Kronologi Aksi Pelemparan Batu Pada Mobil Yang Melintas Di Tol Lenteng Agung Oleh Suporter Persib


Bagi anda pemilik kendaraan pribadi sebaiknya berhati-hati saat melewati pintu tol Lenteng Agung 3, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Sekelompok warga melempar batu ke arah kendaraan yang melintas di lokasi tersebut. Informasi dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, aksi tawuran pemuda terjadi di sekitar pintu Tol Lenteng Agung 3, Jalan TB Simatupang. Belum diketahui pasti penyebab ulah warga tersebut secara pasti.

“Agar hati-hati apabila sedang melintas dan saat ini msh penanganan polri,” tulis akun tersebut. Namun Anggota piket Polsek Jagakarsa, Iptu Sudarto mengatakan tidak terjadi tawuran. Yang terjadi adalah sekelompok warga melempari batu ke arah kendaraan yang melintas. Menurutnya, anggota patroli Polsek dan Polres Jakarta Selatan telah berada di lokasi untuk mengusir warga.

“Informasinya yang kita terima bukan tawuran tetapi warga melempari kendaraaan yang masuk lewat gardu tol tersebut dengan batu,” ujar Sudarto.Saat ini anggota Polsek Jagakarsa dan Polres Jakarta Selatan telah berada di lokasi mengupayakan kondisi kondusif. Pihaknya sendiri belum mengetahui motif pelemparan batu tersebut.

“Sudah kita datangi bersama petugas gabungan dari garnisun. Ini sambungan semalam jadi bukan karena berantem antar pemuda,” ungkapnya. Polisi telah mengamankan 6 suporter Persib pasca pelemparan batu di Jalan Tol TB Simatupang, Minggu(9/11/2014) dini hari. Sempat melakukan penutupan jalan tol hingga akhirnya kocar-kacir menyelamatkan diri saat ditembakkan gas air mata.

Berikut kronologisnya berdasarkan keterangan Humas Polda Metro Jakarta, Kombes, Rikwanto dalam pesan singkat yang diterima.

Sabtu 8 November 2014 Pukul 19.00 WIB-24.00 WIB
Puluhan pendukung Persib kembali dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setidaknya terdapat 80 bus bobotoh yang sudah melintas di Tol JORR.

Minggu 9 November 2014 pukul 00.30 WIB
Sisa kelompok rombongan bus pendukung sempat tertahan di pelabuhan, tak lama kemudian mereka kembali berjalan. Namun sesampai di depan Aneka Tambang (Antam) sejumlah supporter turun dari bus 1, 2 dan 3. 17 Bus lainnya tertinggal jauh di belakang. Pendukung Persib lalu melakukan aksi lempar batu. Massa bobotoh juga berusaha menutup jalan tol dari arah timur hingga ke barat sambil melemparkan batu ke arah pengguna jalan.

Pukul 01.15 WIB
Sekitar 150 warga Tanjung Barat turun ke jalan dengan membawa batu, botol, kayu, dan bambu lalu menyerang dan men-sweeping massa Bobotoh yang ketinggalan dari bus rombongannya dan dibubarkan dengan tembakan gas air mata oleh Petugas Polri gabungan Polda, Polres, Polsek, dan Rayonisasi berjumlah 160personel. Kemudian massa membubarkan diri dan masuk ke dalam perkampungan warga.

Pukul 01.20
Mobil Patko Polsek Jagakarsa diserang warga karena ada massa Bobotoh yang diamankan oleh mobil Patko dengan barang bukti sebuah molotov, kemudian diamankan di Polsek Jagakarsa.

Pukul 01.30 WIB
Arus lalu lintas dari arah timur dan barat sudah mulai dibuka kembali dan arus lalin kembali lancar.

Pukul 02.30 WIB
Di depan pintu Tol Lenteng Agung 3, massa Jakmania dan warga turun ke Tol ingin sweeping bus bobotoh. Tapi dihalau oleh pasukan gabungan. Konsentrasi massa terbagi 6 (perempatan Antam, perempatan Ranco, depan Kantor PKS, pintu tol Lenteng Agung 3, perempatan Trakindo, dan pintu masuk Tol PKS). Sementara pasukan dibagi di 3 titik rawan konsentrasi massa.

Pukul 05.00 WIB
Konsentrasi massa sudah nihil JORR Pasar Minggu ke Jagakarsa dan arus lalin kembali normal.

Sebelumnya, polisi mengamankan 6 orang suporter Persib yang tertinggal rombongan bus saat aksi pelemparan batu di Tol JORR, Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jaksel, Minggu (9/11) dini hari. Menurut polisi, sebelum aksi pelemparan antara suporter Persib dan warga terjadi, rombongan ini diduga sempat berhenti di dalam tol sambil membakar api unggun. Akibatnya tol sempat mengalami kemacetan hingga 1 kilometer.

Polisi mengamankan enam orang suporter Persib Bandung dalam aksi lempar batu di Jalan Tol JORR, Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jaksel, Minggu (9/11) dini hari. Polisi menyatakan aksi pelemparan batu oleh suporter persib itu sebagai bentuk provokasi kepada pengguna jalan. “Sekitar pukul 19.00- 24.00 WIB 80 bus sudah melintas di JORR, sekitar setengah jam kemudian melintas lagi 20 bus bobotoh yang ketinggalan rombongan di depan Aneka Tambang Tol JORR perbatasan Pasar Minggu-Jagakarsa. Masa Bobotoh yang turun dari bus nomor urut 1, 2, dan 3 mengakibatkan bus yang ada dibelakang ikut berhenti,” ujar Kabid Humas Kombes Rikwanto dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2014).

Rikwanto juga mengatakan pengguna kendaraan di jalur lambat menjadi sasaran perusakan oleh suporter asal Bandung ini. “Tak lama kemudian pengguna jalan yang lain ikut memberikan balasan,” tuturnya.”Lantaran aksi pelemparan itu warga sekitar Tj Barat ikut turun ke jalan dengan jumlah sekitar 150 orang. Mereka pun berhasil dibubarkan setelah penembakan gas air mata,” tambah Rikwanto. Polisi masih melakukan proses penyidikan atas ulah para bobotoh tersebut.

Mapolres Jakarta Selatan masih mendalami motif peristiwa pelemparan yang terjadi di Tol JORR, antara suporter Persib dan warga di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (9/11) dini hari. Hingga saat ini polisi mengamankan 6 orang suporter Persib dengan status awal sebagai saksi.

“Apa yang membuat rombongan mereka berhenti ini kan masih kita dalami. Untuk 6 orang yang diamankan ini masih berstatus sebagai saksi, kita lihat keterangannya terkait tawuran tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Indra Fadilah Siregar dalam keterangannya, Minggu (9/11/2014).

Menurut Indra, keenam suporter tersebut merupakan rombongan dari 60 bus dan kendaraan Bobotoh yang baru saja memasuki Jakarta dari Pelabuhan Merak. “Yang diamankan dari suporter Persib. Ketika rombongan bis berhenti, 6 orang dari rombongan ini sedang berada di urutan bis belakang. Ketika mereka melihat bis berhenti di dalam tol, mereka hendak turun, terus mereka melihat ada timpuk-timpukan dari atas, bawah ke atas. Akhirnya ketika bis jalan mereka tertinggal, akhirnya mereka diamankan,” jelas Indra.

Walaupun begitu, Indra tak ingin menyimpulkan terlalu dini bahwa mereka merupakan salah satu dari pelaku pelemparan yang terjadi dini hari tadi tersebut. “Kalau apakah mereka ikut melakukan pelemparan, justru mereka turun karena melihat ada yang ribut-ribut, ada timpuk-timpukan, bus jalan, mereka tertinggal,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s