Teller BRI Cantik Diduga Kabur Dengan Pacar Karena Tidak Direstui Keluarga


Kasus hilangnya Khusna Rofiqoh (24), teller Bank BRI Unit Mendut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah lambat laun mulai terkuak. Diduga warga Dusun Clapar, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang itu dibawa kabur oleh pacarnya berinisial YHN warga Klaten, Jawa Tengah karena hubungan asmara keduanya tidak disetujui oleh orang tua Khusna.

Selain itu, latar belakang perbedaan agama juga menjadi penyebab hubungan keduanya tidak direstui sehingga keduanya nekat melarikan diri. YHN beragama Katholik sementara Khusna gadis cantik berkerudung yang dilaporkan keluarganya hilang diduga diculik ini beragama Islam.

Pernyataan itu disampaikan oleh Amir AR, Paman Khusna saat dihubungi merdeka.com Rabu (15/10) malam tadi. Amir menyatakan keyakinan bahwa keponakannya dibawa kabur oleh pacarnya YHN ke Klaten karena sekitar sepekan yang lalu, Kantor BRI Cabang Mendut, Kabupaten Magelang menerima surat pengunduran diri Khusna sebagai pegawai bagian teller BRI Cabang Mendut.

“Surat pengunduran diri yang diterima BRI melalui via pos ada stempel pos wilayah Klaten. Besar kemungkinan keponakan saya melarikan diri bersama pacarnya itu ke Klaten,” ungkap anggota Amir yang juga anggota Provost TNI-AD Kodim Magelang berpangkat Serka ini.

Amir berharap YHN sang pacar Khusna mengizinkan keponakannya pulang kembali untuk bertemu keluarganya di rumah. Bahkan untuk meyakinkan keluarga Khusna, Amir Selasa (14/10) malam sudah merapatkan dengan pihak keluarga agar persoalan agama tidak dijadikan masalah penyebab kaburnya Khusna.

“Saya sampai menjelaskan kepada orangtua dan semua saudara keponakan saya soal Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan yang menyebabkan semua masalah ini terjadi. Boleh beda agama, tapi soal keyakinan biar mereka berdua yang menentukan. Saya juga meyakinkan kepada keluarga yang terpenting saat ini bagi keluarga adalah Khusna bisa pulang ke rumah dengan sehat dan tanpa terjadi apapun pada dirinya,” ungkapnya.

Amir berharap, YHN sang pacar juga tidak usah khawatir terkait soal laporan kepada pihak kepolisian tentang penculikan yang menimpa Khusna. Selama Khusna bisa pulang, pihak keluarga juga sudah merundingkan kemungkinan untuk mencabut laporan polisi soal kasus dugaan penculikan yang menimpa Khusna.

“Kalau memang tidak diculik, pulanglah Khusna. Nomor handphone saya 081328161510. Pak De (paman) siap menerimamu untuk pulang ke rumah kembali. Yang terpenting kamu saat ini adalah pulang dalam kondisi sehat wal afiat. Soal hubungan keduanya bisa dibicarakan secara kekeluargaan dengan kedua pihak keluarganya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s