Daftar Jalan Yang Harus Dihindari Mobil Karena Macet Total Akibat Larangan Sepeda Motor Lewat HI


Transjakarta menyediakan enam bus bagi pengendara sepeda motor yang tak dapat melintasi Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Enam bus itu beroperasi dengan rute Harmoni hingga Semanggi. “Kami diberi tahu oleh Dinas Perhubungan untuk membantu pengendara sepeda motor sejak mereka melakukan sosialisasi aturan pembatasan sepeda motor di jalan protokol,” kata Syaiful Adnan, 21 tahun, petugas on board Transjakarta, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2014.

Menurut dia, bus Transjakarta ini beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 20.00. Bus gratis ini juga tak melalui jalur busway. Untuk menempuh satu putaran–dari Harmoni hingga Bundaran Hotel Indonesia, kata Syaiful, memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan satu rit untuk rute Semanggi hingga Harmoni diperlukan waktu sekitar satu jam. “Kalau pagi seperti ini kondisi masih lancar, jadi bisa cepat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan pengendara sepeda motor bisa menumpang bus Transjakarta melalui halte-halte yang tersedia di sepanjang Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Jenderal Sudirman. “Namun bus hanya mengetem di Halte Monas,” ujarnya. Menurut pantauan, bus Transjakarta sempat menunggu penumpang di Halte Harmoni sekitar 15 menit. Namun, di tempat ini, tak ada penumpang pengendara sepeda motor yang naik ke dalam bus.

Pelaksanaan uji coba pembatasan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin pada hari ini, Rabu, 17 Desember 2014, menimbulkan kemacetan di beberapa jalan alternatif di sekitar jalan protokol tersebut. Para pengguna sepeda motor yang biasa melintas di M.H. Thamrin terpaksa mencari jalan lain untuk menuju pusat kota.

Pantauan, kemacetan parah terjadi di Jalan Penjernihan, mulai dari Pejompongan hingga persimpangan Karet Bivak. Ribuan sepeda motor sejak pukul 07.30 memenuhi ruas jalan yang menghubungkan kawasan Karet dengan Dukuh Atas. Bahkan di Jalan KH Mas Mansyur atau Karet arah Casablanca lalu lintas nyaris tak bergerak.

Hari ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan pembatasan sepeda motor di Jalan M.H. Thamrin. Dengan kebijakan baru ini, sepeda motor tidak diperbolehkan melintas jalan utama Ibu Kota itu mulai Bundaran Hotel Indonesia sampai Medan Merdeka Barat dan sebaliknya. Sebagai gantinya, disediakan 10 bus tingkat gratis untuk mengangkut warga. Kemudian sebanyak 11 lokasi parkir disiapkan di sepanjang jalan ini.

Meski diiming-imingi bus gratis, toh para pengendara sepeda motor lebih memilih mencari jalan lain. Mereka enggan beralih karena merasa kerepotan untuk berpindah ke moda angkutan lain. “Repot Mas kalau ninggalin motor, saya tujuannya mau ke Kuningan, kalau parkir di Harmoni kejauhan,” kata Sandy Pradana, 34 tahun, pekerja swasta kepada Tempo di Karet Bivak.

Biasanya untuk menuju kantornya di Kuningan, Sandy melalui M.H. Thamrin dan Sudirman. Tapi sejak pembatasan diberlakukan dia harus melalui jalur Cideng-Tanah Abang-Karet. “Wah kayaknya semua motor tadi lewat Tanah Abang, parah banget macetnya,” kata warga yang tinggal di Taman Sari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s