Sri Wahyuni Ditemukan Tewas Dalam Honda Freed B 136 SRI Di Parkiran Bandara Soekarno-Hatta


Identitas perempuan yang tewas di dalam Honda Freed di Bandara Soekarno-Hatta mulai terkuak. Korban adalah Sri Wahyuni, yang merupakan ibunda dari Anggia Paradira (15). Saat olah TKP polisi menemukan kartu pelajar Anggia di dalam Freed. “Korban adalah bibik saya, kalau Anggi adalah ponakan saya,” kata Wiwik Gunawan, salah seorang kerabat korban yang mendatangi kamar jenazah RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2014).

Baca juga : Jean Alter Pria Terakhir Bersama Sri Wahyuningsih Pernah Cari Tante Kesepian Di Dunia Maya

Wanita berkerudung biru ini datang bersama seorang pria yang memakai batik. Saat ini Wiwik masih berada di dalam kamar jenazah RSCM. Saat ini semakin banyak kerabat Sri yang mendatangi RSCM, namun mereka masih belum mau memberikan keterangan. Sebelumnya, jenazah Sri ditemukan di bangku sebelah sopir di dalam Honda Freed bernopol B 136 SRI. Penelusuran pihak kepolisian, mobil itu terdaftar atas nama Sri W, warga Ciracas, Jakarta Timur. Mobil berwarna metalik itu keluaran tahun 2010.

“Kita selidiki dari pelat nomor itu,” jelas Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes CH Pattopoi. Mobil itu diketahui masuk ke bandara pada Sabtu (15/11) menggunakan kartu parkir harian. Pagi tadi, warga mencium bau tak sedap dari kendaraan itu. Kemudian kendaraan dibuka dan tampak jasad perempuan itu. Polisi sempat menduga mayat adalah Anggia Faradira sebab mereka menemukan kartu pelajar siswi di Jaksel tersebut.

Sri Wahyuni (42) ditemukan tewas di dalam mobil Honda Freed di parkiran bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Belum jelas apa penyebab kematiannya. Namun dia memiliki akun di facebook dan twitter. Adakah petunjuk dari sana? Akun facebook dan twitter milik Sri, Rabu (19/11/2014). Terlihat dia sudah lama tidak aktif di kedua akun media sosial itu. Di facebook, terakhir dia mengupdate pada bulan Juni 2014. Sementara di twitter lebih lama lagi, terakhir dia berkicau pada tahun 2013 lalu.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilihat di akun media sosial milik Sri. Di facebook, tampak beberapa foto Sri bersama dua anaknya. Tak ada foto suami atau pihak lain di sana. Yang mencolok, adalah foto Sri dan Anggia. Mereka bahkan menulis bersahabat baik.

“Yes, she is my mom. But she is my bestie too,” tulis di foto Anggia dan Sri yang dipajang pada bulan Desember 2013 tersebut. Ada juga foto Sri dan anak laki-lakinya.

Di twitter, Sri sudah lama tak berkicau. Postingan terakhirnya adalah pada 24 Juni 2013.

“What should I do..what should I do..Berfikir..berfikirrrr…kudu reinstall isi kepala ini,” tulisnya di twitter.

Ada beberapa postingan ‘galau’ yang ditulis oleh Sri selama dua tahun terakhir. Yang mencolok adalah soal perebutan hak asuh anak. Namun belum dipastikan apa konteksnya.

“Memulai perang..marie kita mainkan..*cuma mempertahan kan hak anak2ku..Allah beri aku kekuatan..,” tulisnya di bulan Desember 2012.

Wiwik Gunawan, salah seorang kerabat korban mengatakan, memang Sri dan suaminya bernama Yan Siregar saat ini sedang ada masalah. Namun belum bercerai. “Yan sama Sri lagi ada masalah keluarga tapi belum cerai,” ucap Wiwik. “Mayat diperkirakan sudah lebih 2 kali 24 jam,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pattopoi, Rabu (19/11/2014).

Berikut kronologi penemuan jasad Sri:
Sabtu 15 November

– Pukul 08.21 WIB
Masuk ke parkiran bandara sebuah mobil Honda Freed warna abu-abu metalik. Mobil itu kemudian parkir di bagian tengah.

Rabu 19 November hari ini
– Pukul 08.30 WIB
Petugas Polres Bandara menerima informasi dari pihak security bandara ada bau dari salah satu mobil yang terparkir di terminal 2 D. Saat dicek polisi, bau berasal dari Freed bernopol B 136 SRI. Mobil dalam keadaan terkunci dan bau semakin menyengat.

Polisi selanjutnya memecah paksa kaca depan sebelah kanan mobil itu. Saat dibuka ternyata asal bau dari mayat yang tersandar di kursi depan sudah dalam keadaan membusuk. Pemeriksaan dilanjutkan bersama dokter kantor kesehatan bandara dan diperkirakan mayat sudah lebih 2 kali 24 jam. Hasil cek mobil ditemukan identitas kartu pelajar atas nama AP, umur 15 tahun, alamat JL Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pukul 10.00 WIB
– Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RS Cipto untuk diotopsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s