Jakarta Alami Masa Transisi Ke Musim Hujan Bulan Oktober


Setelah panas terik sebulan terakhir, mendung dan hujan mulai turun di wilayah selatan Jakarta dan sekitarnya pada Senin (13/10) kemarin. Pertengahan Oktober akan menjadi masa transisi musim kemarau ke musim penghujan. Soal masa transisi itu disampaikan Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Ribudiyanto.

“Kalau kita lihat klimatologi, untuk daerah Depok, Cibinong arah selatan itu awal musim penghujannya bulan Oktober pertengahan. Kalau Jakarta awal November,” kata Kukuh, Selasa (14/10/2014). Tanda-tandanya akan dimulai dengan adanya hujan lokal. Proses transisinya juga tidak merata, tetapi lebih didahului dari wilayah selatan lalu ke utara.

“Intensitasnya cenderung hujan lokal, tidak terlalu luas,” jelas Kukuh. Terhadap masa transisi, Kukuh menginnatkan tentang potensi hujan badai. “Justru perlu diwaspadai adalah angin kencang dan puting beliung. Mungkin kalau daerah kemiringan yang cukup tinggi, habis kemarau dia kering terus ada hujan lebat, perlu waspada ada tanah longsor,” ucapnya. Kukuh menambahkan, untuk suhu Jakarta minggu ini akan berkisar diangka 33-34 derajat Celcius. Suhu ini beberapa derajat lebih kecil dibanding dua hari sebelumnya yang berada di angka 36 derajat.

“Suhunya relatif berkurang,” kata Kukuh.

Cuaca cerah hingga berawan diperkirakan akan terjadi di Jakarta sepanjang hari ini. Walau begitu, potensi terjadi hujan ringan masih ada. Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (21/10/2014), wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat diperkirakan akan berawan sepanjang hari. Sementara hujan dengan intensintas ringan diperkirakan mengguyur Kepulauan Seribu dan Jakarta Selatan di siang hari.

Untuk wilayah Jakarta Timur diprediksi hujan akan mengguyur menjelang malam hari. Demikian juga yang diprediksi akan terjadi di Depok dan Bogor yang turun hujan sejak siang sampai malam hari. Sementara itu wilayah Tangerang akan diguyur hujan ringan pada siang hari saja. Sedangkan wilayah Bekasi cuaca diperkirakan mendung sepanjang hari.

Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Jakarta pada siang hari begitu panas. Udara kering serta sengatan matahari terasa berlebihan. Mengapa cuaca panas di Jakarta begitu ekstrem? Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto mengatakan, di sebelah utara Papua, ada siklon tropis. Tekanan udara ini akan menarik uap air ke arah siklon.

Di langit Jakarta, kata Kukuh, sebenarnya sudah beberapa kali tertutup oleh awan. Namun karena adanya siklon tropis itu, maka uap air tidak sampai berubah bentuk menjadi hujan. “Panasnya karena nggak ada awan atau uap air. Radiasi matahari jadi maksimal karena nggak ada daya serap atau filter istilahnya,” kata Kukuh saat berbincang, Minggu (12/1/2014).

Keberadaan pohon seharusnya bisa menangkal radiasi sinar matahari yang masuk ke bumi. Namun semakin berkurangnya pohon, sedikit pula radiasi yang terserap. Musim kemarau ini diprediksi akan berakhir mulai pertengahan Oktober hingga November. Depok dan Jakarta Selatan akan menjadi wilayah yang pertama kali disapa oleh hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s