2 Petugas Avsec Perkosa Wanita Warga Cina Di Bandara Soekarno Hatta


Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menangkap dua petugas Aviation Security (Avsec) karena diduga memperkosa seorang warga negara Cina. Dua petugas itu berinisial R, 26 tahun, dan B (32). Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara, Komisaris Azhari Kurniawan mengatakan kedua petugas itu telah menjalani pemeriksaan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Keduanya tertarik dan bernafsu menyetubuhi korban saat melihat warga negara asing itu telantar di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya saat dihubungi Kamis, 25 Desember 2014.

Perempuan berinisial SY alias ZZ itu berkunjung ke Indonesia lewat Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Sabtu 20 Desember 2014. Menurut Azhari kedua tersangka berdalih hendak membantu korban untuk beristirahat. Berdalih menolong, petugas keamanan Bandara itu membawa korban ke sebuah hotel di kawasan bandara. Setelah memesankan kamar, kedua tersangka kemudian melakukan perbuatan bejat pada korban di kamar hotel itu.

Polisi telah menyita barang bukti berupa baju milik para tersangka dan rekaman kamera pengintai (CCTV). Kedua tersangka menurut Azhari bakal dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. Azhari mengatakan polisi akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Cina di Jakarta untuk penanganan kasus ini.

Seorang wanita asal Tiongkok berinisial SY alias ZZ mengaku diperkosa oleh dua orang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Tidak lama setelah korban mengungkapkan kejadian itu, dua pelaku diamankan petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pattopoi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menetapkan kedua petugas Avsec tersebut sebagai tersangka. “Bukan ditangkap. Keduanya kooperatif datang ke Polres setelah penyidik melakukan penyelidikan,” ungkap Pattopoi, Kamis (25/12/2014). Meski demikian, lanjut Pattopoi, kedua pelaku berinisial R dan B ini belum ditahan. Sementara korban pun belum bisa diambil keterangannya.

“Penyidik sedang kordinasi dengan Kedubes Tiongkok,” imbuhnya. Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Aszhari Kurniawan mengatakan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. “Langkah selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujar Aszhari

Sementara itu, lanjut Aszhari, pihaknya telah menyita rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta dan baju para tersangka yang digunakan saat memperkosa korban. Korban diperkosa oleh kedua pelaku di sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Perkosaan itu bermula ketika korban tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (23/12) subuh lalu.

Karena ingin beristirahat, korban kemudian menanyakan penginapan kepada kedua pelaku. Kedua pelaku kemudian seolah-olah ingin membantu korban dengan mencarikan hotel di dekat bandara. Namun, setibanya di hotel, korban justru diperkosa oleh kedua pelaku. Informasi yang beredar, korban diperkosa setelah dicekoki minuman yang dicampur obat penenang. Namun, Aszhari belum memastikan hal itu. “Sementara kami belum menemukan petunjuk ke arah situ (dicekoki minuman),” pungkasnya.

Seorang wanita asal Tiongkok diduga menjadi korban perkosaan oleh dua orang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Korban diperkosa secara bergiliran oleh kedua pelaku setelah dicekoki minuman. Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Aszhari Kurniawan, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Kedua pelaku berdalih hendak menolong korban untuk mencarikan hotel,” ungkap Aszhari kepada detikcom, Kamis (25/12/2014). Korban kemudian dibawa ke sebuah hotel yang terletak di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Di situlah, kedua pelaku menyetubuhi korban secara bergiliran. “Keduanya melakukan perbuatannya (memperkosa) secara bersama-sama di hotel tersebut,” imbuhnya.

Aszhari menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok atas kejadian yang menimpa korban ini. Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut. Informasi yang dihimpun, korban tiba di Bandara Seokarno-Hatta pada Sabtu (20/12) malam. Karena tidak bisa berbicara Bahasa Inggris atau pun Bahasa Indonesia, korban kemudian meminta kepada dua petugas Avsec tersebut untuk mencarikan hotel sambil menempelkan kedua tangan di pipinya sembari mengucapkan kata ‘sleep’.

Oleh kedua pelaku, korban selanjutnya dibawa ke hotel tersebut. Setibanya di hotel tersebut, salah satu pelaku memesankan kamar untuk korban. Sesampainya di kamar, korban diberi minuman yang diduga telah dicampur obat penenang hingga korban tidak sadarkan diri. Korban baru dikembalikan ke bandara oleh kedua pelaku pada Selasa (23/12).

Setibanya di bandara, korban menangis hingga menarik perhatian petugas bandara. Sambil menggunakan bahasa tubuh, korban menjelaskan bahwa dirinya telah diperkosa oleh petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta sambil menunjuk seragam petugas yang saat itu digunakan oleh kedua pelaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s