Kronologi Pembunuhan Ina Winarni Mahasiswi Undip di Perumahan Graha Estetika


Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Undip, Ina Winarni (21) dibunuh di tempat tinggalnya di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang hari Selasa (9/9/2014) lalu oleh buruh bangunan bernama Mustofa. Dari hasil keterangan sementara pelaku yang sudah dibekuk sore tadi dan barang bukti yang diamankan, diduga pelaku sudah merencanakan aksinya. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, kronologi pembunuhan berawal ketika pelaku masuk dari atap lantai dua rumah korban bagian belakang sekitar pukul 11.30.

Setelah masuk ke rumah, pelaku melihat korban dan berjalan mengendap dari belakang kemudian langsung membekap mulut korban menggunakan celana kain yang berada di dekat korban. “Masuk dari belakang di lantai dua. Dari belakang korban lagsung membekap dan mengikat tangan korban menggunakan tambang,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/9/2014) malam.

Setelah tangan korban terikat dan mulut dibekap, korban dibawa ke lantai satu dan dimasukkan ke bawah kolong tempat tidur di kamar paman korban. “Saat dimasukkan ke dalam kolong sudah meninggal,” pungkas Djihartono. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menambahkan, pelaku cukup sadis karena tali yang juga membelit leher korban ternyata sangat kuat hingga diduga pembuluh darah di leher pecah sehingga korban mengeluarkan darah. “Sadis itu, cekikannya keras padahal korban kecil,” tegas Wika.

Usai mengeksekusi korban, pelaku langsung kabur menggunakan motor korban dan membawa smartphone milik korban. Motif sementara pelaku sudah merencanakan aksi tersebut untuk menggasak harta di rumah tersebut. Diberitakan sebelumnya, jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) lalu sekitar pukul 22.00 saat solat di bawah kolong tempat tidur di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang. Kondisi Ina saat itu tewas dengan tangan diikat dan mulut serta hidung disumpal kain.

Saat ini pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut dan mengamankan beberapa barang bukti tali, kain penyekap, Smartphone Samsung, sepatu boots, celana jeans. Sementara itu hingga saat ini motor korban masih ditelusuri keberadaannya karena diduga sudah dijual. Pembunuh mahasiswi Undip, Ina Winarni (21) berhasil dibekuk tim Resmob Polrestabes Semarang. Pelaku bernama Mustofa (31) itu dibekuk di rumah orang tuanya di Kudus sore hari tadi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan pihaknya memerintahkan langsung Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiono, dan Kanit Resmob Polrestabes Semarang, AKP Kadek untuk memimpin penangkapan pukul 16.00 sore tadi. “Wakasat Reskrim dan Kanit Resmob turun langsung. Pelaku ditangkap di Kudus,” kata Wika di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/9/2014) malam.

Pelaku merupakan pekerja bangunan yang sedang menggarap rumah di dekat lokasi rumah yang menjadi tempat kejadian perkara yaitu di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Pedalangan Banyumanik, Semarang. “Dia buruh bangunan. Untuk motifnya nanti masih dikembangkan. Pelaku masih berubah-ubah keterangannya,” pungkas Wika. Diketahui jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) lalu sekitar pukul 22.00 saat solat di bawah kolong tempat tidur. Diduga pembunuhan terjadi sekitar pukul 08.00 sampai pukul 17.00 saat korban di rumah sendiri.

Pelaku pembunuhan mahasiswi Undip, Mustofa (31) sempat berkelit saat dimintai keterangan polisi terkait aksi kejinya terhadap korban yang bernama Ina Winarni (21). Namun Mustofa tidak bisa menghindar ketika rekaman CCTV memperlihatkan dirinya pergi membawa motor korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan CCTV yang berada di tetangga depan rumah korban di Jalan Estetika Raya Blok G 26 merekam saat pelaku keluar rumah itu sambil membawa motor matic korban ke arah kanan. “Terpantau jam 12.30 WIB, tapi setelah itu belum diketahui lewat mana untuk kabur,” kata Wika, Sabtu (13/9/2013). Rekaman CCTV tersebut hanya menunjukkan saat pelaku keluar, sedangkan untuk masuk ke dalam rumah, pelaku memanjat tembok dan masuk lewat bagian belakang rumah di lantai dua. Di situlah pelaku menghabisi korban dengan menjerat dan mengikat korban lalu menyumpal mulut serta hidung menggunakan kain celana yang ada di lokasi.

Usai membunuh dan membawa mayat korban ke bawah kolong tempat tidur, pelaku membawa kabur handphone dan motor korban. Diketahui di perumahan elit tersebut hanya ada satu akses keluar masuk untuk umum yang dijaga petugas keamanan. Diduga pelaku membawa kabur motor korban melewati akses truk yang berbatasan dengan Kelurahan Kramas dan Kecamatan Tembalang.

Diketahui Mustofa adalah pekerja bangunan yang sedang mengerjakan rumah di sebelah rumah korban. Kepala tukang tempat pelaku bekerja, Noor Huda mengatakan tidak tahu kapan tepatnya pelaku masuk ke rumah korban. Ia hanya tahu saat sekitar jam istirahat, jam 12.00-13.00 WIB, pelaku pamit pulang ke Kudus.

“Dia pamit pulang ke Kudus karena sakit pinggang. Barangnya sudah dikemasi,” kata Huda saat ditemui detikcom di Mapolsek Banyumanik Semarang. Sementara itu adik ipar pelaku yang juga buruh bangunan, Harun Arasyid (19) mengatakan tidak tahu kakaknya itu pergi. Ia tahu setelah melihat motor Yamaha Jupiter kakaknya sudah tidak di lokasi kerja.

“Saya masih tidur. Saya tahunya motor sudah tidak ada dan dikasih tahu kalau dia pulang ke Kudus,” ujarnya. Harun menambahkan, kakak iparnya itu memang sering berulah dan mabuk-mabukan. Padahal Mustofa harus membiayai istri dan anaknya yang masih enam bulan. “Ya orangnya seperti itu, kemaki,” tegasnya.

Pelaku sudah ditangkap di rumah orang tuanya di Undaan, Kudus Jumat (12/9) sore kemarin oleh Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Ia kemudian diminta menunjukkan barang bukti motor yang ternyata disembunyikan di Pati. Saat menunjukkan barang bukti tersebut ternyata pelaku berusaha melawan dan kabur hingga terpaksa petugas melepas timah panas ke kaki kiri Mustofa. Hingga saat ini pelaku masih dimintai keterangan untuk mendalami kasus tersebut termasuk dugaan pelaku yang lebih dari satu orang.

“Dugaan Sementara barang bukti motor belum akan dijual, tapi hanya disembunyikan di Pati,” pungkas Wika. Diberitakan sebelumnya, jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) sekitar pukul 22.00 WIB saat salat di bawah kolong tempat tidur di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang. Kondisi Ina saat itu tewas dengan tangan diikat dan mulut serta hidung disumpal kain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s