Mantan Karyawan PT. Rajawali Prima Indonesia Bunuh Manager Keuangan dan Kasir Perusahaan Karena Sakit Hati


Dengan didasari rasa sakit hati yang mendalam, JE (21), yang pernah bekerja di PT Rajawali Prima Indonesia, Tamansari, Jakarta Barat, berencana menuntut serta perusahaan tempatnya bekerja. JE diketahui telah membunuh dua rekan kerjanya di sana, yakni Yuyun Herawati selaku manajer keuangan dan Juanita Surjani atau Yoan sebagai staf keuangan. Setelah melakukan tindakan tersebut, menurut JE, tidak ada penyesalan yang timbul dari dirinya.

“Saya justru puas (sudah membunuh). Saya ingin perusahaan itu diadili, akan saya tuntut,” kata JE, Senin (13/11/2014). Pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu dendam dan kesal dengan Yuyun secara pribadi dan juga terhadap pihak perusahaan. Pasalnya, aku JE, dia dijanjikan untuk bekerja sebagai admin HRD dengan segala ketentuan yang telah disepakati. Akan tetapi, tambah JE, perusahaan tidak memperlakukan dia layaknya seorang admin HRD yang menurutnya seharusnya hanya duduk duduk dibelakang meja dan membuat laporan.

JE sering diminta untuk melakukan pekerjaan lain bahkan sampai memaksanya untuk ke warung internet dengan uang pribadinya sendiri tanpa penggantian dari perusahaan. JE pun dijanjikan mendapatkan gaji sebesar Rp 2,2 juta per bulannya dengan masa lima hari kerja selama seminggu.

Di luar itu, JE juga berhak mendapatkan uang makan per hari sebesar Rp 30.000 yang diyakininya tidak pernah dia dapatkan. Dia kini mendekam di tahanan Polsektro Tamansari dan dikenakan pasal 340 subs 338 KUHP tentang merampas jiwa orang lain atau pembunuhan dan pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman mati.

JN, 21 tahun, karyawan PT Rajawali Prima Indonesia (Raprindo), mengaku tidak menyesal membunuh bosnya, Yuyun Herawati. Dia mengaku kesal atas sikap Yuyun yang semena-mena. JN mengatakan perbuatannya itu murni dilandasi rasa sakit hati. “Saya puas, saya ingin perusahaan itu diadili,” katanya saat ditemui di Kepolisian Sektor Metro Tamansari, Senin, 13 Oktober 2014. Pria ini baru sepekan bekerja di Raprindo.

Pria asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini bekerja di bagian pengembangan sumber daya manusia perusahaan tersebut. Selama bekerja di sana, dia mengaku tidak diperlakukan layaknya karyawan kantoran. JN membayangkan tugasnya adalah hanya duduk duduk di belakang meja dan membuat laporan. Nyatanya, dia malah disuruh-suruh, seperti pegawai rendahan atau kurir. Bahkan untuk makan dan memenuhi kebutuhan lain dia harus menggunakan uang sendiri. “Padahal harusnya ada jatah makan Rp 30 ribu sehari,” katanya.

Awalnya, dia ingin membunuh bosnya pada hari ketiganya bekerja di Raprindo. Karena satu alasan, JN mengurungkan niatnya. Rencananya baru benar-benar dijalankan pada Sabtu lalu. Tak hanya Yuyun, karyawati lain perusahaan itu, Yuniati Suryana, juga dia bunuh. Kepala Kepolisian Sektor Tamansari Ajun Komisaris Besar Tri Suhartanto mengatakan JN dikenai pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang berujung kematian. “JN terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup,” katanya. Saat menangkap JN, polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti ponsel dan uang tunai Rp 8,2 juta.

Seorang pemuda ditangkap karena membunuh dua karyawati PT Rajawali Prima Indonesia (Raprindo). Pemuda berinisial JN, 21 tahun, itu baru sepekan bekerja di perusahaan yang beralamat di Jalan Keamanan Nomor 14, kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat, tersebut. Kepala Kepolisian Sektor Tamansari Ajun Komisaris Besar Tri Suhartanto mengatakan korban JN adalah Kepala cabang Raprindo, Yuyun Herawati, dan kasir bernama Yuniati Suryana. Keduanya ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan pada tubuh mereka. “Kejadiannya Sabtu lalu,” kata Tri, Senin, 13 Oktober 2014.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Tri, pembunuhan itu dilakukan lantaran JN sakit hati terhadap manajemen perusahaan. Untuk bekerja di perusahaan itu, tersangka diharuskan menyerahkan uang Rp 600 ribu. Manajemen berjanji uang itu dikembalikan setelah tersangka bekerja. Belakangan tersangka menilai janji itu tidak ditepati manajemen. Selain itu, dia juga merasa tertipu karena uang makan sebesar Rp 30 ribu yang dijanjikan tidak pernah dia terima. Pekerjaan yang harus dia jalankan tidak seperti tugas karyawan kantoran. “Dari situlah dia merencanakan pembunuhan. Bahkan, JN punya keinginan membunuh semua karyawan di kantor itu,” kata Tri.

Awalnya rencana itu akan dijalankan pada Rabu lalu. Namun tersangka menunda pelaksanaan rencana itu hingga Sabtu. Tersangka datang ke Raprindo sekitar pukul 07.00. Saat itu baru Yuniati yang ada di perusahaan. JN sempat mengajak Yuniati mengobrol masalah pekerjaan sambil menunggu Yuyun yang masih dalam perjalanan menuju kantor.

Yuyun tiba di kantor pada pukul 08.00. JN lalu mengeluarkan sebilah pisau dapur dari ranselnya dan menghampiri perempuan itu. Tanpa banyak tanya, dia menghunjamkan pisau itu berkali-kali ke tubuh Yuyun. Yuniati berteriak saat melihat perbuatan JN. Namun teriakannya justru menjadi malapetaka. JN berbalik dan menyerang Yuyun. Kedua perempuan itu tewas seketika.

Teriakan Yuniati ternyata terdengar oleh seorang sopir bajaj yang kebetulan melintas di depan kantor itu. Ia segera melaporkan teriakan itu kepada pengurus lingkungan setempat. “Polisi datang setelah dihubungi ketua RW,” ujar Tri. Polisi tidak kesulitan menangkap JN yang saat itu bersembunyi di sebuah gentong di samping kantor Raprindo. “Tersangka masih kami periksa,” kata Tri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s