PT Jasa Marga Tbk Terapkan Sistem Baru Setelah e-Toll Pass Dinyatakan Gagal


PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah melakukan pilot project sistem new e-toll pass dimana kendaraan yang melalui gerbang tol tidak perlu berhenti. Hanya saja sistem baru tersebut mewajibkan pemilik mobil untuk mendaftarkan nomor rekeningnya ke Jasa Marga. ‎Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanudin mengungkapkan, pilot project ini merupakan pengembangan e-toll pass yang sebelumnya telah diperkenalkan perseroan yang menggunakan mesin On Board Unit (OBU) dengan harga Rp 600 ribu per unit.

“Ini tetap menggunakan OBU yang hanya sebesar korek api‎, karena ini tidak pakai kartu, jadi permanen nempel di mobil,” katanya di Investor Submit, Pasific Place, Jakarta, Rabu (17/9/2014). Rekening pemilik mobil perlu didaftarkan karena nantinya OBU yang terpasang di mobil akan secara otomatis memotong saldo rekening tersebut jika melintasi gerbang tol. Dalam pengembangan sistem baru ini, Jasa Marga menggandeng PT Telkom (Persero) sebagai pihak yang akan menggarap teknologi tersebut, termasuk penyedia OBU yang baru.

Hasanudin menambahkan, pengembangan sistem yang baru ini nantinya tidak perlu memperlambat laju kendaraan untuk dapat melintasi gerbang tol, sementara jika sistem lama kendaraan harus ada di kecepatan 20-30 kilometer per jam. “Mau 60 km per jam atau 80 km per jam akan otomatis bisa terbaca, jadi nanti gardu tol itu perlahan akan kita hapuskan kalau sistem ini berhasil, tapi tetap hati-hati, nanti nabrak malahan,” katanya.

‎New e-toll pass ini dalam uji cobanya nantinya diharapkan juga akan bisa terkoneksi ke berbagai perbankan. Sayangnya Hasanudin belum bisa memastikan berapa Jasa Marga akan memberi harga alat tersebut.Kekesalan Menteri BUMN Dahlan Iskan soal transaksi di tol masih menggunakan kartu elektronik atau e-toll, seolah diabaikan pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pasalnya, Jasa Marga tetap merencanakan kewajiban layanan transaksi berupa penggunaan kartu elektronik atau e-Toll kepada pengguna jalan tol. Rencananya akan diterapkan sebelum akhir tahun ini. General Manager Jasa Marga cabang Cawang Tomang Cengkareng, Agus Purnomo mengaku akan menambah 27 Gardu Tol Otomatis (GTO) hingga akhir tahun ini.
“Program tahun ini Cawang Tomang Cengkareng plus ruas jalan tol Prof Dr Ir Sediyatmo tambah 27 gardu tol otomatis. Nanti akan dibikin kebijakan mereka tidak membawa e-toll saya tidak meminta mundur harus beli, mundur mengganggu jalan sebelumnya,” ujarnya di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (12/9).

“Dengan begitu kami harapannya lebih banyak terlayani, GTO ini meningkat e-toll,” tambahnya.

Untuk tahap awal, pihaknya menghadirkan petugas-petugas jalan tol menjual e-toll nominal kecil terlebih dulu dalam melayani transaksi kartu elektronik ini. “Menugaskan SPG menjual upayakan pecahan kecil, Rp 50 ribu” ungkapnya.
Hingga saat ini Jasa Marga telah mengoperasikan gardu tol berjumlah 36 gardu reguler, 6 gardu tandem, 9 gardu Tol Otomatis (GTO) dan 2 gardu tol khusus untuk melayani e-Toll pass.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku malu transaksi tol di DKI Jakarta dan sekitarnya masih menggunakan kartu tol elektronik atau e-toll card. Seharusnya, transaksi tol saat ini sudah menggunakan e-toll pass.

“Penggunaan kartu elektronik yang lama malu-maluin saja, negeri primitif,” ujarnya usai menggelar rapat pimpinan BUMN di Perusahaan Gas Negara (PGN), Jakarta, Kamis (11/9). Dahlan meminta Jasa Marga segera memperbaiki sistem transaksi terbaru itu. “Dijanjikan dalam waktu dua minggu. Satu tol lagi di Halim akan di coba cara baru untuk pertama. Nanti akan saya minta kerja sama dengan perbankan BUMN. saya usulkan integrasi biar tidak malu-maluin,” ungkapnya.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan sistem ‎elektronik toll pass (e-toll) yang sedang diujicobakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dianggap gagal.

‎Kegagalan itu lebih disebabkan karena Dahlan menganggap sistem yang digunakan terlalu kompleks yang mengakibatkan mahalnya perangkat yang digunakan. “‎Saya sampaikan ke Jasa Marga sistem e-toll saya anggap gagal, ganti yang lain, ‎ternyata keinginannya terlalu banyak, jadi sistem itu dan kartunya dirancang supaya bisa dipakai macam macam, restoran, bank. Menurut saya itu terlalu berlebihan sehingga di sistem menjadi berat,” kata Dahlan di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

‎Sistem yang menggunakan On Board Unit (OBU) ini sebelumnya telah diujicobakan oleh PT Jasa Marga Tbk bekerja sama dengan Bank Mandiri sebagai penyedia kartu sejak 2012. Sebenarnya Dahlan sudah memperingatkan kepada Jasa Marga beberapa bulan lalu mengenai kompleksnya penggunaan sistem kartu tersebut hanya saja dirinya masih memberikan waktu kepada Jasa Marga untuk memperbaiki.

Sebagai solusi, Dahlan mengaku lebih baik melanjutkan program e-toll pass dengan menggunakan OBU hanya saja sistemnya lebih disederhanakan. ‎”Saya minta sudahlah sistem pakai yang khusus tol gate saja, tidak usah dibebani bayar-bayar yang lain, supaya jarak sensor bisa lebih jauh, sehingga lewat tidak berhenti,” jelasnya.Tidak hanya itu, Dahlan Iskan menuturkan, kelemahan dari sistem tersebut adalah mahalnya OBU yang dibanderol seharga Rp 600 ribu per unitnya.

Rencananya dalam waktu dua minggu ke depan, sistem e toll pass yang lebih sederhana ini akan diujicobakan di pintu tol Halim Perdanakusuma.PT Jasa Marga membantah tuduhan Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Dahlan Iskan terkait tidak optimalnya perseroan dalam melayani masyarakat, terutama terkait e-toll card dan e-toll pas, yang dipasarkannya tidak sesuai target.

General Manager Jasa Marga, Agus Purnomo mengakui antusias masyarakat terhadap kedua kartu elektronik tersebut memang minim. Tetapi, bisa saja anggapan tersebut, karena produk on board unit (OBU) terlalu mahal. “Sebetulnya yang di katakan pak Dahlan karena masyarakat tidak sesuai harapan beliau. Ini kan upaya Jasa Marga memberikan alternatif layanan lebih nyaman lagi,” ujarnya di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (12/9).

Dia mengakui selama ini pengguna jalan tol lebih menikmati menggunakan uang cash ketimbang model kartu elektronik seperti itu. Saat ini, hanya 13 persen pengguna jalan tol yang menggunakan e-toll card. “Sangat kecil sekali memang, pengguna jalan tol pakai e-toll card hanya 13 persen, sementara pengguna jalan toll pakai e-toll pass di bawah 1 persen,” jelas dia.

Meski pengguna jalan tol yang memakai kartu elektronik tergolong sepi, perseroan tidak bakalan mencabut program pemakaian kartu elektronik tersebut. “Penyediaannya alat OBU nya dari Bank Mandiri, mudahan-mudahan ada terebosan lebih murah, kami sifatnya sistem transaksi yang menyediakan,” ungkapnya.Kekesalan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terhadap PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) lantaran tidak dapat mengelola kartu elektronik atau e-Toll pass membuat dirinya meminta Jasa Margam, menurunkan harga perangkat On Board Units (OBU). Sebab, saat ini harga perangkat ini tergolong mahal sekitar Rp 650 ribu per unit.

“Saya tidak mau konsumennya dibebani kayak Rp 650 ribu, saya juga minta integrasi dengan masyarakat supaya tidak susah,” ujarnya di Gedung DPR, Selasa malam (16/9).

Menurut Dahlan, sistem sensor atau OBU yang harus dipasang di setiap mobil ini juga harus diubah, sebab rentan terhadap cuaca panas yang menyebabkan error sistem sensornya. “Harga yang lebih terjangkau dari harga jual yang sebelumnya sudah di pasarkan,” jelas dia. Selain itu, Dahlan juga Jasa Marga untuk membuat kembali e-Toll card baru. Sebab, banyaknya fungsi dalam kartu tersebut menjadi salah satu tidak maksimalnya penggunaan Gebang Tol Otomatis (GTO).

“Yang lama itu kelemahannya adalah keinginannya terlalu banyak sehingga sistemnya terlalu lambat, keinginan terlalu banyak ini begini oh jadi kartu ini ATM, bisa untuk bayar di restoran, belanja apa, sehingga ini semua bisa diakomodasi jadinya lemot, karena itu yang akan datang jangan dibebani macam-macam tugas,” ungkapnya.

Dahlan mengaku, saat ini pihak Jasa Marga dengan Telkom Indonesia serta perbankan BUMN tengah membuat ulang sistem e-Toll card. Sistem tersebut, nantinya hanya khusus untuk membayar tol saja.”Saya masih menunggu uji cobanya, mungkin satu minggu lagi selesai. Waktu itu dijanjikan 3 minggu, akan ada satu gerbang yang diperbaharui melalui pola baru tidak sama dengan yang dulu. Hitungan saya satu minggu lagi,” katanya.PT. Jasa Marga Tbk harus bekerja keras mencari cara mengurai kemacetan di jalan tol. Strategi terbaru single transaksi dengan brand new e-toll. Namun, untuk menerapkannya harus menunggu sistem yang dibuat oleh PT. Telkom Tbk.

Direktur operasional PT. Jasa Marga, Hasanudin meyakini, single transaksi ini akan meminimalisir antrean panjang di pintu masuk gerbang tol. Dia sesumbar, nantinya setiap kendaraan yang bertransaksi hanya butuh waktu 1 detik.
“Tidak menutup kemungkinan pintu tol itu kemungkinan sistem ini, new e-toll pas. Kemarin bicara dengan direksi Telkom dan sudah merancang sistem ini dan menghitung cepat, nanti 5 Oktober sudah diperkenalkan. Dengan sistem baru akan mendekati 2,8 juta transaksi per hari dan minimalisir kemacetan,” ucap Hasanudin di Jakarta, Rabu (17/9).

Dia menuturkan, selama ini kerap terjadi kemacetan di pintu gerbang tol lantaran waktu yang dibutuhkan untuk transaksi sekitar 10 detik. Penggunaan e-toll card selama ini pun diakui belum mampu mengatasi kemacetan di gerbang tol karena masih banyak warga yang melakukan pembayaran secara manual.

“Masyarakat gunakan e-toll pass belum terlalu tinggi, sedangkan kami mengharuskan bertransaksi lebih cepat dan tanpa henti ini sedang kami kembangkan dan kembangkan new e-toll card,” ungkap dia. Uji coba program ini ditetapkan di pintu tol Kalimalang II. Sistem ini diklaim tidak kalah dengan yang diterapkan di Malaysia. Sistem ini akan menggunakan OBU berukuran lebih kecil dari biasanya.

Alat ini akan dipasang permanen di kendaraan dan transaksi akan terkoneksi dengan rekening pemilik OBU.
“OBU tidak pakai kartu, fungsi gabungan id, link ke multi bank, di daftarkan nomor rekening dulu. Sehingga kalau lewat tol rekening tidak bisa lewat. Multi bank ini kami sudah melakukan pembicaraan dengan Mandiri, BNI dan BRI atau bank yang sudah kerjasama dengan Telkom,” ucap dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s