Suap Pejabat Indonesia, Alstom Didenda Rp 8,89 M


Dalam waktu dekat perusahan energi raksasa Alstom akan membayar denda US$700 juta terkait suap mereka terhadap berbagai pejabat negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, Alstom menyuap pejabat untuk memenangkan kontrak senilai US$ 118 juta dari Tarahan Energy awal tahun 2000.

Dikutip dari sumber anonim di situs Daily Mail, 17 Desember 2014, denda setara Rp 8,89 miliar itu dijatuhkan oleh Departemen Hukum Amerika. Adapun payung hukum yang digunakan adalah Foreign Corrupt Practices Act (FCPA).

Dikutip dari situs Wall Street Journal, denda yang akan dibayar itu memecahkan rekor denda tertinggi dalam sebuah kasus korupsi. Jaksa menuntut denda besar dari Alstom karena perusahaan asal Perancis itu tidak kooperatif selama penyidikan dan aksinya bersifat global. “Perusahaan ini benar-benar tidak kooperatif,”ujar jaksa David Novick.

Dalam aksi suap globalnya, Alstom bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Marubeni. Maret lalu, Marubeni telah mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman denda US$88 juta atas keterlibatannya dalam konsipirasi suap ini.

Selain Marubeni, tiga pejabat Alstom juga mengaku bersalah telah melanggar FCPA sementara satu pejabat lagi menunggu sidang berlangsung.

Jaksa Lesli Caldwell bulan lalu sudah memberikan sinyalmen bahwa Alstom akan menyetujui denda tersebut. Ia pula yang mengungkapkan bahwa pejabat Alstom dan Marubeni bersekongkol dalam menyuap anggota parlemen Indonesia demi kontrak Tarahan.

“Kami akan terus aktif menginvestagasi kasus ini sembari mengantisipasi langkah hukum lanjutan, “ujar Caldwell di event Organization for Economic Cooperation and Development di Paris, Perancis, beberapa waktu lalu.

Anggota pemerintahan yang disebut telah disuap oleh Alstom adalah bekas Ketua Komisi IX DPR Emir Moeis. Emir disebut menerima suap sebesar US$420 ribu, setara Rp 5 miliar dari Alstom dan Marubeni. Emir membantah menerima suap itu.

Di luar kasus suap di Indonesia, Alstom juga terlibat kasus suap di berbagai negara. Beberapa di antaranya adalah India, Polandia, Tunisia, dan Brazil.

Untuk suap di Brazil misalnya, Alstom menyuap pejabat negara US$10 juta untuk memenangkan kontrak dengan Sao Paolo Metro. Oleh karenanya, Departemen Hukum Amerika bekerja sama dengan Bank Dunia untuk mengusut kasus-kasus Alstom.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s