Rani Heryani Promotion Manager PT Danapersadaraya Motor Industry Dibunuh Mantan Suami Adiknya


Seorang manajer pemasaran perusahaan swasta, Rany Heriyani, 33 tahun, ditemukan tewas mengenaskan pada Selasa, 4 November 2014. Perempuan berparas cantik itu tewas dibunuh di rumahnya di Cluster Tre Vista Residence Blok B4 Nomor 33, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Sektor Babelan Ajun Komisaris Ardi Rahananto mengungkapkan, saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi membusuk dan nyaris telanjang. Hasil identifikasi Kepolisian menunjukkan terdapat sejumlah luka tusuk dan sayatan senjata tajam pada tubuhnya. “Dibunuh empat hari sebelum ditemukan,” kata Ardi di Markas Polsek Babelan, Kamis, 6 November 2014.

Ardi mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Riyan. Karena ada kecurigaan korban dibunuh, polisi langsung menyelidiki kasus ini. Riyan curiga karena pada 1 November lalu, saat orang tuanya pulang haji, korban tak datang, bahkan sampai empat hari tidak ada kabar. “Setelah dicek ke rumah korban ternyata sudah tercium bau busuk yang menyengat,” ujar Ardi. Pintu rumah saat itu dalam keadaan terkunci, yang kemudian didobrak dari luar. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, polisi menangkap mantan suami siri adik korban, Surono Tri Mulyo alias Tri alias Ono alias Jawir. Tri yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi itu diduga sebagai pembunuh korban. Sejumlah penyidik segera menggelar olah tempat kejadian perkara. Mereka mencari barang bukti dan memeriksa beberapa saksi di lokasi kejadian. Hasilnya, sehari kemudian, polisi berhasil membekuk tersangka di rumahnya di Taman Wisma Asri, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Penyidik Kepolisian Sektor Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sudah menetapkan Surono Tri Mulyo alias Tri alias Ono alias Jawir sebagai tersangka pembunuh Rany Heryani. Surono mengaku membunuh manajer cantik di perusahaan swasta itu karena masalah utang piutang.

Kepala Kepolisian Sektor Babelan, Bekasi, Ajun Komisaris Ardi Rahananto, mengatakan penangkapan Surono bermula dari keterangan keluarga yang mencurigai korban pernah berkomunikasi dengan lelaki berinisial RA melalui media sosial Facebook. “Ternyata RA itu identitas palsu dari tersangka Surono,” kata Ardi di Markas Polsek Babelan, Bekasi, Kamis, 6 November 2014. Ardi mengatakan tersangka dalam dua bulan terakhir berupaya mendekati korban lantaran kesulitan menemui adik korban, Rini, untuk menyelesaikan utang piutang.

Menurut Ardi, tersangka adalah mantan adik ipar korban. Berdasarkan keterangan tersangka, kata Ardi, awalnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi ini hanya ingin meminta tolong kepada Rany agar menyampaikan kepada Rini terkait dengan masalah utang piutangnya. “Tidak dapat tanggapan, malah dia bilang, ‘Itu, kan, urusan kalian’,” kata Surono di Polsek Babelan. Karena kesal dengan tanggapan seperti itu dari Rany, Surono kemudian mendekati korban dan memaksa Rany agar menyampaikan keinginannya.

Merasa mendapatkan perlakuan kasar dari Surono, Rany langsung berdiri dan hendak ke luar rumah seraya berteriak-teriak meminta tolong. “Saya panik, langsung membungkam mulutnya pakai tangan,” ujar Surono. Korban pun melawan dengan cara balik badan dan lari ke belakang menuju kamar. Tersangka lalu memegangnya, tapi terlepas.

Sebelum sampai kamar, korban didorong hingga terjatuh. “Berteriak lagi, saya bungkam lagi pakai tangan,” demikian pengakuan Surono. Tak sampai di situ, tersangka memegang rambut Rany. Kepala Rany dibenturkan tiga kali ke lantai hingga tak sadarkan diri. Surono lantas mengambil tiga unit telepon seluler korban untuk menghilangkan jejak.

Tak lama berselang, korban sadarkan diri. Tersangka yang panik kemudian beranjak ke dapur mengambil sebilah pisau. Sambil membekapnya, tersangka menikam leher korban dengan pisau satu kali. “Saya kunci rumah, dan langsung kabur,” ujar Surono. Rany Heriyani ditemukan tewas pada Selasa, 4 November 2014, di rumahnya, Cluster Trevista Residence, Blok B4 Nomor 33 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Selang sehari, pelaku pembunuhan, Surono, yang juga mantan adik iparnya, ditangkap.

Kabar duka datang dari Promotion Manager PT Danapersadaraya Motor Industry (DMI) yang merupakan produsen Helm NHK, GM, MAZ, VOG, Rani Heryani. Wanita berusia 31 tahun warga Perumahan Trevista Blok B 4 Nomor 33, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi itu ditemukan tewas.

Penemuan jasad Rani yang ditemukan kemarin Selasa (4/11) dalam keadaan sudah membusuk langsung menggemparkan warga sekitar. Rani diduga menjadi korban pembunuhan. Namun hingga kini kasus ini juga masih ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Dan untuk kepentingan otopsi, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Sampai kemarin malam, sudah tanya ke penyidik dan Kapolsek Babelan tidak menyebutkan indikasi pembunuhan. Tapi memang diduga. Jika melihat posisi almarhumah, seperti sehabis mandi, karena posisi handuk tidak jauh dari kakinya. Posisi tubuh jatuh dalam kondisi telentang,” terang Erol sahabat Rani di perusahannya bekerja.

“Di bagian tubuh ke bawah tidak ada luka atau apapun. Mari kita semua menunggu hasil laporan otopsi pihak kepolisian. Kalau melihat kondisi almarhumah, meninggalnya diperkirakan sudah 3-4 hari. Ada memar di kepala mungkin karena posisi jatuh ke lantai,” sambung Erol.

Sementara itu, jasad Rani akan dikebumikan hari ini Rabu (5/11). Jenazah akan berangkat dari rumah duka di Perumnas 1 Jln. Anggrek 4 No. 327 RT 11 RW 7, Jaka Sampurna, Bekasi Barat menuju pemakaman Kampung 2 Kalimalang. Kasus meninggalnya Rani yang dikenal ramah dan dekat dengan rekan media ini kini masih dalam penyelidikan Polsek Babelan dan Polresta Kabupaten Bekasi.

Seorang perempuan yang bekerja manajer perusahaan ditemukan tewas di rumahnya di Babelan, Bekasi, pada Selasa (4/11/2014) lalu. Perempuan bernama Rany Heriyani, tewas dibunuh oleh mantan suaminya, Surono. “Sudah tewas pada Jumat 31 Oktober 2014 lalu dan baru ditemukan empat hari kemudian tepatnya pada Selasa, 4 November 2014,” ujar Kapolsek Babelan Ajun Komisaris Polisi Ardi Rahananto, ketika dihubungi, Kamis (6/11/2014).

Ardi mengatakan, Rany ditemukan di dalam kamar oleh kakaknya, Riyan. Ketika itu Riyan mencoba memeriksa keadaan Rany yang sudah tidak ada kabar sejak beberapa hari. Ketika tiba di rumah Rany, Riyan pun mendobrak kamar Rany yang terkunci.

Saat ditemukan, Rany yang sudah tidak bernyawa dengan tubuh penuh luka tusuk dan sayatan benda tajam. Riyan pun langsung melapor ke Polsek Babelan. Polisi yang mendatangi tempat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan tetangga sekitar.

Dalam penyelidikan diketahui sebelum meninggal, Rany terakhir kali bertemu dengan Surono di rumah tersebut. Surono merupakan mantan suami Rany. “Petugas pun melakukan pengejaran terhadap Surono. Begitu tertangkap, dia langsung mengakui,” ujar Ardi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s