Monthly Archives: October 2014

Kronologi Sukhoi TNI AU Cegat dan Paksa Pesawat Australia Mendarat


Dua pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara jenis Sukhoi SU-30 MK2 memaksa sebuah pesawat yang dikemudikan dua warga negara Australia mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, kemarin. Pesawat sipil berjenis Beachcraft 95 berwarna putih itu terbang tanpa izin melintasi wilayah udara Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan pesawat sipil berkode FHRLS DE55 tersebut bertolak dari Darwin, Australia, menuju Cebu, Filipina. Awalnya pesawat bermesin baling-baling ganda itu terdeteksi oleh Satuan Radar 245 Saumlaki di Pulau Yamdena, Maluku Tenggara Barat, sekitar pukul 06.59 WIT.

“Satuan Radar Saumlaki mencoba cek perizinan pesawat, tapi hasilnya nihil,” kata Hadi saat dihubungi, Kamis, 23 Oktober 2014. Satuan Radar Saumlaki lantas berkoordinasi dengan petugas di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk menginterogasi pilot pesawat asing itu melalui kontak radio. Hasilnya sama, kedua pilot pesawat itu tak mengantongi satu pun surat izin melintas di Indonesia.

Sesuai standar tugas TNI AU, Hadi melanjutkan, pesawat tempur dikerahkan untuk mengejar pesawat Beachcraft itu. Dua unit pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang dikemudikan Mayor Wanda, Mayor Fauzi, Letnan Satu Idris dan Letnan Satu Ali pun mengudara dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Melesat dengan kecepatan tinggi, kedua Sukhoi mengepung pesawat Beachcrat hanya dalam waktu beberapa menit.

Pilot-pilot tempur TNI AU pun meminta pesawat Beachcraft untuk mendarat di landasan terdekat, yakni di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Pesawat asing itu mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi sekitar pukul 10.53 WIT. “Di bawah, puluhan prajurit TNI sudah siap mengamankan penumpang pesawat,” kata Hadi.

Usai mendarat, baru diketahui bahwa pesawat itu hanya ditumpangi dua orang, yakni Jacklin Graeme Paul sebagai pilot dan Maclean Richard Wanye sebagai kopilot. Kedua orang itu lantas diperiksa oleh penyidik pegawai negeri Bandara Sam Ratulangi. Penyidik akan menginterogasi tujuan, maksud, dan alasan kedua warga negara Australia itu melintas di Indonesia tanpa izin. “Selanjutnya pesawat asing diamankan di Bandara Sam Ratulangi dan kedua Sukhoi pulang ke markas mereka di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar,” kata Hadi.

Pesawat jet tempur Sukhoi milik TNI AD memaksa pesawat Australia jenis BV 95 Beechcraft berkekuatan 101 knot untuk mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, Rabu, 22 Oktober 2014. Pilot Sukhoi sempat mengunci sasaran pesawat Australia untuk ditembak lantaran menolak mendarat. “Kami sudah lock pesawat itu. Jika ada perintah menembak saya langsung tembak. Tapi alhamdulillah rupanya si pilot takut juga dan akhirnya mau mendarat di Manado,” kata pilot pesawat Sukhoi yang melakukan pengejaran, Mayor Penerbang Wanda Suriansyah, Kamis, 23 Oktober 2014.

Pesawat Australia yang diterbangkan Jacklyn Grame Paul dan Maclean Richard Wayne itu tidak memiliki izin untuk terbang di wilayah udara Indonesia. Pesawat tersebut akhirnya dipaksa mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado setelah dikawal selama empat jam oleh pesawat Sukhoi. Suriansyah mengatakan mereka langsung mencegat pesawat Australia tersebut di wilayah Makassar. Pesawat Australia tersebut langsung diperintahkan untuk mendarat di Ambon sebagai lokasi terdekat setelah terdeteksi dalam radar. Namun, pilot pesawat Australia mengabaikan instruksi tersebut.

Karena menolak mendarat di Ambon, pesawat Australia tersebut langsung dikunci untuk ditembak. “Posisinya ketika saya lock itu ada 250 kilometer sebelah timur tenggara Manado,” kata Suriansyah. Selama empat jam, pesawat jet tempur Sukhoi milik TNI AD mengawal pesawat Australia jenis BV 95 Beechcraft berkekuatan 101 knot, Rabu, 22 Oktober 2014. Pesawat Australia yang diterbangkan Jacklyn Grame Paul dan Maclean Richard Wayne itu dipaksa mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado.

“Terdeteksi pertama kali di Makassar,” kata Komandan Landasan Udara Sam Ratulangi Kolonel Penerbang Hesly Paath, Kamis, 23 Oktober 2014. Menurut Hesly, pesawat tersebut tidak memiliki izin untuk melintas di wilayah udara Indonesia. Karena itu, pesawat tersebut diperintahkan melapor dan mendarat. Namun, perintah tersebut tak diindahkan. Hesly mengatakan setelah empat jam melintas di Ambon, Kupang, dan seterusnya, pesawat Australia itu akhirnya berhasil dipaksa turun di Manado.

Pilot pesawat Sukhoi yang melakukan pengejaran, Mayor Penerbang Wanda Suriansyah, mengatakan jika mereka langsung menghalangi pesawat Australia tersebut ketika dideteksi berada di wilayah Makassar. Menurut Suriansyah, pesawat Australia tersebut awalnya diperintahkan mendarat di Ambon, sebagai lokasi terdekat setelah terdeteksi dalam radar. “Tapi karena psikologis orang Australia yang agak keras kepala, dia tak indahkan permintaan itu,” kata Suriansyah.

Pembunuhan Sadis Satu Keluarga Di Jombang Didalangi Oleh Karyawannya Sendiri


Polisi melakukan otopsi terhadap tiga korban pembunuhan terdiri dari ibu dan dua anak-anaknya yang masih bocah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu malam, 22 Oktober 2014. Pembunuhan yang terjadi Rabu dinihari itu menyisakan si ayah kini kritis dan bocah dua tahun, si bungsu, terancam sebatang kara.

Otopsi dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Ketiga korban adalah Delta Fitriani, 34 tahun, Rifan, 11 tahun, dan Yoga, 9 tahun. Ketiganya adalah anggota keluarga dari Hendriadi, 40 tahun, pemilik sebuah toko pakaian. “Korban meninggal akibat luka bacok dan tusuk terutama di bagian ulu hati dan perut,” kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Lely Bachtiar, Rabu, 22 Oktober 2014.

Pembunuhan sadis itu terjadi di rumah korban di Perumahan Sambong Permai Blok E Nomor 11, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu dinihari. Tersangka pelaku adalah Ikhsan, bekas karyawan yang menyewa rumah di perumahan yang sama. Informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa Ikhsan kesal karena beberapa kali dituduh mencuri pakaian di toko milik korban saat ia bekerja sebagai penjaga toko. Ikhsan sudah lima tahun bekerja di toko Hendriadi dan baru saja berhenti.

Kepada polisi, Ikhsan menceritakan mendatangi rumah Hendriadi pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Ikhsan dan Hendriadi terlibat cekcok. Ikhsan lalu pulang dengan kondisi marah. Sekitar pukul 24.00 WIB, Ikhsan yang sudah gelap mata datang kembali ke rumah Hendriadi dengan membawa sejumlah senjata tajam. Ikhsan sempat mencongkel jendela rumah korban untuk masuk. Namun ternyata pintu rumah korban tidak terkunci dan ia masuk lewat pintu.

Mendengar suara jendela dicongkel, istri Hendriadi, Delta Fitriani, terbangun. Melihat Ikhsan masuk rumahnya, Delta teriak minta tolong. Ikhsan yang panik langsung menusuk korban hingga tewas. Teriakan Delta didengar dua anaknya, Rivan dan Yoga. Keduanya terbangun dan teriak minta tolong karena melihat ibunya bersimbah darah. Ikhsan pun langsung menusuk keduanya hingga tewas.

Terakhir, Hendriadi terbangun dan sempat melakukan perlawanan. Hendriadi juga teriak minta tolong sambil memekikkan takbir. Teriakan Hendriadi didengar para tetangganya. Mereka langsung menuju rumah korban dan menyelamatkan Hendriadi. Warga juga menemukan tiga korban tewas dan satu lagi, Clara, dua tahun, putra bungsu Hendriadi-Delta selamat karena tidak terbangun.

Meski melarikan diri, Ikhsan akhirnya tertangkap warga sekitar. “Pelaku bisa ditangkap dan sudah kami amankan di Polres,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Harianto Rantesolu.
Adapun Ikhsan mengaku kesal karena beberapa kali dituduh mencuri saat jadi penjaga toko pakaian korban. Dari tangannya polisi menyita tiga senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi para korban, antara lain sabit, sangkur, dan pedang.

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ikhsan Pratama, 19 tahun, bakal menghadapi ancaman hukuman mati. Sebab, tindakan kejinya terhadap keluarga bekas majikannya, Hendriadi, 40 tahun, itu diduga telah dirancang. “Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati,” kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Lely Bachtiar, Kamis, 23 Oktober 2014.

Istri Hendriadi, Della Fitriani, 36 tahun, serta dua anak mereka, Rivan Hernanda, 11 tahun, dan Yoga Saputra, 9 tahun, tewas di ujung senjata Ikhsan. Adapun Hendriadi, yang menjadi sasaran utama pembunuhan, berhasil selamat. Hendriadi mengalami luka berat dan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang. Anak bungsu mereka, Nazwa, 2 tahun, serta dua keponakan Hendriadi, Desi, 18 tahun, dan Susi, 20 tahun, tak diusik karena tidur di kamar belakang.

Lely mengatakan polisi telah memeriksa kondisi kejiwaan tersangka. Hasil pemeriksaan menyatakan tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. “Tersangka melakukan pembunuhan secara sadar. Motifnya karena dendam pada korban,” kata Lely. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang Ajun Komisaris Harianto Rantesolu menambahkan, Ikhsan mengaku pembunuhan tersebut telah dia rencanakan. “Tersangka dendam pada korban yang menuduhnya mencuri di toko,” katanya. Polisi mengamankan tiga senjata tajam yang digunakan tersangka, yaitu sabit, pedang, dan sangkur.

Hendriadi adalah pemilik sebuah toko pakaian di Jombang. Dia dan Ikhsan sama-sama perantau dari Padang, Sumatera Barat. Ikhsan sudah lima tahun bekerja sebagai penjaga toko Hendriadi, namun berhenti karena tak betah dituduh mencuri. “Saya dua kali dituduh mencuri,” kata Ikhsan, yang ditahan di Polres Jombang

Bangkai Kapal Perang Amerika USS Houston Ditemukan Tenggelam Di Selat Sunda


Sejumlah arkeolog bawah laut Angkatan Laut Amerika Serikat dan tim penyelam TNI AL dalam penelitian terhadap sebuah bangkai kapal di dasar Laut Jawa pada Juni lalu akhirnya menyimpulkan bahwa bangkai kapal itu sesuai dengan identifikasi kapal perang AS, USS Houston (CA 30), yang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Mereka juga menemukan bukti kuat bahwa situs peninggalan tersebut pernah diusik oleh pihak yang tidak berwenang.

“Kami berterima kasih kepada mitra-mitra dari Indonesia yang telah mendukung upaya menjaga USS Houston,” kata Komandan Armada Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dilansir dalam siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, Selasa, 19 Agustus 2014.

Sebagai bagian dari rangkaian latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2014 Juni silam, penyelam AL AS yang tergabung dalam tim Mobile Diving and Salvage Unit One, Kompi 1-5, bersama personel TNI AL, memeriksa bangkai kapal tersebut. Mereka melakukan 19 kali penyelaman dan menandai kedua ujung kapal dengan pelampung dan mendokumentasikan sisi kiri dan geladak kapal dengan video.

Data-data yang masuk dikaji oleh dinas kesejarahan AL AS (Naval History and Heritage Command). Kesimpulan mereka: bahwa bangkai kapal tersebut sesuai dengan identifikasi USS Houston.

Situs tenggelamnya USS Houston merupakan salah satu lokasi menyelam paling populer. Namun, situs itu juga merupakan “tempat beristirahat”-nya sekitar 700 awak kapal dan marinir. Hasil pengkajian juga menunjukkan orang-orang yang tidak berwenang telah melepaskan paku keling lambung kapal dan pelat besi dari kapal perang tersebut. Pihak AS dan Indonesia tengah bekerja sama untuk merancang langkah-langkah pencegahan agar situs itu tidak diusik lagi.

Pada 11 Juni, di sela-sela aktivitas survei, tim gabungan AS-Indonesia juga melakukan upacara tabur bunga untuk mengenang mereka yang telah gugur. Upacara ini dipimpin oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Kristen Bauer.

Hasil pengkajian juga mengungkapkan “barang bukti memperlihatkan penemuan amunisi yang belum diledakkan yang diambil dari bangkai kapal oleh pihak yang tidak berwenang, meresahkan keselamatan dan keamanan publik” dan “terdapat rembesan minyak yang masih aktif dari paku keling lambung kapal”. Para arkeolog bawah laut masih mengkaji data penyelaman tersebut dan laporan terakhir dijadwalkan rampung pada musim gugur tahun ini.

USS Houston, yang diberi julukan Hantu Berderap Pesisir Jawa, karam dalam Pertempuran Selat Sunda pada 1942, ketika Perang Dunia II berkecamuk. Komandan kapal Kapten Albert H. Rooks yang gugur dalam pertempuran itu dianugerahi Medal of Honor atas jasa kepahlawanannyayang luar biasa, sedangkan USS Houston dianugerahi dua bintang perang dan Presidential Unit Citation.

Ribuan Koin China Kuno Ditemukan di Sungai Komering


Ribuan koin kuno ditemukan penambang pasir di Desa Negeri Agung, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 18 Oktober 2014. Temuan tersebut diduga merupakan mata uang Cina kuno yang menjadi alat pembayaran pada abad ke-10.

“Hari ini (temuan itu) kami konsultasikan kepada pihak Balai Arkeolog (Palembang),” kata Ketua Jaringan Masyarakat Adat Komering (Jamak) OKU Timur Leo Budi Rachmadi, Rabu, 22 Oktober 2014.

Menurut Leo, ribuan keping koin yang beratnya mencapai 25 kilogram ditemukan penambang pasir di Sungai Komering sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu lalu. Saat itu, warga dikagetkan dengan suara tak lazim yang keluar dari penyedot pasir. Warga setempat makin takjub ketika mendapatkan uang receh berwarna hitam dan kekuning-kuningan.

Saat ini Jamak OKU Timur, sedang menginventarisasi koin Cina kuno itu. Leo Budi mengatakan pihaknya membawa 11 keping koin dengan motif bebeda. Tujuannya meminta pendapat dari para ahli. Selain itu, hari ini mereka akan menemui tokoh Tionghoa untuk memahami hasil temuan itu.

Leo menunjukkan kepingan koin dengan motif berbeda namun dengan ukuran sama. Pada salah satu sisi koin terdapat tulisan Cina. Sementara pada bagian tengah koin terdapat lubang persegi empat.

Dari warnanya cokelat kehitam-hitaman dan kuning kehitam-hitaman, sepertinya koin terbuat dari tembaga dan kuningan. “Tulisan dan warnanya tidak sama dari sampel yang kami bawa ini,” kata Leo.

Sekelompok Remaja Psikopat Lempar Pengendara Motor Hingga Tewas Di Jalan Raya Pondok Kopi


Nina (23) seorang wanita muda tewas akibat terkena lemparan batu dari sekelompok remaja yang sedang nongkrong di depan mini market di Jalan Raya Pondok Kopi RT 02/03 Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (19/10) dini hari. Nina, jatuh dari sepeda motor setelah terkena lemparan batu dan terseret aspal hingga luka parah di bagian kepala.

Kanit Reskrim Polsek Metro Duren Sawit AKP Chalid Thayib mengatakan, saat kejadian Nina tengah mengendarai sepeda motor dengan memboncengi Lia (17) yang merupakan teman korban. Saat melintas di sebuah mini market di tempat kejadian, ada salah satu anak-anak yang nongkrong di depan mini market tersebut.

Tiba-tiba, lanjutnya, orang yang sedang nongkrong tersebut, melempar batu ke arah korban dan mengenai kepala sebelah kiri korban. Sepeda motor yang dikendarai korban oleng ke kanan dan terjatuh di atas trotoar. “Kepala korban terbentur trotoar dan luka parah di bagian kepala, luka lecet pada tangan dan kaki, sedangkan, kawannya, Lia, mengalami lecet pada siku tangan kanan dan dengkul kaki kanan,” kata Chalid.

Korban, tambahnya, ditolong oleh pengendara mobil pikap warna hitam yang melintas kemudian dibawa ke RS Islam Pondok Kopi. “Tapi akhirnya korban meninggal dunia pada pukul 08.00 WIB pagi,” katanya.

Sementara itu, pihaknya terus menyelidiki dan mencari kurang lebih 5 orang yang nongkrong dan melempar batu saat itu.

Puluhan Oknum Anggota TNI Serbu Pasar Kramat jati Karena Tidak Terima Dinasehati Satpam


Puluhan oknum TNI melakukan penyerangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (20/10/2014) malam. Kejadian diduga berawal dari rasa tidak senang oknum TNI karena ditegur oleh satpam. Mereka ditegur ketika salah jalan, saat hendak ke luar pasar.

“Awalnya sekitar pukul 16.00 (Senin), ada anggota TNI naik mobil dinas, di situ ada tiga orang. Dia salah jalan, mau keluar malah lewat jalan masuk. Akhirnya, ditegur sama satpam,” kata salah satu pedagang yang menolak namanya disebutkan, Selasa (21/10/2014) siang.

Saat ditegur, oknum TNI itu justru membentak satpam tersebut. Ia tidak terima ketika disuruh memutar arah. “Satpam berinisial Al minta mobil itu untuk putar arah. Oknum TNI malah marah-marah, ‘Memangnya kenapa? Saya ini anggota, saya lagi buru-buru’. Namun, Al tetap meminta agar mobil itu memutar balik,” kata pedagang itu.

Mendapatkan perlakuan tersebut, mereka lalu adu mulut. Akhirnya, salah satu oknum TNI turun dari mobil dan memukul Al.

Trauma
Penyerbuan itu menyisakan trauma bagi pedagang. Sebab, mereka menyaksikan langsung aksi mencekam itu. “(Oknum) tentaranya banyak banget. Semua orang di sini hanya bisa ngeliatin doang. Enggak ada yang berani ngebantuin satpam yang dipukulin,” kata salah satu pedagang rokok di kawsan itu yang juga menolak disebutkan namanya.

Terlebih lagi, lanjut pedagang rokok ini, salah satu oknum tersebut mengambil stik golf untuk memukul tukang parkir yang ada di sana. Para satpam dan petugas parkir pun mengalami luka parah. “Mereka semakin marah karena satpam yang pertama kali melarang sudah enggak ada di sini. Sampai ada yang mukulin pakai stik golf. Korbannya bernama Zainal, kena pukul stik golf, luka parah, giginya rontok, mukanya hancur,” katanya.

Akibat luka tersebut, Zainal dilarikan ke Rumah Sakit UKI, Jakarta Timur. Sementara itu, korban lain yang juga mengalami luka adalah Eko, Deni, Dwi, serta petugas parkir bernama Marbun dan Edi.

Diserahkan ke polisi militer
Polisi mengatakan, kasus ini telah ditangani oleh polisi militer salah satu kesatuan TNI. “Kasusnya sudah ditangani kesatuannya, silakan dihubungi,” kata Kapolsek Metro Kramatjati Kompol Handini. Kapuspen TNI Mayor Jenderal Mochamad Fuad Basya mengatakan, institusinya akan menindaklanjuti informasi penyerbuan ini. “Panglima TNI telah memerintahkan penyelidikan, apakah benar kasus tersebut melibatkan anggota TNI,” kata Fuad Basya saat dihubungi.

Jika memang terbukti, kata Fuad, maka oknum TNI tersebut akan langsung ditindak. “Perintah dari beliau, jika memang ada yang terlibat, segera ditindak. Sanksinya pasti akan diberikan,” kata Fuad Basya.

Daftar 10 Kota Yang Paling Macet Di Indonesia … Bogor Juaranya


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis beberapa kota termacet atau lalu lintas terpadat di Indonesia. Peringkat teratas ditempati Kota Bogor, Jawa Barat. Kapuslitbang Darat dan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Yugi Hartiman mengatakan, Jakarta adalah satu di antara beberapa kota yang lalu lintasnya membutuhkan perhatian lebih.

“Kota yang perlu lalu lintasnya perlu mendapat perhatian seperti itu,” kata Yugi ditemui di diskusi mengenai ERP di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/10/014). Dari data Direktorat BTSP Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, rata-rata kecepatan kendaraan di Jakarta berkisar di angka 10-20 km per jam. Sedangkan volume per kapasitas (v/c) rationya mencapai 0,85%.

VC ratio adalah volume to capacity ratio, artinya, volume kendaraan sudah mendekati kapasitas jalan yang ada. Lalu lintas dalam kondisi krusial jika VC ratio mencapai di atas 0,70%, maka kondisinya makin padat/macet. “Kecepatan rendah karena memang kapasitas jalannya belum bisa memenuhi volume lalin yang berjaan itu,” tuturnya. Selain Jakarta, kota-kota penyangga ibukota seperti Bekasi, Depok, Tangerang juga kondisi lalu lintasnya sudah mengkhawatirkan. Juga di Sulawesi seperti Makassar, dan Sumatera seperti Palembang dan Medan. “Ya bisa dikatakan paling macet di Indonesia,” tuturnya.

Berikut daftar kota dengan lalu lintas termacet di Indonesia:

  1. Bogor (15,32 km/jam) VC ratio 0,86
  2. DKI Jakarta (10-20 km/jam) Vc Ratio 0,85
  3. Bandung (14,3 km/jam) VC ratio 0,85
  4. Surabaya (21 km/jam) VC ratio 0,83
  5. Depok (21,4 km/jam) VC ratio 0,83
  6. Bekasi (21,86 km/m) Vc Ratio 0,83
  7. Tangerang (22 km/jam) VC Ratio 0,82
  8. Medan (23,4 km/jam) VC ratio 0,76
  9. Makassar (24,06 km/jam) VC Ratio 0,73
  10. Semarang (27 km/jam) VC Ratio 0,72
  11. Palembang (28,54 km/jam) VC ratio 0,61

Revolusi mental bagi para pengendara di jalan agar tertib aturan digaungkan. Para pengendara mesti digugah agar ikut aturan, tertib, dan tak main terabas saat berlalu lintas. Para pengendara mobil mesti disiplin. Apa langkah Polri guna mewujudkan revolusi mental?

“Tentu bagian dari revolusi mental bisa menjadi bagian dari meretas lahirnya bangsa yang lebih beradab. Kita selalu melakukan kampanye budaya tertib lalu lintas, sejatinya hal itu harus bisa disikapi oleh masyarakat dengan taat hukum, jika kita masih mementingkan ego pribadi, maka tidak akan tertib. Hukum merupakan rekayasa sosial yang harus dijalankan,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta Timur, Rabu (22/10/2014).

Menurut Boy, masyarakat harus selalu berorientasi kepada hukum. Dengan jumlah penduduk 240 juta, hukum harus jadi acuan bersama. “Bukan acuan masing-masing. Memang tidak mudah membangun bangsa yang 250 juta ini. Beda dengan yang 5 juta, tapi perlu kerja keras semua pihak,” tutup dia. Wali kota Bogor Bima Arya memberikan tanggapannya mengenai hasil laporan Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa Bogor menjadi kota termacet di Indonesia. Menurutnya kesemrawutan infrastruktur yang tak berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk menjadi salah satu permasalahan utama sejak 10 tahun terakhir.

“Itu adalah tren 10 tahun terakhir. Luas tempat terbatas, pembangunan infrastruktur yang tidak bisa mengimbangi pertumbuhan penduduk, hingga tata ruang yang tidak terkendali,” ujarnya. Selain hal tersebut, Bogor yang menjadi tujuan favorit untuk tempat tinggal dan pariwisata menjadi permasalahan lain yang membuat arus transportasi jalan di kota tersebut semakin macet dari hari ke hari. “Di sisi lain Bogor juga menjadi tujuan favorit, baik untuk tempat tinggal pekerja dari Jakarta, peserta pelatihan maupun wisatawan di akhir minggu,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Bima, penyelesaian kemacetan dan pembenahan transportasi publik akan menjadi prioritas utama pemerintah kota ke depannya. Pembenahan transportasi itu akan dilakukan melalui dua tahapan. “Jangka pendek kita urai titik-titik kemacetan antara lain dengan melakukan penertiban kawasan, rekayasa lalu-lintas, hingga penataan PKL. Untuk jangka panjang, kita benahi transportasi umum dengan mengurangi angkot untuk koversi ke angkutan massal yang menyebar ke sentra ekonomi hingga wisata yang ada di pinggir kota,” tutupnya.

“Walau saya agak ragu kalau Bogor lebih macet dari Jakarta atau Bekasi ya,” tambahnya.

nda yang membawa kendaraan pasti sudah banyak melihat ‘keajaiban’ di jalan. Mulai dari pemotor dan pemobil yang melawan arus seperti di cengkareng depan kantor Orang Tua Group, parkir naik trotoar, mobil berhenti sembrangan menurunkan temannya yang numpang hingga mobil masuk jalur transJ, sampai pengendara tak mematuhi aturan lalu lintas melanggar traffic light. Misalnya saja di lampu merah perempatan Jatipadang, Jaksel atau di jalan Ciputat Raya, banyak pemotor bahkan banyak juga pemobil yang tak segan-segan melakukan contra flow. Pembatas jalan dilanggar, akibatnya kendaraan dari arah berlawanan kesulitan melintas.

Banyak pengendara tak sabar ingin cepat-cepat, tapi aturan dan ketertiban tak dipatuhi. Mental menerabas aturan ini yang perlu diubah. Karenanya revolusi mental perlu segera dilakukan di jalan. Bila era Soeharto dikenal dengan nama Gerakan Disiplin Nasional, mungkin sekarang perlu digeber gerakan revolusi mental yang dimulai di jalan.

Masyarakat, utamanya di jalan mesti ditanamkan kesadaran pada yang namanya taat aturan. Jangan asal menerabas, patuhi aturan untuk ketertiban dan keselamatan. Revolusi mental ini bisa dimulai dari diri sendiri. Kalau tidak sekarang kapan lagi!