Sistem Tilang Elektronik Lewat Foto Diterapkan Secara Nasional Mulai 2015


Korps Lalu Lintas Kepolisian RI mulai mengujicoba sistem tilang elektronik. Kepolisian mencoba sistem ini untuk menilang penerobos jalur Transjakarta. Sistem ini dibuat untuk membantu petugas di lapangan dalam melakukan penegakan hukum.

Analis Kebijakan Korlantas Polri Komisaris Besar Unggul Sedyantoro mengatakan sistem ini akan diterapkan di seluruh Indonesia. “Ini tak semata-mata untuk pelanggar busway,” katanya Senin, 10 November 2014. Sebab, kata Unggul, jika dilihat dari sasarannya, sistem ini pun dapat digunakan untuk menilang pelanggar lampu lalu lintas ataupun pengendara yang berhenti tak pada tempatnya. “Ini bisa diterapkan bukan hanya di Jakarta,” ujarnya.

Namun, uji coba baru dilakukan di Ibu Kota Jakarta. “Selama tiga bulan kami evaluasi dulu sistem ini,” ujarnya. Dari hasil evaluasi tersebut, pihaknya akan melakukan perbaikan dan penyempurnaan bagi sistem ini. “Kalau se-Indonesia, polda masing-masing bisa melaksanakannya.”

Sistem ini bekerja dengan membuktikan pelanggaran melalui foto yang diambil dari kamera yang dipasang di titik-titik tertentu. Secara otomatis, sistem dalam kamera bisa memotret pelat nomor kendaraan yang melakukan pelanggaran. Sistem akan membaca pelanggaran, identitas si pelanggar, dan kemudian mencetak surat tilang. “Surat tilang kemudian akan dikirimkan ke alamat masing-masing pelanggar,” kata Unggul.

Operasi penertiban dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Perhubungan, Garnisun, dan kepolisian. Pemilik yang kendaraannya terjaring dalam operasi tersebut akan dikenai retribusi senilai Rp 500 ribu sebelum mendapatkan kendaraannya kembali. Penentuan jumlah retribusi, kata dia, sesuai dengan instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

Akbar menjelaskan, masyarakat yang kendaraannya diderek lantaran parkir sembarangan dapat mengirim pesan pendek berformat “parkir(spasi)nomor polisi kendaraan” ke nomor 085799200900. Pesan balasan berupa nomor virtual account merupakan nomor rekening tujuan pembayaran retribusi. Pembayaran retribusi dapat dilakukan di mesin anjungan tunai mandiri Bank DKI, jaringan ATM Bersama/Prima, atau teller Bank DKI.

Setelah membayar, Akbar melanjutkan, pelanggar harus menyerahkan bukti pembayaran yang telah diverifikasi untuk menebus kendaraannya. “Kendaraannya tak akan dikembalikan jika tak membawa bukti pembayaran,” ujarnya.

Dengan berbekal bukti tersebut, Akbar menuturkan, pemilik kendaraan dapat mendatangi salah satu pool kendaraan milik Dinas Perhubungan di Rawa Buaya, Tanah Merdeka, atau Pulogebang. Ia menyarankan warga turut berperan aktif melaporkan lokasi-lokasi parkir liar ke nomor telepon (021) 3457471. “Semua pihak harus terlibat,” ujar Akbar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s