Situasi Kota Enarotali Mencekam Setelah Masyarakat Serang Markas Polisi dan Koramil


Situasi Kota Enarotali, Paniai, Papua, belum sepenuhnya kondusif. Warga berkumpul tak jauh dari Mapolsek dan Koramil Madi, Enarotali. Sebelumnya, mereka menyerang kedua markas institusi tersebut. Menurut informasi, 4 warga tewas dan 22 terluka dalam kejadian tersebut. “Sampai saat ini anggota TNI dan polisi masih terus berjaga-jaga,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistiyo Pudjo, Senin (8/12/2014).

Pudjo menjelaskan, penembakan warga bermula saat seseorang berkendara tanpa lampu, Minggu (7/12) malam. Ia ditegur warga dan marah. Tak lama berselang, orang itu datang bersama teman-temannya dan berkelahi dengan masyarakat. “Di lokasi tersebut sempat terjadi penembakan 3 kali oleh kelompok yang baru datang,” jelas Pudjo.

Peristiwa itu berlanjut pada pukul 02.30 wit. KPUD Paniai dibakar. Pelaku belum diketahui. Pagi harinya, terdengar rentetan tembakan. Anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi, mundur ke Polsek dan Polres. Ratusan orang kemudian menyerbu Koramil Paniai dan Polsek Paniai Timur. “Saat terjadi hujan batu dan panah. 3 anggota Polsek luka dan 3 anggota Koramil luka 3 mobil masyarakat dan 1 mobil TNI rusak berat, kaca-kaca Polsek dan Koramil hancur,” kata Pudjo.

Pujo belum bisa mengkonfirmasi soal tewasnya 4 warga dan 22 terluka. Kepolisian akan berkoordinasi dengan bupati, tokoh agama dan tokoh setempat. Terjadi penyerangan di Polsek dan Koramil Paniai, Papua. Insiden dipicu oleh peristiwa Minggu (7/12/2014) sekitar pukul 20.00 Wit, dimana ada seseorang tidak dikenal nekat berkendara tanpa lampu. Polisi mengimbau agar masyrakat tidak mudah terprovokasi.

“Kepolisian meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi atau diprovokasi oleh oknum atau sekelompok oknum yang menghendaki jatuh korban dari masyarakat atau TNI, mengapa ada perkelahian, mengapa ada pembakaran, mengapa ada kode berondong dari atas gunung, hal itu perlu direnungkan oleh masyarakat agar tidak terprovokasi,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistyo Pudjo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/12/2014).

Tiga anggota Polsek mengalami luka. Juga tiga anggota Koramil luka. “Tiga mobil masyarakat dan 1 mobil TNI rusak berat di Koramil. Kaca-kaca di Polsek dan Koramil hancur,” kata Pudjo. Informasi yang berkembang terdapat empat orang dari masyarakat meninggal dunia. Namun hal tersebut belum terkonfimasi. “Saat ini polisi belum dapat mengecek ke rumah sakit,” kata Pudjo.

Aparat selanjutnya melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan bupati, tokoh agama dan juga masyarakat. “Besok akan segera di kirimkan tim dari Polda ke lokasi di pimpin Kabid Propam. Mengenai jumlah korban dari masyarakat yang di provokasi sedang dilakukan pengecekan karena masih simpang siur dan belum memperoleh data dari rumah sakit,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s