Lagi … Satpol PP Paksa Siswi ABG Untuk Berbuat Cabul dan Mesum Di Basement Kantor Pemkot Bekasi


Oknum Satpol PP Pemkot Bekasi menjadi pelaku pencabulan terhadap siswi berusia 15 tahun. Pelaku memaksa siswi itu untuk telanjang dan berhubungan intim dengan pacarnya. Namun siswi itu menolak dengan alasan datang bulan. “Pelaku mintanya keduanya berbuat begitu sambil ditonton. Korban perempuan mengaku datang bulan jadi nggak jadi,” ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi AKP Siswo, Selasa (23/9/2014).

Alasan masalah kewanitaan itu pula yang menyelamatkan si siswi dari paksaan untuk telanjang bulat. Sementara pacarnya terpaksa telanjang bulat. Tak berhenti di situ, pelaku memaksa si siswi melakukan oral seks. Keterangan sementara, pelaku tidak menyentuh tubuh si siswi karena alasan datang bulan tersebut.

“Oral seks itu disaksikan sama pacarnya. Pelaku nggak menyentuh, hanya begitu saja,” kata Siswo. Perbuatan cabul oleh oknum Satpol PP Pemkot Bekasi ini terkuak oleh laporan si siswi ke kepolisian. Peristiwa ini terjadi pada Senin (22/9) pukul 01.00 WIB di Kantor Pemkot Bekasi. Siswi dan pacarnya itu dituduh pelaku tengah berbuat mesum di ruang publik, yakni di jembatan layang Kranji, Bekasi. Pelaku memaksa keduanya ikut ke kantor Pemkot Bekasi dengan ancaman akan mengarak kedua korban keliling Kranji, telanjang.

Polisi menangkap pria anggota Satpol PP yang diduga mencabuli siswi berusia 15 tahun. Pria itu mengerjai korban dan kekasihnya pada Senin (22/9) dini hari. Korban yang hendak beli pulsa telepon bersama pacarnya di daerah Kranji diberhentikan pelaku dan dibawa ke kantor Pemkot Bekasi.

“Sudah-sudah ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kompol Ujang Rohanda saat dikonfirmasi, Selasa (23/9/2014). Sang Satpol PP mengamankan korban dan pacarnya ke kantor Pemkot dengan menuding telah melakukan perbuatan asusila. Korban kemudian diminta pelaku melakukan oral seks. Sedang pacarnya, hanya disuruh telanjang saja. Sang pacar pun hanya melihat saja peristiwa itu. Menurut Ujang, pelaku yang ditangkap kemarin sudah diperiksa dan mengakui perbuatannya. “Sudah, sudah mengaku,” jelas Ujang.

Sementara itu Asisten Daerah II Bekasi Aceng Solahudin yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui peristiwa ini. “Belum, belum tahu,” tutup Aceng. Oknum Satpol PP ditangkap polisi karena melakukan pencabulan terhadap siswi berusia 15 tahun di kantor Pemkot Bekasi. Ternyata, tempat kejadian perkara itu adalah tempat ia biasa bertugas.

“Pelaku memang sehari-hari bertugas di kantor Pemkot Bekasi,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi AKP Siswo kepada detikcom, Selasa (23/9/2014). Hal ini tampak dari pelaku yang paham benar ruang-ruang yang sepi di kantor Pemkot Bekasi. Pelaku hingga saat ini masih diperiksa oleh jajaran Reskrimum Polresta Bekasi.

Pencabulan berawal ketika siswi 15 tahun itu bersama pacarnya berjalan menyusuri jembatan layang Kranji, Bekasi, pada Minggu (21/9) pukul 23.00 WIB. Sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (22/9), pelaku datang menghampiri keduanya yang sedang mengobrol di atas jembatan. “Memang di jembatan itu banyak yang pacaran biasanya. Tapi malam itu, memang kedua korban sendirian,” ujar Siswo.

Pelaku lalu mengancam kedua korban diarak keliling secara telanjang dengan tuduhan berbuat mesum. Takut dengan ancaman itu, kedua korban terpaksa ikut pelaku ke kantor tempat ia biasa bertugas. “Sampai di basement kantor Pemkot Bekasi, terjadilah begitu,” kata Siswo. Pelaku memaksa si siswi bersama pacarnya telanjang dan melakukan hubungan intim. Tapi si siswi sedang datang bulan. Hal itu tak membuat niat jahat pelaku hilang, siswi itu malah dipaksa melakukan oral seks kepada pelaku di depan pacarnya.

Siswi berusia 15 tahun selesai membeli pulsa bersama pacarnya berjalan menyusuri jembatan layang Kranji, Bekasi. Namun tiba-tiba seorang anggota Satpol PP menghampiri dan menuduh keduanya berbuat cabul. Siswi dan pacarnya itu membantah. Namun si anggota Satpol PP tersebut mengancam akan mengarak keduanya secara telanjang keliling Kranji jika tidak ikut ke kantor Pemkot Bekasi.

“Dia mengaku petugas tapi pakaiannya Satpol PP. Kalau nggak mau ikut, diancam diarak di Kranji. Makanya korban mau ikut,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi, AKP Siswo, Selasa (23/9/2014). Pelaku memaksa siswi tersebut berboncengan dengan dirinya. Sementara si pacar disuruh mengikuti menggunakan motornya sendiri.

“Sampai di basement kantor Pemkot Bekasi, keduanya disuruh telanjang. Pelaku mintanya si perempuan berbuat begitu sama pacarnya, dan ditonton pelaku,” kata Siswo. Namun hanya si pacar yang telanjang, si siswi menolak. Pelaku lalu memaksa siswi itu melakukan oral seks kepada pacarnya sementara ia menyaksikan. “Sekarang pelaku sedang kita periksa di Mapolresta Bekasi. Sementara pelaku baru satu orang,” kata Siswo.

Pencabulan ini terjadi pada Senin (22/9/2014) pukul 01.00 WIB. Pelaku menuduh pasangan ABG itu berbuat mesum di tempat umum. Sehingga si pelaku membawa keduanya ke kantor Pemkot Bekasi untuk melaksanakan niat jahatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s