Kopral Kepala Andi Pria Dwi Harsono … Tewas Disiksa Atau Bunuh Diri


Kopral Kepala Andi Pria Dwi Harsono, anggota Komando Distrik Militer 0812 Lamongan yang tewas seusai disidik unit intelijen di kesatuan tersebut, dituduh melakukan perbuatan cabul terhadap anak Komandan Kodim Letnan Kolonel Ade Rizal Muharam. Andi diduga meninggal setelah dihajar penyidik atas perintah Ade.

Kuasa hukum keluarga korban, Abu Hanifah, mengatakan Andi diperiksa Unit Intelijen Kodim Lamongan atas pengaduan Ade. Ajudan rumah tangga Ade itu diadukan ke Intek Kodim karena dituduh melakukan pencabulan kepada GA yang berusia 4 tahun. GA adalah anak bungsu Ade.

Atas pengaduan Ade tersebut Andi kemudian ditangkap dan diperiksa. “Korban bertugas sebagai ajudan di rumah Komandan Kodim. Dia disuruh melakukan pekerjaan rumah tangga,” kata Hanifah, Selasa, 2 Desember 2014.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) disebutkan bahwa Andi menyampaikan hal tak senonoh kepada GA. Peristiwa itu terjadi saat Andi memandikan GA di kamar mandi. Meski belum sempat berbuat cabul namun GA terlanjur mengadukan ucapan Andi kepada ibunya, Gina.

Ika Sepdina, istri Andi, tak percaya dengan isi BAP tersebut. Ika yakin suaminya tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Sebab sebelum meninggal, korban sempat berkomunikasi dengannya. “Suami saya menelepon, meminta saya segera ke Lamongan karena dia dituduh mencabuli anak komandannya,” kata Ika.

Menurut Ika, suaminya bersumpah tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan tersebut. Alasannya, selain GA adalah anak komandannya, Andi takut hal yang sama menimpa anak perempuannya. Sehari-hari Andi juga dikenal taat beribadah.

Karena itu Ika tidak mempercayai jika suaminya meninggal akibat gantung diri seperti yang disampaikan Komandan Kodim. Apalagi sebelumnya dia sempat menerima kabar jika suaminya tengah menjalani hukuman fisik di Unit Intelijen agar mengakui perbuatannya. “Tubuhnya penuh luka saat jenazah kami terima dari Kodim,” kata Ika.

Beberapa luka tersebut, antara lain bibir pecah hingga tak bisa menutup serta luka memar kehitaman mulai paha hingga dada. Bahkan kemaluan korban juga bengkak. Hal itulah yang membuat keluarga korban melaporkan ke Sub-Denpom Kodam V/Brawijaya untuk menyelidiki penyebab kematiannya.

Aparat Subdetasemen Polisi Militer V/Brawijaya membongkar makam Kopral Kepala Andi Pria Dwi Harsono di pemakaman Kristen Desa Pulosari, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa, 2 Desember 2014. Sebab dalam perkembangan penyelidikan yang dilakukan kesatuannya, ajudan Komandan Kodim 0812/Lamongan itu diduga tewas lantaran dianaya. Sebelum dimakamkan, Andi disebut meninggal karena bunuh diri.

Pembongkaran makam oleh tim forensik Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo, Surabaya, yang dijaga ketat aparat TNI itu turut disaksikan keluarga korban dan Wakapendam Brawijaya Letnan Infanteri Hariyadi. Setelah dibongkar, jenazah Andi yang sebelumnya dilaporkan tewas gantung diri oleh Komandan Kodim Lamongan Letnan Kolonel Ade Rizal Muharam pada Selasa, 14 Oktober 2014, itu sedianya akan diotopsi.

Kuasa hukum keluarga korban, Abu Hanifah, mengatakan sejak semula meragukan bahwa Andi bunuh diri. Alasannya, saat dilihat kondisi jenazah korban penuh luka. Karena itu keluarga almarhum kemudian melaporkan kejanggalan itu kepada Denpom Brawijaya. “Kami tidak melihat tanda-tanda bunuh diri pada tubuh korban,” kata Hanifah.

Menurut Hanifah, lidah korban tidak menjulur seperti layaknya orang gantung diri. Ia juga tidak menemukan cairan sperma atau kotoran di celana korban. Hal lain yang mencurigakan adalah kedua tangan korban dalam keadaan terborgol kuat, sehingga hampir mustahil mampu melilitkan tali di lehernya sendiri dan ke tiang gantungan. Karena itu Hanifah curiga korban meninggal lebih dulu sebelum kemudian digantung untuk menghapus jejak.

Wakapendam Brawijaya Letnan Infanteri Hariyadi mengatakan pembongkaran makam Andi merupakan tindak lanjut pengaduan istrinya, Eka Sepdina, ke Denpom. Kodam berjanji akan mengikuti prosedur penyidikan sebagai bahan melakukan penindakan terhadap pelaku yang bersalah.

Namun dia tidak mau menjelaskan langkah apa yang akan ditempuh Kodam untuk menyelesaikan kasus ini termasuk proses pemeriksaan kepada Komandan Kodim selaku atasan korban. “Kita ikuti saja dulu prosesnya, Kodam akan patuh pada aturan,” katanya. Hariyadi enggan menjelaskan kronologis penganiayaan itu, termasuk atas kasus apa Andi menjalani penyidikan di ruang Intel Kodim Lamongan sebelum ditemukan tewas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s