Ternate Di Guncang Gempa 7.3 Ritcher Berpotensi Tsunami dan Terasa Sampai Manado


Warga Ternate panik saat terjadi dua kali gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter pada Sabtu, 15 November 2014. Data yang dihimpun, gempa pertama terjadi di 132 kilomemter barat daya Halmahera Barat. Tepatnya berada pada 1.94 Lintang Utara dan 126.50 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, pukul 09.31 WIT. Berselang beberapa detik, gempa susulan dengan kekuatan yang sama kembali terjadi. Pusat gempa di 137 kilometer barat daya Halmahera Barat pada 1.95 Lintang Utara dan 126.46 Bujur Timur dengan kedalaman 48 kilometer.

Wayan, petugas BMKG Ternate, mengatakan gempa tersebut dan terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan. Kekuatannya pun tercatat cukup besar dan dirasakan di wilayah Ternate, Tidore, Halmahare dan Sulawesi Utara. “Gempa ini juga dirasakan hingga ke wilayah Maluku,” kata Wayan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter di kawasan perairan Maluku Utara. Pada situs resminya, bmkg go id, pusat gempa berada di laut, 132 kilometer sebelah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa pada 15 November 2014 pada pukul 09.31 WIB atau sekitar 11.31 WIT itu terjadi di 1,93 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur. Hingga kini, belum ada informasi apakah gempa itu mengakibatkan bangunan rusak atau korban jiwa. Gempa tersebut kabarnya dirasakan hingga ke Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa yang berpusat di perairan Maluku Utara dirasakan selama 2 detik. “Di Manado, gempa dirasakan cukup kuat selama 5-7 detik,” katanya melalui keterangan pers yang diterima pada 15 November 2014.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter di kawasan perairan Maluku Utara. Pada situs resminya, bmkg go id, pusat gempa berada di laut, 132 kilometer sebelah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa pada 15 November 2014 pukul 09.31 WIB atau sekitar 11.31 WIT itu terjadi di 1,93 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kata Sutopo, gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Sitaro. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. “Saat ini masyarakat masih berada di luar rumah dan berangsur normal,” katanya. Di Ternate dan Kabupaten Sula, gempa dirasakan kuat. Belum ada laporan tsunami dan kerusakan hingga pukul 10.25 WIB. Di Halmahera Barat, gempa juga terasa keras. Namun, di sepanjang pantai pesisir, belum ada laporan tsunami hingga pukul 10.45 WIB. Ada-tidaknya kerusakan pun belum dilaporkan.

Berdasarkan analisis dari Pacific Disaster Center, tsunami dengan tinggi gelombang 0,3-1 meter akan mencapai beberapa wilayah pesisir Indonesia. Perkiraan 0,5 jam mencapai pantai Manado dan Ternate. Selanjutnya, 1-2 jam kemudian mencapai pantai Maluku, Papua, dan Sulteng. Daerah yang berstatus siaga tsunami dan sudah dikonfirmasi adalah Halmahera, Talaud, dan Bolaang Mongondow Selatan. Daerah-daerah tersebut merasakan getaran gempa yang kuat.

Pemantauan tsunami dan dampak gempa masih terus dilakukan oleh Posko BNPB ke BPBD yang wilayahnya berpotensi terdampak. “Gempa 7,3 SR telah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di 93 km tengah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada pukul 10.08 WIB,” kata Sutopo.

Kepala BMKG telah melaporkan peringatan dini kepada Kepala BNPB. Kepala BNPB langsung menuju Pusdalops BNPB dan telah menginstruksikan jajaran BNPB untuk persiapan gerakan ke daerah bencana dengan menyiapkan pesawat terbang, logistik, dan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu darurat. Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter, Sabtu, 15 November 2014, sekira pukul 10.30 Wita mengguncang Manado, Sulawesi Utara. Gempa ini sendiri membuat para peserta ujian CAT CPNS untuk wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berhamburan ke luar gedung Badan Kepegawaian Negeri (BKN) Regional karena kuatnya gempa tersebut.

Pantauan di lokasi, ratusan peserta ujian yang menggunakan baju putih-hitam itu tampak memilih berada di lapangan parkir gedung. (Baca: BMKG: Gempa 7,3 SR di Perairan Maluku.) Nela, 20 tahun, salah satu peserta ujian, mengaku gempa yang terjadi sangat kuat sehingga membuatnya bersama teman-temannya panik dan memilih langsung ke luar ruangan.

“Gempa yang terjadi sangat kuat. Badan saya seperti diguncang kemudian dibanting. Belum saya lihat bangunannya goyang kuat sekali, dan kaca seperti mau pecah,” kata Nela, yang diiyakan sejumlah peserta lainnya. Namun ada beberapa peserta yang tetap berada di dalam ruangan walaupun aktivitas mengisi jawaban di komputer tak dilaksanakan.

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter berpusat di Laut Maluku Utara dengan titik gempa pada kedalaman 10 kilometer. Dari keterangan BMKG, lokasi gempa terjadi di 132 kilometer barat laut Halmahera Barat, 152 kilometer tenggara Sitaro, 156 kilometer barat laut Ternate, dan 180 kilometer barat laut Sofifi.

BMKG sendiri memberikan keterangan waspada tsunami untuk wilayah Maluku Utara, Kepulauan Sula, Bolmong Selatan, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s