Mahasiswi Cantik Ini Direkam Berkali Kali Saat Mandi Di Hotel Bintang Lima Yogya


Seorang perempuan, mahasiswi universitas swasta di Jogja, mendapati kamar mandi di sebuah hotel berbintang lima ada sesuatu yang mencurigakan. Tak disangka, dia menemukan sebuah telepon selular dalam kondisi merekam aktivitas kamar mandi. Arhe, bukan nama sebenarnya, bergetar menahan rasa marah dan ketakutan ketika peristiwa paling menyesakkan dalam hidupnya terjadi. Dirinya menyadari tengah direkam Widodo Meidana, seorang karyawan hotel Grand Aston Jogja, ketika tengah mandi di kamar mandi dekat kolam renang hotel berbintang lima itu pada 28 September lalu.

Kecurigaan Arhe berawal dari gelagat aneh seorang karyawan hotel yang berkali-kali mengintipnya ketika dia tengah berenang di lantai kedua hotel di Jalan Urip Sumoharjo ini. Rasa tak nyaman itu bertambah ketika dia mengetahui pria itu kerap mondar-mandir di sekitar kamar mandi perempuan. Puncak kecurigaannya semakin menjadi ketika Arhe akhirnya berpapasan dengan pelaku yang berpura-pura mengepel lantai kamar mandi perempuan, saat dia hendak masuk.

“Dua kali saya berpapasan dengan dia. Sebelumnya ketika akan sauna saya mau ke toilet dan dia mendahului saya masuk ke kamar mandi. Saya jadi merasa jangan-jangan ada CCTV [kamera pengintai] di kamar mandi,” ucap Arhe Senin (15/12/2014). Rasa tak nyaman dan curiga akhirnya membuat mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di DIY ini terus celingukan di dalam kamar mandi ketika berbilas, sekeluarnya dari sauna.

Pandangannya pun tertuju pada kertas checklist inventaris kamar mandi yang tergantung di dinding. Ada yang aneh pada kertas itu karena bentuknya yang menggelembung dan ada lubang kecil di salah satu sisinya. “Ternyata di balik kertas itu ada ponsel yang merekam. Saya langsung menangis karena takut dan marah. Badan saya terlihat jelas di rekaman itu. Saya langsung masukkan ponsel itu ke tas dan buru-buru pergi dengan teman saya untuk melapor,” ucapnya.

Hal itu diketahui salah satu korbannya, Arhe (bukan nama sebenarnya). Arhe berkunjung ke Harianjogja.com bersama seorang pengacara, Pengeri Perangin-Angin, untuk menceritakan pengalamannya yang dialami pada September 2014 lalu. Saat itu, ia sedang berenang di sebuah hotel di Jalan Urip Sumoharjo Jogja. Ia menemukan sebuah ponsel di balik kertas yang tergantung di dalam toilet. Saat dicek, ternyata sedang merekam kegiatannya.

“Saya menangis karena takut dan marah. Badan saya terlihat jelas di rekaman itu. Saya langsung masukkan ponsel itu ke tas dan buru-buru pergi dengan teman saya untuk melapor,” ucapnya, Senin (16/12/2014) Ia pun membawa ponsel tersebut. Upaya itupun rupanya tak mulus. Salah satu karyawan hotel, Widodo Meidana, yang merupakan pemilik ponsel sekaligus pelaku perekaman itu sempat mencegat Arhe untuk menanyakan keberadaan ponsel yang digunakan untuk merekam.

Namun, Arhe bersikeras melaporkannya ke manajemen Grand Aston dan menunjukkan buktinya pada seorang manajer. Dari situlah, Widodo tak mampu lagi mengelak. Terdapat tiga rekaman Arhe pada saat yang berbeda di ponselnya, saat berganti pakaian renang, ke toilet dan saat mandi serta satu rekaman pengunjung hotel lainnya. Setelah diusut kepolisian, terungkaplah kejadian itu bukanlah yang pertama kali dilakukan pelaku. Dari laptop milik pelaku didapati video lainnya yang menunjukkan bahwa pelaku sudah berkali-kali melakukan aksi tercelanya.

Direktur HRD Grand Aston Jogja Catur Budihantoro menolak berkomentar saat dimintai konfirmasi. Dia memilih bungkam saat dihubungi lewat telepon selular. “Wah saya tidak bisa ngomong. Nanti saja, ya,” tandasnya sebelum menutup sambungan telepon.

Menjadi korban pelecehan seksual di hotel bintang lima menjadi trauma yang dalam bagi seorang mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Dia kini tak mau lagi pergi ke hotel. “Dari kejadian September sampai sekarang, saya trauma ke toilet umum, takut ke mana-mana sendirian. Sekarang nggak mau masuk hotel,”‎ ujar mahasiswi berusia 20 tahun ini, Selasa (16/12/2014).

Meski begitu, dia bertekad akan mengikuti proses hukum dengan cermat. Dia menegaskan pihaknya akan mengejar keadilan, bukan hanya untuk dia sendiri tapi juga perempuan-perempuan lainnya yang bisa saja menjadi korban. Pelaku yang bernama Widodo Meidana kepergok merekam mahasiswi ini saat sedang mandi. HP berkamera ini disembunyikan pelaku di balik kertas-kertas yang digantung di pintu. Ada 3 video mahasiswi ini dengan total durasinya lebih dari 10 menit.

Selain itu, mahasiswi tersebut juga memergoki masih ada video lain berisi wanita lain yang juga direkam saat mandi di HP yang sama. Widodo kini telah ditahan. Kasusnya juga telah memasuki persidangan. Sidang perdana telah digelar pada Senin (15/12) di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. Sidang selanjutnya akan digelar pada Senin (22/12).

Mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta memergoki seorang karyawan Hotel bintang lima di Yogya sedang merekam dirinya yang sedang mandi. Tak hanya ada rekaman dirinya, ada rekaman korban lain di HP milik karyawan bernama Widodo

‎”Pas dibuka, ada 4 video. Video saya ada 3. Sebelum saya ada juga video wanita lain yang mandi di kamar mandi, saya nggak tahu itu siapa lagi korbannya. Karena ada rekaman saat dia pasang HP itu di kamar mandi,” cerita mahasiswi berusia 20 tahun itu, Selasa (16/12/2014).

‎Kejadian itu terjadi pada 28 September 2014 lalu. Setelah memergoki HP yang dipasang di kamar mandi dalam kondisi merekam, dia kemudian mengamankan HP itu sebagai barang bukti. Saat itulah dia menemukan tidak hanya ada video yang berisi dirinya saja. “Saya yakin ada korban-korban lain sebelumnya. Itu kenapa saya lapor ke polisi. Jangan sampai ada lagi korban lain setelah saya,” ujar mahasiswi ini dengan suara terbata.

Mahasiswi ini bercerita video perempuan mandi itu ‎berdurasi sekitar 10 menit. Dia berharap semua perempuan untuk lebih berhati-hati di tempat umum, terutama di toilet umum. “‎Perempuan siapa saja sekarang harus lebih peka dan waspada. Hal seperti ini terjadi di hotel bintang lima yang seharusnya punya pengamanan yang baik,” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s