Daftar Daerah Di Jawa dan Sumatera Yang Rawan Banjir dan Longsor


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat selain Jakarta, terdapat sejumlah daerah yang rawan banjir di awal tahun 2015. Beberapa daerah itu ada di Sumatera dan Jawa. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan daerah yang rawan banjir berdekatan dengan sungai. Wilayah Sumatera, daerah rawan banjir terdapat di Kota Medan, Riau, dan Bengkulu.

“Pertama kota Medan, kedua wilayah Riau itu sepanjang Sungai Siak, Kampar, Rokan. Wilayah Jambi di Sungai Batanghari,” kata Sutopo di Hotel Four Season, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2014). Adapun untuk wilayah Jawa daerah yang menjadi rawan banjir adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Sutopo, kalau BNPB memprediksi puncak banjir di daerah Jawa dan Sumatera ini terjadi pada Januari 2015.

“Jakarta itu Sungai Ciliwung dan Pesangrahan, dan Angke. Di Banten itu sekitar Sungai Ciujung, Ciliman, Cidurian, dan Cisadane. Jawa barat sungai Citarum, Cimanuk. Sedangkan Jawa Tengah itu sungai Comal, Pamalih, Jeragung, Serayu, Bogowonto, dan Bengawan Solo. Kalau Jawa ada di Sungai Bengawan Solo dan Duduk Sampeyan,” katanya.

Selain banjir, potensi bencana longsor kemungkinan besar terjadi pada awal tahun ini. Sekedar informasi, BNPB mencatat mulai 1 Januari 2014 hingga hari ini telah terjadi 1136 bencana puting beliung, longsor, dan banjir. “Di mana dampaknya 355 orang tewas, lebih 1,7 juta jiwa menderita dan lebih dari 25 ribu rumah rusak. Longsor menjadi bencana yang paling mematikan pada periode 2014 ini,” katanya.

“Bencana longsor itu skalanya kecil tapi mematikan. Banyak kejadian di periode 2014 ini. Daerah yang terancam itu di Bukit Barisan dari Aceh, Sumatera Utara, Barat, Bengkulu. Ada Jawa bagian tengah, dan Selatan yang merupakan bagian perbukitan. NTT juga berpotensi,” ujar Sutopo menambahkan.

Sementara, terdapat beberapa daerah yang perlu mendapat perhatian khusus terkait ancaman bencana lahar dingin. Sejumlah daerah itu antara lain masyarakat yang tinggal berdekatan dengan Gunung Sinabung di Sumatara Utara, Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Semeru dan Gunung Kelud di Jawa Timur.

“Ada juga Gunung Rokatenda di NTT, Gunung Lokon di Sulut, Gunung Gamalama di Maluku Utara. Karena terdapat material-material hasil erupsi yang ada di atas gunung, ketika terjadi curah hujan berpotensi meluncur jadi lahar dingin. Apalagi yang di Sinabung yang terus masih mengeluarkan erupsi,” tuturnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s