Pemerintah Indonesia Cabut Kewarganegaraan WNI yang Ikut Wajib Militer Di Singapura


Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan dua pria WNI berstatus permanent resident Singapura yang mengikuti wajib militer (wamil) sudah dideportasi ke Singapura. Langkah ini dinilai tepat karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Status anggota militer 2 WNI tersebut berakibat pada hilangnya kewarganegaraan Indonesia. Berdasarkan Pasal 23 huruf (d) UU Kewarganegaraan 2006 ditentukan bahwa WNI kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan (d) masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden,” kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam keterangannya, Kamis (13/11/2014).

Menurut Hikmahanto, dua WNI itu telah memenuhi apa yang dilarang dalam pasal tersebut dengan masuk dinas tentara Singapura. Sehingga secara otomatis kewarganegaraan Indonesianya hilang sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

“Panglima TNI telah tepat mendeportasi dua WNI tersebut kembali ke Singapura. Hal ini harus ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dengan mencabut paspor atas 2 WNI tersebut. Mereka juga tidak boleh memasuki wilayah Indonesia dengan paspor Indonesia yang selama ini mereka miliki.” ujar Hikmahanto.

Secara teknis 2 WNI tersebut saat ini berstatus stateless alias tanpa kewarganegaraan mengingat status mereka di Singapura bukan sebagai warga negara Singapura, melainkan sebagai permanent resident yang berkewarganegaraan Indonesia. “Agar insiden tidak terulang perwakilan Indonesia harus aktif mensosialisasikan kepada para permanent resident berkewarganegraan Indonesia untuk tidak mengikuti wajib militer karena dapat menyebabkan hilangnya kewarganegaraan Indonesia,” saran Hikmahanto.

Moeldoko menjelaskan kedua WNI itu berstatus permanent resident Singapura. Mereka ikut wamil Singapura dan berlatih dalam kegiatan rutin Latma TNI-SAF Safkar Indopura di Magelang. Saat mereka masuk Indonesia itu baru ketahuan jika mereka adalah WNI. “Setelah itu masuk Indonesia dicatat, ‘lho kamu orang Indonesia kok menjadi prajuritnya Singapura, bagaimana ini ceritanya’. Persoalan ini tidak murni permasalahan Panglima TNI. Ini persolan Keimigrasian, persoalan kewarganergaraan, dan persoalan-persoalan yang lain. Untuk itu kita komunikasikan kepada kementerian-kementerian yang terkait dengan hukum,” urai Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/11/2014). Kedua pria itu sudah dideportasi ke Singapura.

Jika Moeldoko menyebut keduanya telah dideportasi, Singapura menyebut pihaknya ‘menarik’ dua prajurit itu. “Bagaimanapun juga, mereka ditarik dari latihan dan dipulangkan ke Singapura. Mereka tidak ikut berpartisipasi dalam latihan bilateral,” begitu statemen Kemenhan Singapura. Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberi penjelasan soal dua WNI yang ikut wajib militer Singapura. Menurut Moeldoko, kedua WNI itu sempat ditahan karena ketahuan ikut wamil. Tapi kemudian Panglima Singapore Armed Forces (SAF) Letjen Ng Chee Meng menelepon Moeldoko.

“Ada atensi telepon dari Panglima Singapura, teman saya Letjen Meng memohon ke Panglima TNI supaya ‘2 prajurit saya’ dilepaskan, kan bisa nggak enak, begitu kita lepaskan,” kata Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/11/2014). Menurut Moeldoko, sebelumnya dilakukan proses diplomatik. Kedua WNI itu berstatus permanent resident Singapura. Mereka ikut wamil Singapura dan berlatih dalam kegiatan rutin Latma TNI-SAF Safkar Indopura di Magelang.

“Akhirnya kita lakukan langkah-langkah diplomatis. Saya waktu teleponan dengan Pangab Singapura saya bilang ‘hati-hati, kamu harus lakukan evaluasi dengan baik karena tidak menutup kemungkinan hal seperti ini bisa terulang lagi tahun depan, kalau itu yang terjadi kita akan lakukan langkah-langkah yang lebih keras’,” tegas Moeldoko.

“Kita punya forum Pangab se-ASEAN di situ kita bisa komunikasikan, biasanya langsung kita telepon,” tutup dia. Pemerintah Indonesia sedang menginvestigasi dua WNI pemegang permanen resident (PR) yang ikut wajib militer di Singapura. Mereka ketahuan saat mengikuti Latihan Bersama TNI dan tentara Singapura (SAF) bertajuk ‘Safkar Indopura’ di Magelang, Jawa Tengah. Lalu apa komentar Singapura?

“Dua anggota NSF (full-time national servicemen), yang merupakan permanent resident (PR) Singapura, merupakan bagian dari unit militer yang berpartisipasi dalam latihan bilateral tahunan antara SAF (Singapore Armed Forces) dengan TNI untuk meningkatkan hubungan militer,” begitu pernyataan Kementerian Pertahanan Singapura seperti dilansir media setempat, The Straits Times, Kamis (13/11/2014).

“Bagaimanapun juga, mereka ditarik dari latihan dan dipulangkan ke Singapura. Mereka tidak ikut berpartisipasi dalam latihan bilateral,” imbuhnya. Tidak disebutkan identitas kedua WNI tersebut, namun dengan status mereka sebagai PR Singapura, keduanya memang diharuskan ikut wajib militer di negara tersebut. Kemlu RI juga telah berkomentar tentang hal ini. “Ada dua warga negara kita yang ikut wamil di Indonesia, ketahuannya pas latihan gabungan dengan TNI,” terang Direktur Perlindungan TKI dan BHI Kemlu, Krisna Djaelani, Rabu (12/11/2014).

Menurut Krisna, peristiwa itu sudah ditangani. “Kalau berdasarkan peraturan di Singapura permanent resident mempunyai hak dan kewajiban sama dengan warga negara asli. Jadi ada kewajiban mereka ikut wajib militer,” jelas Krisna. Krisna menjelaskan, sesuai aturan yang ada di Indonesia, WNI yang ikut wajib militer atau bergabung dengan tentara negara lain maka akan hilang kewarganegaraannya.

“Otomatis hilang kewarganegaraannya. Sekarang kita sedang melakukan kerjasama dengan Kemenkum HAM. Ini ranah dari Kemenkum HAM,” tutup Krisna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s