleh. “Itu aksi solidaritas pesilat,” ujar salah seorang kerabat Mujiono, Purnomo. Purnomo menyesalkan sikap polisi yang tak kunjung menangkap pelaku untuk meredam kemarahan rekan-rekan Mujiono yang sesama pendekar silat. Hal itu pula yang membuat para pesilat sempat mendatangi Polsek Wonodadi untuk mempertanyakan kasus tersebut.

Hingga saat ini, Polres Blitar belum menetapkan satu pun tersangka. Bahkan, sebelumnya polisi sempat menyatakan Mujiono tewas sebagai korban kecelakaan lalu lintas tunggal. Namun setelah dilakukan visum, polisi baru memulai penyelidikan sebagai kasus pembunuhan. “Kami sudah identifikasi pelaku, yang saat ini melarikan diri,” ucap Kepala Polres Blitar Ajun Komisaris Besar Julia Agustin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s