Megawati Soekarnoputri Gugat Yusman Effendi Karena Rebutan Sebidang Tanah Di Mega Mendung


Pengadilan Negeri Cibinong (PN Cibinong) telah menetapkan tanggal sidang perdana kasus gugatan tanah oleh para ahli waris mantan Presiden Soekarno kepada warga. Salah satu tergugat, Yusman Effendi, mengaku siap menghadapi gugatan tersebut. “Kita hadapi sajalah di pengadilan. Kita juga punya bukti-bukti kuat,” ujar Yusman saat dihubungi, Rabu (3/9/2014).

Yusman juga sudah menunjuk pengacara untuk mendampinginya di persidangan. Yusman berharap gugatan para ahli waris Soekarno akan kandas di pengadilan. “Saya juga sudah ada pengacara untuk hadapi gugatan ini. Saya tidak gentar,” ujarnya. Yusman Effendi sebagai pihak tergugat oleh ahli waris Mantan Presiden Soekarno dalam kasus sengketa tanah di Mega Mendung, Puncak, Jabar mengaku bingung. Yusman bingung lantaran tanah yang dipermasalahkan itu sudah dimiliki sejak lama.

“Ini beli nya kan dari tahun 1998, kenapa baru dipermasalahkan sekarang? Tapi kita hadapi saja ya,” ucapnya. Ahli waris Soekarno yang terdiri M Guntur Soekarnoputra, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, Dyah Permana Rachmawati Soekarnoputri, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan M Guruh Soekarnoputra menggugat para warga yaitu Djaih, Yusman Effendi, Sutikno dan Miranti Tresnaning Timur.

Djaih merupakan orang yang diserahi Soekarno untuk merawat tanah tersebut sejak tahun 60-an. Sedangkan Yusman merupakan pembeli sebagian lahan itu. Adapun Sutikno adalah mantan kepala desa setempat dan Miranti Tresnaning Timur notaris dalam jual beli tanah itu. Keluarga Soekarno menggugat Djaih cs untuk mengosongkan tanah tersebut dalam keadaan baik dan meminta PN Cibinong menghukum para tergugat dan turut tergugat bersama-sama membayar kerugian materil Rp 280 juta dan immateril Rp 10 miliar.

Pengadilan Negeri (PN) Cibinong memastikan sidang perdana penyerobotan tanah Soekarno di Puncak, Bogor akan digelar akhir bulan ini. Megawati dan saudara-saudaranya menggugat Djaih dkk karena dinilai menyerobot tanah warisan Presiden RI pertama itu. “Sidang pertama pada 25 September 2014,” kata Humas PN Cibinong, Dr Ronald Lumbuun, Rabu (3/8/2014).

Mereka yang menggugat adalah seluruh anak-anak Soekarno yaitu M Guntur Soekarnoputra, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, Dyah Permana Rachmawati Soekarnoputri, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan M Guruh Soekarnoputra. Mereka menggugat Djaih, Yusman Effendi, Sutikno dan Miranti Tresnaning Timur. Djaih merupakan orang yang diserahi Soekarno untuk merawat tanah tersebut sejak tahun 60-an. Sedangkan Yusman merupakan pembeli sebagian lahan itu. Adapun Sutikno adalah mantan kepala desa setempat dan Miranti Tresnaning Timur notaris dalam jual beli tanah itu.

Keluarga Soekarno menggugat Djaih cs untuk mengosongkan tanah tersebut dalam keadaan baik dan meminta PN Cibinong menghukum para tergugat dan turut tergugat bersama-sama membayar kerugian materil Rp 280 juta dan immateril Rp 10 miliar. PN Cibinong telah menunjuk 3 hakim untuk mengadili perkara itu. Yaitu hakim Iko Sujatmiko selaku ketua dan Sofie Amri dan Eko Julianto selaku anggota.

Megawati Soekarnoputri dan saudara-saudaranya menggugat warga Puncak, Bogor, atas beralihnya lahan peninggalan Soekarno. Menanggapi gugatan itu, warga mengaku siap menghadapi mantan Presiden RI itu di pengadilan. Lahan yang dimaksud yaitu tanah di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Awalnya tanah itu diserahkan Soekarno kepada Djiah untuk diurus. Namun dalam perjalanannya, tanah tersebut beralih status kepemilikannya. Salah satu orang yang membelinya adalah pengusaha apotek yang berdomisili di Jakarta, Yusman Effendi.

“Saya punya akta dan kekuatan, Akan saya hadapi di pengadilan nanti,” kata Yusman. Saat ditemui di rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan, Yusman mengaku tidak akan menggugat balik. Dia menolak dituding membeli tanah Soekarno secara tidak sah. Ia mengaku hanya membeli lahan seluas 1.000 meter persegi dengan harga Rp 60 juta per meter perseginya. Yusman merasa membeli secara sah dengan bukti Surat Girik Nomor 250 atas nama Djiah.

Pembelian itu terjadi pada 1998 silam. Pria berusia 73 tahun itu mengaku membeli tanah tersebut untuk membantu Djiah, yang ketika itu berniat untuk menunaikan ibadah haji. Surat girik itu diambil Djiah di kantor Desa Cilember. Atas perubahan status kepemilikan tanah itu, seluruh anak-anak Soekarno pun menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Mereka yaitu M Guntur Soekarnoputra, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, Dyah Permana Rachmawati Soekarnoputri, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan M Guruh Soekarnoputra. Mereka menggugat Djaih, Yusman Effendi, Sutikno dan Miranti Tresnaning Timur.

Selain tanah di Desa Cilember, Soekarno memiliki lahan lain seluas 17 ribu meter persegi dengan SHM terpisah, yang berlokasi di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung. Kedua bidang lahan dengan luas total sekitar 30 ribu meter persegi atau 3 hektare itu tersambung, dengan posisi memanjang, dari Desa Cilember hingga Desa Megamendung, yang terpisah kecamatan.

Seluruh putra-putri presiden pertama RI, Soekarno menggugat warga Bogor terkait penyerobotan tanah di Cilember. Atas hal itu, pihak yang digugat menyayangkan hal tersebut. “Terkait apakah benar mereka (tergugat) memalsukan (surat) atau bagaimana, tunggu embuktian di persidangan,” tutur juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Didit Pambudi.
Mereka yang menggugat adalah seluruh anak-anak Soekarno yaitu M Guntur Soekarnoputra, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, Dyah Permana Rachmawati Soekarnoputri, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan M Guruh Soekarnoputra. Mereka menggugat Djaih, Yusman Effendi, Sutikno dan Miranti Tresnaning Timur.

Djaih merupakan orang yang diserahi Soekarno untuk merawat tanah tersebut sedangkan Yusman merupakan pembeli sebagian lahan itu. Adapun Sutikno adalah mantan kepala desa setempat dan Miranti Tresnaning Timur notaris dalam jual beli tanah itu. Keluarga Soekarno menggugat Djaih cs untuk mengosongkan tanah tersebut dalam keadaan baik dan meminta PN Cibinong menghukum para tergugat dan turut tergugat bersama-sama membayar kerugian materil Rp 280 juta dan immateril Rp 10 miliar.

Atas gugatan itu, anak angkat Djaih, Muhammad Rully alias Oman (55) mengklaim justru dirinyalah yang melaporkan adanya penjualan tanah tersebut kepada keluarga Bung Karno. Karena itu, ia menyayangkan gugatan kepada mendiang ayahnya. Oman, yang kini tinggal di rumah Djaih di atas lahan milik Soekarno, berharap keluarga proklamator tersebut mempertimbangkan jasa-jasa ayahnya yang telah menjaga lahan itu mati-matian saat akan direbut tentara di masa lalu. Ia juga mengklaim Djaih pulalah yang membayar pajak lahan Bung Karno selama puluhan tahun meski tak pernah menerima bayaran.

“Kalau memang Bapak (Djaih) menjual dan terima uangnya, rumahnya enggak begini. Saya yang ditugasi Pak Guntur (merawat lahan) juga enggak susah kayak sekarang,” ujar Oman, dengan nada memelas. “Itu saya punya tanah sejak tahun 1998 dan saya buktikan ini tidak ada kaitannya dengan Soekarno,” tegas Yusman. Yusman mengatakan, tanah itu ketika dibeli masih berbentuk sawah dan rawa. Dia pun mempercantik tanah itu hingga bentuknya menjadi bagus. Dia juga membatasi tanah itu dengan pagar supaya tidak diserobot orang lain. “Ini giliran tanah saya sudah bagus sudah bikin cut and fill malah digugat. Enak saja,” tuturnya.

Yusman digugat seluruh ahli waris Soekarno yang terdiri M Guntur Soekarnoputra, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, Dyah Permana Rachmawati Soekarnoputri, Dyah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dan M Guruh Soekarnoputra. Yusman menjadi tergugat bersama Djaih, Sutikno dan Miranti Tresnaning Timur.

Djaih merupakan orang yang diserahi Soekarno untuk merawat tanah tersebut sejak tahun 60-an. Sedangkan Yusman merupakan pembeli sebagian lahan itu. Adapun Sutikno adalah mantan kepala desa setempat dan Miranti Tresnaning Timur notaris dalam jual beli tanah itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s