Saat Pelajaran Agama Siswi SD Berjilbab Di Bukittinggi Di Hajar Ramai Ramai Diruang Kelas


Sejumlah siswa SD di Bukittinggi Sumatera Barat bertindak kasar ke teman perempuannya. Mereka menghujani temannya dengan pukulan dan tendangan. Ironisnya, aksi itu terjadi saat pelajaran agama. “Kejadiannya sudah lama. Pas pelajaran agama. Gurunya sedang meninggalkan kelas untuk mengajar di sekolah lain,” kata Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Bukittinggi, Erdi melalui telepon, Minggu (12/10/2014).

Berdasarkan konfirmasi, peristiwa terjadi pada 18 September 2014 lalu. Videonya beredar di dunia maya dan membuat heboh. Senin (6/10) lalu, Disdikpora datang sekolah swasta tersebut dan mendalami kejadiannya. Saat kejadian, guru agama meninggalkan kelas dan mengajar di sebuah SMP. “Ada pelajaran tambahan di kabupaten lain, di Agam,” kata Erdi.

Aksi brutal siswa SD itu terjadi di ruang kelas. Dalam video, seorang siswi berada di pojok kelas, lalu jadi sasaran pemukulan dan tendangan teman-temannya secara bergantian. Dia menangis, tapi teman-temannya tak menghentikan aksinya. “Pemicunya hinaan siswi (korban pemukulan) ke temannya. Mungkin maksudnya bercanda, tapi temannya tidak terima,” kata Erdi. Erdi menambahkan kejadian ini sudah ditangani. Korban, pelaku, orangtua, dan pihak sekolah sudah dipertemukan. Kasusnya tidak sampai ke ranah hukum. Kekerasan di SD yang menghebohkan dunia maya, ternyata dilakukan siswa-siswi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat sudah turun tangan.

“Iya benar. Itu kejadian di salah satu SD swasta di Bukittinggi. Korban dan pelaku kelas 5,” kata Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Erdi,, Minggu (12/10/2014). Dalam video yang diunggah ke Facebook, situs Youtube, dan jejaring sosial, seorang siswi SD dijadikan sasaran pemukulan dan tendangan teman-temannya. Siswi berjilbab itu tak berusaha melawan, hanya berupaya menangkis serangan.

Erdi mengatakan, pihaknya mengetahui peredaran video tersebut pada Senin (6/10/2014) lalu. Keesokan harinya, Disdik mendatangi sekolah tersebut. Pihak sekolah, siswa, dan orangtua dikumpulkan. “Rupanya hal itu dipicu hinaan anak (korban pemukulan) ke orangtua temannya. Maksudnya mungkin bercanda, tapi temannya tidak terima. Lalu terjadi seperti itu,” kata Erdi. Aksi brutal sejumlah siswa itu menghebohkan dunia maya. Selama beberapa menit, seorang siswi bulan-bulanan dipukul dan ditendang temannya di sudut ruang kelas. Peristiwa itu jadi tontotan teman sekelas.

Peristiwa mengagetkan terjadi di sebuah SD. Sejumlah siswa ‘menghajar’ siswi di ruang kelas. Videonya beredar luas di dunia maya. Berdasarkan penelusuran, Minggu (12/10/2014), video tersebut diunggah ke Facebook dan situs Youtube. Pengguna Facebook dan Youtube mengaku kaget dan ngeri sebab pelaku dan korban adalah bocah SD. Apalagi peristiwa terjadi di ruang kelas.

Di salah satu video berdurasi 4 menit 15 detik, tampak seorang siswi berjilbab berdiri di pojok kelas. Tak jelas masalahnya, ia jadi sasaran pukulan dan tendangan teman-temannya. Berkali-kali ia menerima pukulan dan tendangan. Siswi korban pemukulan tak melawan. Ia hanya berusaha menangkis serangan teman-temannya yang datang bergelombang. Di akhir video, ia menangis tapi teman-temannya tetap memukul dan menendangnya. Meski di ruang kelas, pelaku pemukulan begitu leluasa. Mereka sempat menampakkan mukanya ke kamera sambil tersenyum seolah tak berdosa. Tak diketahui, siapa yang memgambil gambar aksi kekerasan tersebut.

Aksi brutal sejumlah siswa SD Bukittinggi Sumatera Barat direkam dengan menggunakan ponsel. Darimana siswa mendapatkan ponsel? Ternyata barang itu milik salah seorang orangtua siswa. “Ponsel dicuri dari orangtua salah satu siswa dan dibawa ke sekolah,” kata Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Bukittinggi, Erdi melalui telepon, Minggu (12/10/2014).

Erdi mendapatkan informasi itu setelah Disdik mendatangi sekolah dan mengkroscek video tersebut. Salah satu siswa merekam aksi tersebut, tapi tidak diketahui bagaimana akhirnya video bisa muncul dalam jejaring sosial dan situs Youtube. “Peristiwa (pemukulan) terjadi 18 September, sudah lama. Kami baru tahu (videonya) Senin lalu,” kata Erdi. Erdi memastikan kejadian tersebut ditangani sesuai prosedur. Korban, pelaku, orangtua, dan pihak sekolah dipertemukan. Kasusnya tidak sampai ke ranah hukum.

Di video, sejumlah siswa SD Bukittinggi Sumatera Barat ‘menghajar’ teman perempuannya. Menurut penelusuran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), ada 7 siswa yang terlibat. Ketujuh anak itu mengakui perbuatannya dan meminta maaf. “Total tujuh anak,” kata Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Erdi melalui telepon, Minggu (12/10/2014).

Awalnya, kata Erdi, siswa berkelakar di ruang kelas. Saat itu, guru tengah mengajar di sekolah lain. Salah satu siswi menghina orangtua salah satu siswa. Setelah itu, ia dipukul dan ditendangi teman-temannya bergantian.Di video yang diunggah di jejaring sosial dan situs Youtube tampak seorang siswi dihujani pukulan dan tendangan selama beberapa menit di pojok ruang kelas. Ia berupaya menangkis serangan dan akhirnya menangis. Meski demikian, teman-temannya tak menghentikan aksinya.

“Mereka sudah dikumpulkan. Siswi yang menghina (orangtua siswa) sudah meminta maaf. Begitu juga 7 anak (yang menganiaya) itu,” tutur Erdi. Kejadian ini tak masuk ke ranah hukum karena masing-masing pihak sudah dimediasi. Disdik mempertemukan pihak sekolah, pengawas, siswa, dan orangtua. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang.

Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis marah dengan adanya kasus seorang siswi SD yang ‘dihajar’ oleh rekan sekelasnya. Ismet berjanji akan mengevaluasi dan memberi sanksi kepada sekolah serta guru-guru tersebut. “Saya akan evaluasi sekolah, seluruhnya, termasuk guru-guru,” kata Ismet Minggu (12/10/2014). Menurut Ismet, ada banyak kelalaian yang dilakukan pihak sekolah dan guru terjadi terkait ‘penganiayaan’ siswi SD tersebut. Pihak sekolah dianggap lalai dalam memperhatikan siswa-siswanya.

“Guru agama juga ternyata meninggalkan kelas bukan pada saat jam istirahat,” sambung Ismet. Setelah kasus ini ramai diperbincangkan, Ismeth mengaku langsung memanggil kepala sekolah, guru, orangtua hingga ketua yayasan. Meski persoalan ini sudah didamaikan, namun Ismeth berjanji akan tetap menggelar evaluasi. “Soal sanksi, kita pelajari dulu,” tandasnya.

“Kalau memang lalai, akan diambil tindakan,” tutupnya. Di salah satu video berdurasi 4 menit 15 detik, tampak seorang siswi berjilbab berdiri di pojok kelas. Tak jelas masalahnya, ia jadi sasaran pukulan dan tendangan teman-temannya. Berkali-kali ia menerima pukulan dan tendangan.

Siswi korban pemukulan tak melawan. Ia hanya berusaha menangkis serangan teman-temannya yang datang bergelombang. Di akhir video, ia menangis tapi teman-temannya tetap memukul dan menendangnya.
Meski di ruang kelas, pelaku pemukulan begitu leluasa. Mereka sempat menampakkan mukanya ke kamera sambil tersenyum seolah tak berdosa. Tak diketahui, siapa yang memgambil gambar aksi kekerasan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s