Categories
Pariwisata

Penginapan di Telaga Sarangan Penuh Pada Tahun Baru


Sejumlah rumah penduduk di kawasan Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, telah dipesan oleh wisatawan yang hendak merayakan tahun baru di lokasi tersebut. “Karena kamar hotel, penginapan, dan homestay di dekat Sarangan banyak yang sudah dipesan wisatawan lain,” kata pengurus Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Magetan, Supriyono, Jumat, 26 Desember 2014.

Menurut dia, hingga lima hari menjelang akhir tahun 2014 jumlah kamar hotel yang telah dipesan mencapai 990 atau 90 persen dari total 1.100 unit. Dalam hitungan jam, Supriyono memprediksi permintaan sewa tempat istrahat kian melonjak. “Setiap tahunnya selalu full, bahkan kurang. Sebagian wisatawan menyewa rumah penduduk, ada juga yang terpaksa tidur di mobil,” ujarnya.

Melonjaknya permintaan kamar, Supriyono menambahkan, menjadi alasan bagi para pengelola hotel menaikkan tarif sewa yang berkisar antara 100 hingga 300 persen. Harga sewa per unit kamar yang sebelumnya antara Rp 100 ribu-250 ribu naik menjadi Rp 750 ribu semalam. Setelah momentum pergantian tahun berakhir, kata dia, harga sewa kamar kembali normal.

Kenaikan harga sewa kamar hotel juga berlaku di Kota Madiun. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran setempat, Aris Suharno, mengatakan lonjakan tarif yang diterapkan pengelola hotel kelas melati antara 20 hingga 30 persen. Adapun nominalnya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu. “Kenaikan tarif di sini tidak drastis, berbeda dengan Magetan,” kata Aris.

Di Kota Madiun, ia melanjutkan, tingkat hunian hotel saat libur tahun baru lebih rendah. Sebab, tidak memiliki lokasi wisata alam yang menjadi andalan. Sedangkan di Magetan memiliki ikon wisata alam yakni Telaga Sarangan. “Sebagian yang menginap di sini (Kota Madiun) hanya transit untuk menuju ke Magetan,” ujar Aris.

Selama libur panjang akhir pekan sejak Kamis hingga Ahad, 17-20 Mei 2012, kunjungan wisatawan di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat tajam.

Petugas Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pos Retribusi Telaga Sarangan mencatat selama empat hari libur akhir pekan, diperkirakan kunjungan wisatawan mencapai 15 ribu orang. Tingkat kunjungan wisatawan bisa dilihat dari jumlah tiket masuk yang terjual.

Petugas mencatat tiket yang terjual pada Kamis, 17 Mei 2012, sedikitnya mencapai 4 ribu lembar, Jumat, 18 Mei 2012, 2 ribu lembar, dan sekitar 3.500 lembar tiket terjual pada Sabtu, 19 Mei 2012. “Hari ini ada sekitar 4-5 ribu wisatawan yang datang,” kata Kepala UPTD Pos Retribusi Telaga Sarangan, Kuswinardi, Ahad, 20 Mei 2012.

Kunjungan wisata selama libur panjang akhir pekan ini meningkat hingga tiga hingga lima kali lipat. “Kalau hari biasa diluar liburan, kunjungan wisatawan hanya 500 hingga 1.000 orang,” ucapnya.

Wisatawan datang dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo, Karanganyar, Malang, Surabaya, Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, Madiun, Ngawi, dan lain-lain. Telaga di lereng Gunung Lawu itu berada di ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut (dpl) di Desa/Kecamatan Sarangan, Magetan, dan berbatasan dengan Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Selain wisata air berupa speed boat, wisatawan juga bisa menikmati persewaan kuda keliling telaga. Aneka kuliner juga memanjakan wisatawan terutama sate kelinci khas Sarangan. Wisatawan yang ingin berbelanja pernak-pernik dan kerajinan juga bisa memanfaatkan kawasan pedagang kaki lima yang ada di dekat telaga. Sejumlah villa dan hotel kelas ekonomi hingga ekslusif juga bisa jadi pilihan wisatawan.

Semantara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magetan Soetrisno mengatakan selama momen liburan, okupansi hotel di Sarangan selalu meningkat 30 sampai 100 persen dibanding hari biasa. Data PHRI setempat menyebutkan, di kawasan wisata Telaga Sarangan terdapat sekitar 80 hotel, villa, dan penginapan. Beberapa hotel juga memiliki layanan restoran. “Kelebihan berwisata di Sarangan ini karena cuacanya sejuk dan ada wisata alamnya mulai telaga sampai air terjun,” kata Soetrisno.

Categories
Kriminalitas

Bos Bambu Spa Diculik Kawanan Debt Collector Di Mal Taman Palem


Polisi sudah menemukan bos Bambu Spa, Trisya (34) yang dilaporkan diculik oleh komplotan pemotor saat mengendarai mobilnya Nissa Grand Livina di dekat Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakbar siang tadi. Ternyata, komplotan bermotor itu bukan penculik, melainkan debt collector.

“Iya sudah ditemukan di Cakung. Itu bukan penculikan. Itu debt collector,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2014). Saat ini, Trisya sudah berada di Mapolda Metro Jaya. Namun, belum diketahui apakah komplotan yang sempat membawa Trisya dan mobilnya juga dikut dibawa pihak kepolisian.

Trisya sempat dikabarkan diculik siang tadi saat tengah mengendarai mobilnya. Di dalam mobil, Trisya membawa sang pembantu. Namun, di tengah jalan, mobil yang dikendarai Trisya dipepet dua sepeda motor. Setelah mobil berhenti, pria yang menaiki sepeda motor langsung membawa Trisya dan mobilnya. Sementara, sang pembantu diturunkan dan pulang ke rumah dengan menaiki ojek.

Seorang ibu bernama Trisya (34) dilaporkan diculik oleh komplotan pemotor saat mengendarai mobilnya Grand Livina, di dekat Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakbar, siang tadi. Motif di balik penculikan bos Bambu Spa ini juga masih menjadi misteri. “Motifnya belum tahu. Kalau motif kan ketahuan kalau pelakunya sudah tertangkap,” ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono saat dihubungi, Jumat (26/12/2014).

Secara terpisah, adik korban bernama Lucky Suherman mengatakan, dirinya juga tidak dapat menduga-duga apa yang menjadi motif penculikan kakaknya itu. Sebab, menurut Lucky, kakaknya selama ini tidak memiliki masalah apa pun baik dalam urusan pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.

“Saya sendiri tidak tahu bagaimana kehidupan pribadinya karena jarang berkomunikasi. Tetapi setahu saya dia tidak ada masalah dengan siapa pun,” ungkapnya. Sementara saat ditanya apakah sudah ada diduga pelaku yang meminta tebusan ke pihak keluarga, Lucky mengatakan “Sampai saat ini belum ada,”. Namun, sebelum terjadi peristiwa penculikan ini, kata Lucky, rumah orangtua korban yang terletak tidak jauh dari rumah korban di Taman Palem, pernah disambangi oleh pria misterius yang mengaku mencari seseorang bernama Lani.

Hingga kini polisi masih mencari pelaku penculikan bos pengusaha SPA Trisya (34). Polisi membantah adanya broadcast BBM yang menyebut para pelaku sudah tertangkap. “Belum ditemukan. Itu (broadcast BBM-red) palsu,” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Tosriadi Jamal saat dihubungi, Jumat (26/12/2014) malam. Dijelaskan Tosriadi, hingga kini pihaknya masih bekerja keras untuk menemukan Trisya. Ia meminta agar masyarakat tidak sembarangan dalam mengirimkan broadcast BBM. “itu malah merusak pekerjaan kita,” imbuhnya.

“Sekarang yang penting kami bekerja keras. Kalau sudah tertangkap atau ditemukan akan kami kabari segera,” sambung Tosriadi menegaskan. Malam ini memang beredar broadcast yang menyebut Grand Livina putih bernopol B 28 YHH yang dikendarai Trisya sudah ditemukan. Pelakunya disebut sudah ditangkap dan diamankan di Polsek Cengkareng setelah dikejar tukang ojek.

Trisya (34) diduga diculik oleh kawanan pemotor saat mengendarai mobilnya Grand Livina warna putih di dekat Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, siang tadi. Terakhir, keberadaan bos Bambu Spa ini terdeteksi berada di Tebet, Jakarta Selatan.

“Tadi perkembangan polisi, sudah dilacak nomor handphonenya terakhir ada di Tebet, Jaksel,” ujar Lucky Suherman, adik korban kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/12/2014). Menurut Lucky, sampai saat ini nomor telepon genggam kakaknya itu masih hidup. Tetapi tidak ada jawaban dari sang pemilik handphone tersebut.

“Sudah ditelepon berkali-kali tetapi tidak diangkat,” ungkapnya. Korban dilaporkan diculik oleh komplotan pengendara motor saat melintas di dekat Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakbar, sekitar pukul 12.30 WIB tadi. Saat itu, korban sedang bersama pembantunya. Mobil bernopol B 28 YYH yang dikemudikan korban, tiba-tiba dihadang 2 motor yang ditumpangi 4 pria berboncengan. Dua pelaku lalu masuk ke dalam mobil korban dan memaksa pembantu untuk turun.

Selanjutnya korban dibawa pergi oleh komplotan pelaku. Sang pembantu yang menjadi saksi mahkota dalam kasus ini sudah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Cengkareng setelah sebelumnya memberitahukan kepada orangtua korban. Polsek Cengkareng menyatakan pihaknya masih memburu komplotan pelaku yang diduga menculik bos pengusaha spa, Trisya (34). Sampai saat ini, pelaku belum berhasil ditangkap polisi.

“Belum, ini kita masih kejar,” tegas Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Tosriadi Jamal saat dihubungi detikcom, Jumat (26/12/2014). Tosriadi mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Orangtua dan pembantu korban, masih dimintai keterangannya di Polsek Cengkareng. “Mereka masih dimintai keterangan, ada di kantor,” imbuhnya.

Tosriadi menambahkan, tim Buser Polsek Cengkareng sudah disebar untuk mencari jejak pelaku. “Anggota masih di lapangan,” pungkasnya. Setelah dilakukan pencarian berjam-jam, bos Bambu Spa, Trisya (34) yang sempat diduga diculik akhirnya ditemukan pihak kepolisian. Trisya mengaku dirinya adalah korban salah culik oleh debt collector.

“Saya ini korban salah culik. Dipikirnya saya Lani yang sedang mereka cari,” kata Trisya saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/12/2014). Trisya sempat diculik tiga debt collector. Siang tadi, saat mengendarai mobil Grand Livina miliknya, tiba-tiba ada empat orang yang mengandarai sepeda motor memepet Trisya. Seketika itu, komplotan yang belakangan diketahui sebagai debt collector itu mengambil alih mobil dan langsung membawa pergi Trisya.

“Setelah mereka tahu Lani memang bukan saya, akhirnya dilepasin. Tapi ini sempat membuat saya shock,” imbuh Trisya. Wanita pemilik Bambu Spa itu sempat dibawa berputar-putar oleh tiga orang debt collector yang mengambil alih mobilnya. Setelah sempat diancam, akhirnya Trisya dilepaskan. Saat ini, Trisya masih menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Categories
Berbudaya

Reportase Gang Pattaya Surabaya Tempat Komunitas Generasi Belok Kaum Gay


Meski bebas untuk siapa saja, namun komunitas ‘Generasi Belok’ yang biasa mangkal di Gang Pattaya tetap tertutup. Mereka akan mencurigai bila ada pendatang baru. Gang Pattaya yang berada tak jauh dari Jembatan Gubeng, Surabaya, itu memang dikenal memiliki privacy yang kuat. Selain itu, mereka yang tidak gay tentu akan takut bila mencoba-coba memasuki gang gelap di tepi Sungai Kalimas itu.

Yang mencoba berbaur secara diam-diam pun tak luput dari perhatian mereka, akhir pekan lalu. Bahkan, mereka sempat memergoki yang coba mengambil gambar mereka secara sembunyi-sembunyi. Memory card di kamera dimintanya. Dua orang yang naik motor menghampiri dan menginterogasi. “Kamu wartawan ya, ndak usah berbohong,” kata beberapa pria yang mendatangi.

Salah satu kemudian merampas kamera DSLR Nikon. Memory Card 32 GBpun yang ada di dalam kamera diambil paksa. Kedua orang itu lantas mengusir pergi dari Gang Pattaya. “Sudah pulang kamu,” kata seorang pria gay berpostur kurus dan tinggi itu. Bahkan menunggu hingga pergi dari lokasi sek-esek sejenis itu.

Komunitas gay atau kaum belok juga tak kalah dalam pemanfaatan gadget seiring tumbuh pesatnya sosial media. Mereka diam-diam memiliki grup di dunia maya. Hasil penelusuran, komunitas gay aktif di aplikasi grindr dan Jackd. Aplikasi khusus ini mudah ditemukan karena terdapat di playstore. Dalam aplikasi itu, anggota yang sudah terhubung bisa mendapatkan atau mencari gay lain di lokasi terdekatnya.

“Membernya banyak, tak hanya di Surabaya tapi Indonesia dan luar Indonesia. Kan ini aplikasi terbuka siapapun bisa bergabung,” kata Bastian, pemuda gay, Rabu (24/12/2014). Meski aplikasi ini untuk komunitasi gay, namun diantara mereka juga banyak yang enggan menggunakan aplikasi tersebut. “Banyak yang nipu, dan banyak yang gila kirim foto alat vital atau pinoy,” kata Bastian.

Selain Gang Pattaya di Gubeng, di Kota Surabaya banyak tempat yang menjadi lokasi mangkal atau kopi darat gay atau kaum belok. Selain itu di antara mereka juga memiliki istilah yang lumayan antik. Istilah yang jarang dipahami publik itu sengaja diciptakan sebagai simbol komunikasi di antara mereka sendiri sehingga memudahkan dalam pergaulan terbatas itu. “Kalau di gay ini kita pakai sebutan sendiri untuk siapa yang jadi lakinya atau perempuannya. Ada top, bottom dan ada juga versatile,” ungkap gay yang mengaku bernama Bastian kepada di salah satu restoran cepat saji di pusat perbelanjaan di Surabaya timur, Rabu (24/12/2014).

Pemuda yang mengaku bekerja di salah satu kafe di kawasan Juanda ini menerangkan top ditujukan pada gay yang memposisikan sebagai laki-laki. “Bottom ditujukan pada gay yang memposisikan sebagai perempuan. Sedangkan versatile adalah gay yang bisa memposisikan diri sebagai perempuan dan bisa juga sebagai laki-laki, tergantung pasangannya,” terang dia.

Bastian, menerangkan gay top lebih identik dengan pria yang maskulin dan berbadan agak kekar. Sedangkan bottom sendiri identik dengan pria yang agak feminim dan lemah gemulai. “Mudah kok melihat orang yang gay pada posisi top atau bottom. Kita juga punya feeling. Jadi kita kayak punya semacam G-radar dalam diri kita (radar gay),” jelas pria yang juga mantan wartawan ini.

Sedangkan untu berhubungan badan, mereka lebih menyukai menyebutnya dengan istilah penetrasi. “Kita pakai bahasa biologis saja, penetrasi lebih halus daripada bersetubuh,” katanya. Lain lagi dengan istilah twink. Twink adalah sebutan gay khusus untuk anak-anak muda alias brondong. Bagi gay yang berperut buncit alias gendut disebut dengan bear yang tak lain beruang.

“Sementara gay yang sudah berkeluarga (dengan istri perempuan) biasa disebut dengan sapaan daddy,” tambah gay yang biasa disebut Egy yang mendampingi Bastian. Nah, untuk alat kelamin pria disebutnya dengan pinoy. Sudah bukan rahasia lagi bila Gang Pattaya di Gubeng Surabaya menjadi tempat lokalisasinya kelompok Gay atau Kaum Belok. Hampir setiap malam, para gay mangkal di gang yang gelap itu.

Meski lokasinya di pusat kota, namun kaum belok nampaknya tak risih menjadi perhatian publik. Di gang yang di tepi Sungai Kalimas itu mereka melakukan jual beli dengan kelompok sejenisnya. “Ya murah meriah. Kadang dapat Rp 25 ribu untuk maaf,oral saja,” kata seorang pemuda gay yang mengaku bernama Ray ketika bincang-bincang, Rabu (24/12/2014) malam di salah satu kafe di Sutos, Surabaya.

Para kaum belok yang mendatangi Gang Patttaya ini seperti halnya kaum hidung belang yang mencari kepuasan seksual di Dolly, ketika masih beroperasi. “Mereka jajan, kaum gay kan juga ada yang menjadi pelacurnya,” ujar Ray. Namun, kata Ray, tidak semua gay mau bertandang ke Gang Pattaya. Gay, kata dia, juga memliki kelas atau strata. Yang elit lebih suka mencari kekasih khusus. Dengan memiliki pasangan yang setia, mereka bisa memilih hotel untuk menyalurkan hasrat seksualnya.

“Kalau di Gang Pattaya mereka hanya oral saja, di pinggir sungai atau kadang di atas motor yang diparkir,” katanya. Namun, lanjut Ray, bila mereka sepakat melakukan hubungan badan atau biasa disebut penetrasi maka lokasinya di tempat lain. Penetrasi merupakan istilah gay untuk berhubungan badan. “Tergantung kesepakatan, bisa di hotel atau di tempat kosnya,” tambah Ray. Berapa ongkosnya? “Ya tergantung kesepakatan.

Kadang juga tidak bayar bila sama-sama menginginkan,” tambah gay lain yang biasa disapa Hans saat ditemui di salah satu mal di Surabaya Timur. Surabaya sebagai Kota Metropolitan tak luput dari segudang problema sosialnya. Tak terkecuali masalah perkembangan hubungan sesama jenis antara kaum pria atau biasa disebut ‘generasi belok’.

Di Kota Pahlawan, tempat berkumpulnya para lelaki yang menyayangi sejenisnya atau temu darat tak asing lagi. Bak tempat lokalisasi, kawasan di tepi Sungai Kalimas menjadi tempat ‘kopi darat’ sekaligus melakukan transaksi seksual. Lokasi yang berada di jantung kota Surabaya ini disebutnya dengan Gang Pattaya. Yang pasti bukan di Thailand, tapi Pattaya satu ini ada di wilayah Gubeng, Surabaya.

Seorang gay sebut saja Aya ini mengakui bahwa di Gang Pattaya merupakan lokalisasinya generasi belok. Tidak semua gay memilih gang yang kalau malam penerangannya cukup minim itu. “Ramainya kalau Sabtu malam,” ujar pria berkaca mata yang juga menjadi gay saat bincang-bincang, Rabu (24/12/2014) malam. Di gang ini, para gay dari berbagai latar belakang dan usia berkumpul untuk mencari pasangannya. Di tempat tersebut terdapat warung. Dan pendatang baru yang datang pasti akan diselidiki oleh mereka.

Lokasi Gang Pattaya ini sekitar Jembatan Gubeng. Sebelum jembatan, ada gang ke arah kiri. Gang tersebut tembus hingga ke dekat Jembatan Kayun. Namun, untuk mobil tidak bisa karena lebar gang yang sempit.

Categories
Tokoh Indonesia

Foto Cut Nyak Dien Berjilbab Beredar Di Dunia Maya


foto-cut-nyak-dien-di-akun-seuramoe-mekkah-_141224102014-268

Berdasarkan penelusuran Republika, ternyata foto yang terpampang di sebelah foto Cut Nyak Dien adalah istri Panglima Polim. Di laman, media-kiltv.nl disebutkan bahwa ia adalah ‘Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli’.

Dan apabila dilihat lebih jelas, foto yang terpampang disebelah foto Cut Nyak Dien tersebut bukanlah mengenakan hijab seperti yang kita kenal sekarang, melainkan hanya kedurung. Karena pada foto tersebut dapat terlihat jelas telinga dan rambut dari pemakainya.

Jagat dunia maya khususnya laman Facebook dihebohkan dengan foto Cut Nyak Dien berjilbab. Pemilik akun Seuramoe Mekkah menampilkan foto pahlawan perempuan Aceh itu dengan menggunakan hijab panjang. Melalui akunnya, ia menyatakan pemerintah sekuler menyesatkan sejarah Aceh. Tujuannya menurut dia ingin menyesatkan generasi muda Aceh. “Jahatnya skenario kaum penjajah,terus ditanamkan kepada anak-anak bangsa Aceh, sehingga sejarahpun diplintirkan dan disuguhkan dengan bahasa yang manis,” tutur dia di akun Facebooknya.

Ia menambahkan dalam pelajaran sejarah,Banyak pahlawan perempuan Aceh yang digambarkan bersanggul, seperti Cut Nyak Din,Cut Meutia, dan Laksamana Malahayati. Ia menambahkan saking alerginya pemerintah sekuler pada Islam yang benar, foto seorang muslimah diubah menjadi gambar wanita yang terbuka auratnya. Walaupun itu seorang wanita pahlawan nasional sekalipun.

Sebagian masyarakat menanggapi dengan menjawab bahwa itu adalah HOAX yang tidak terlalu penting yang disebarkan oleh orang yang tidak paham sejarah dan benci kebenaran yang timbul akibat rasa frustasi dan malu yang akut karena ketidak mampuan diri untuk mengubah keadaanny sendiri hingga menjadi benci dan destruktif terhadap apapun kecuali dirinya sendiri.

Categories
Kriminalitas

Siswi ABG Limapuluh Kota Sumatera Barat Diperkosa dan Dijual Oleh Pelaku


Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Pergerakan di Padang, Sumatera Barat mengungkap kasus perkosaan yang dialami CA, 15 tahun, siswi sekolah menengah pertama di Kabupaten Limapuluh Kota, pada November lalu. Tersangka pemerkosanya adalah Rudi Dermawan, pengusaha gambir di kabupaten itu. “Setelah diperkosa, korban diduga diperdagangkan ke beberapa orang,” kata Ketua LPPA Pergerakan Nora Fitriawati saat dihubungi Tempo, Ahad, 21 Desember 2014. Hasil investigasi LPPA Pergerakan mencatat, korban dibawa teman sekelasnya berinisial LPL ke sebuah gudang milik Rudi. Korban diperkosa dan ditawari mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Setelah diperkosa Rudi memberi uang Rp 300 ribu. “Uang itu diambil LPL dan dibagi-bagikan ke temannya. Korban hanya dikasih Rp 50 ribu,” ujarnya. Nora mengatakan, LPL mengancam korban untuk memenuhi keinginannya. Jika tidak, LPL akan menyebakarkan pemerkosaan itu. Lantaran ketakutan, korban mengikuti semua keinginan LPL.

LPL memaksa korban ke rumah AG. Di sana sudah menunggu seorang pemuda setempat berinisial I. Nora mengatakan, korban kembali diperkosa dan diberi uang sektiar Rp 500 ribu. Uang itu kembali diambil LPL. Dia membagikan uang itu ke beberapa temannya. Korban hanya diberi RP 50 ribu. “Ini yang membuat kita menduga korban diperdagangkan,” ujarnya.

Menurut Nora, korban juga dipaksa mengkonsumsi narkoba. Pengakuannya, korban dua kali menghisap narkoba karena dipaksa LPL dan oknum polisi berinisial SR alias Unyil. “Korban pernah diancam oknum polisi SR. Dengan memperlihatkan alat tajam seperti pedang panjang ke korban. Sehingga korban ketakukan,” ujarnya.

Kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Guntur Abdurrahman meminta polisi mengungkap kasus ini secara profesional. “Semua pelaku itu harus segera ditangkap. Termasuk polisi SR,” ujarnya. Saat ini polisi baru menangkap Rudi. Sedangkan, SR hanya dijatuhi hukuman disiplin. “Ada beberapa pelaku lainnya yang masih belum ditangkap. Diantaranya, LPL, I, AG dan PJ,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota Ajun Komisaris Amral mengaku telah menetapkan Rudi sebagai tersangka. “Dia mengaku melakukan perbuatan itu. Tapi dia tidak mengaku sabagai pengedar, hanya mengkonsumsi sabu,” ujarnya. Amral menjelaskan, polisi juga telah menggeledah rumah SR. Tapi polisi tidak menemukan narkoba, hanya alat hisap bong. “Makanya dia hanya kami beri sanksi disiplin,” ujarnya.

Seorang polisi yang bertugas di Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diduga terlibat kasus pemerkosaan terhadap siswi sekolah menengah pertama berinisial CA, 15 tahun. Polisi itu juga diduga memaksa korban mengisap sabu. “Inisial polisi itu adalah SR. Ironisnys, dia pernah mengajak korban menggunakan narkoba di sekolah korban,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia Guntur Abdurrahman, Sabtu, 20 Desember 2014.

Menurut Guntur, selain SR, ada beberapa pelaku lain dalam kasus ini, yaitu LPL–teman sekolah CA, AG, Rudi, PJ, NN, AB, dan I. Namun saat ini yang sudah diperiksa polisi baru Rudi dan SR saja. Kasus ini terungkap setelah SR memberikan telepon seluler kepada korban agar mereka mudah berkomunikasi. Telepon itulah yang membuat keluarga curiga. Sebab, selama ini, orang tua korban tidak pernah memberikan uang kepada korban untuk membeli ponsel baru.

Korban akhirnya menceritakan kejadian yang menimpanya setelah didesak orang tuanya. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, pada 15 November 2014. Masyarakat yang mengetahui kasus ini marah karena polisi tidak segera bertindak. Apalagi mereka melihat orang-orang yang dicurigai justru bebas berkeliaran. Massa akhirnya mendatangi rumah Rudi dan membakar bangunan itu.

Sepekan setelah kejadian, polisi menangkap Rudi di Kota Payakumbuh. Lelaki itu saat ini masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Kasat Reskrim Polres Kabupaten Limapuluh Kota Ajun Komisaris Amral mengatakan jajarannya masih memburu LPL, I, dan AG. “Kami juga masih mengumpulkan keterangan tentang keterlibatan mereka,” katanya.

SR saat ini sedang menjalani pemeriksaan di bagian profesi dan pengamanan. “SR mengaku tidak pernah menyetubuhi korban,” ujarnya. Sedangkan untuk penggunaan sabu, Amral mengaku pihaknya sudah menggeledah tempat tinggal SR. Sejauh ini, ujar dia, tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba. Penyidik hanya menemukan alat isap sabu. “Makanya, SR hanya kena hukuman internal,” ujar Amral.

Polisi menangkap seorang siswi SMP berinisal LPL setelah masuk daftar pencarian orang dalam kasus pemerkosaan. LPL diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan temannya yang juga siswi SMP di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Saat ini dia sebagai saksi dalam kasus cabul,” ujar Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Amral, Selasa, 23 Desember 2014. Polisi menemukan LPL di Kabupaten Dharmasyara. Dia sempat kabur dari Kabupaten Limapuluh Kota setelah kejadian. “Kami dapat info dari keluarganya. Dia berada di rumah familinya di Dharmasraya,” ujarnya.

Kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan, Guntur Abdurrahman, mengatakan korban CA, telah memberikan keterangan keterlibatan LPL dalam kasus ini. “LPL sebagai penyalur anak dan narkoba. Dia perantara Rudi dan oknum polisi SR,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Rudi Darmawan sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan siswi ini. Sementara, oknum SR hanya diberi hukum disiplin. Menurut Guntur polisi memiliki cukup alasan untuk meningkatkan status LPL dan SR. Sebab, menurut keterangan korban, ada hubungan antara LPL, SR, dan Rudi. Guntur mengatakan LPL merupakan saksi kunci dalam kasus ini. Polisi harus menggali dengan dalam keterangan dari LPL.

Kasus pemerkosaan itu terjadi sekitar November 2014. Korban awalnya diajak pergi oleh teman sekelasnya yang berinisial LPL. Ternyata LPL adalah pengedar narkoba jenis ganja dan sabu. “Korban heran dan bertanya kepada LPL, di mana dia mendapatkan barang itu. LPL menjawab dapat di dekat jembatan,” ujar Guntur. LPL membujuk korban untuk ikut mengedarkan narkoba agar bisa mendapatkan banyak uang.

Selanjutnya LPL mengajak korban ke sebuah gudang milik seorang pengusaha gambir bernama Rudi. “Rudi saat itu sedang mengkonsumsi sabu,” kata Guntur. Rudi memaksa korban untuk menghisap sabu lalu memperkosanya. Korban tak bisa melawan karena takut. “Setelah memperkosa, Rudi memberikan CA uang sekitar Rp 300 ribu,” ujar Guntur.

Setelah itu, datang seorang pemuda berinisial AG dan membawa korban ke rumah LPL. Lalu, LPL mengambil uang dari tangan korban dan membagi-bagikannya. Korban hanya mendapat Rp 50 ribu lalu disuruh pulang menggunakan becak. Korban tak berani melaporkan kejadian itu karena diancam oleh LPL.

Kejahatan terhadap korban ternyata berulang. LPL memaksa korban ke rumah AG. Di sana sudah menunggu seorang pria berinisial I. “Korban kembali diperkosa dan diberi uang sekitar Rp 500 ribu. Uang itu kembali diambil LPL. Dia hanya memberi korban Rp 50 ribu,” ujarnya.

Categories
Kriminalitas

2 Petugas Avsec Perkosa Wanita Warga Cina Di Bandara Soekarno Hatta


Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menangkap dua petugas Aviation Security (Avsec) karena diduga memperkosa seorang warga negara Cina. Dua petugas itu berinisial R, 26 tahun, dan B (32). Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara, Komisaris Azhari Kurniawan mengatakan kedua petugas itu telah menjalani pemeriksaan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Keduanya tertarik dan bernafsu menyetubuhi korban saat melihat warga negara asing itu telantar di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya saat dihubungi Kamis, 25 Desember 2014.

Perempuan berinisial SY alias ZZ itu berkunjung ke Indonesia lewat Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Sabtu 20 Desember 2014. Menurut Azhari kedua tersangka berdalih hendak membantu korban untuk beristirahat. Berdalih menolong, petugas keamanan Bandara itu membawa korban ke sebuah hotel di kawasan bandara. Setelah memesankan kamar, kedua tersangka kemudian melakukan perbuatan bejat pada korban di kamar hotel itu.

Polisi telah menyita barang bukti berupa baju milik para tersangka dan rekaman kamera pengintai (CCTV). Kedua tersangka menurut Azhari bakal dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. Azhari mengatakan polisi akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Cina di Jakarta untuk penanganan kasus ini.

Seorang wanita asal Tiongkok berinisial SY alias ZZ mengaku diperkosa oleh dua orang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Tidak lama setelah korban mengungkapkan kejadian itu, dua pelaku diamankan petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pattopoi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menetapkan kedua petugas Avsec tersebut sebagai tersangka. “Bukan ditangkap. Keduanya kooperatif datang ke Polres setelah penyidik melakukan penyelidikan,” ungkap Pattopoi, Kamis (25/12/2014). Meski demikian, lanjut Pattopoi, kedua pelaku berinisial R dan B ini belum ditahan. Sementara korban pun belum bisa diambil keterangannya.

“Penyidik sedang kordinasi dengan Kedubes Tiongkok,” imbuhnya. Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Aszhari Kurniawan mengatakan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. “Langkah selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujar Aszhari

Sementara itu, lanjut Aszhari, pihaknya telah menyita rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta dan baju para tersangka yang digunakan saat memperkosa korban. Korban diperkosa oleh kedua pelaku di sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Perkosaan itu bermula ketika korban tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (23/12) subuh lalu.

Karena ingin beristirahat, korban kemudian menanyakan penginapan kepada kedua pelaku. Kedua pelaku kemudian seolah-olah ingin membantu korban dengan mencarikan hotel di dekat bandara. Namun, setibanya di hotel, korban justru diperkosa oleh kedua pelaku. Informasi yang beredar, korban diperkosa setelah dicekoki minuman yang dicampur obat penenang. Namun, Aszhari belum memastikan hal itu. “Sementara kami belum menemukan petunjuk ke arah situ (dicekoki minuman),” pungkasnya.

Seorang wanita asal Tiongkok diduga menjadi korban perkosaan oleh dua orang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Korban diperkosa secara bergiliran oleh kedua pelaku setelah dicekoki minuman. Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Aszhari Kurniawan, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Kedua pelaku berdalih hendak menolong korban untuk mencarikan hotel,” ungkap Aszhari kepada detikcom, Kamis (25/12/2014). Korban kemudian dibawa ke sebuah hotel yang terletak di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Di situlah, kedua pelaku menyetubuhi korban secara bergiliran. “Keduanya melakukan perbuatannya (memperkosa) secara bersama-sama di hotel tersebut,” imbuhnya.

Aszhari menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok atas kejadian yang menimpa korban ini. Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut. Informasi yang dihimpun, korban tiba di Bandara Seokarno-Hatta pada Sabtu (20/12) malam. Karena tidak bisa berbicara Bahasa Inggris atau pun Bahasa Indonesia, korban kemudian meminta kepada dua petugas Avsec tersebut untuk mencarikan hotel sambil menempelkan kedua tangan di pipinya sembari mengucapkan kata ‘sleep’.

Oleh kedua pelaku, korban selanjutnya dibawa ke hotel tersebut. Setibanya di hotel tersebut, salah satu pelaku memesankan kamar untuk korban. Sesampainya di kamar, korban diberi minuman yang diduga telah dicampur obat penenang hingga korban tidak sadarkan diri. Korban baru dikembalikan ke bandara oleh kedua pelaku pada Selasa (23/12).

Setibanya di bandara, korban menangis hingga menarik perhatian petugas bandara. Sambil menggunakan bahasa tubuh, korban menjelaskan bahwa dirinya telah diperkosa oleh petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta sambil menunjuk seragam petugas yang saat itu digunakan oleh kedua pelaku.

Categories
Bencana Alam Transportasi

Gunung Gamalama Meletus Kembali …. Bandara Ditutup Hingga 29 Desember


Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17.30 WIT. Imbasnya abu vulkanik membumbung tinggi mencapai 9.000 kaki bergerak ke barat daya, yang memaksa Bandara Sultan Baabullah ditutup sampai 29 Desember mendatang.

“Telah diterbitkan pula Ashtam nomor 0620/14 tertanggal 23 Desember 2014 pukul 23.20 UTC atau pukul 06.20 WIB di titik koordinat N0048 dan E12720 dengan kekuatan pergerakan angin mencapai 10 knot dengan ketinggian abu vulkanik masih mencapai 9.000 kaki dengan pergerakan arah angin menuju arah Barat Daya,” ujar Menhub Ignasius Jonan dalam pernyataannya, Selasa (23/12/2014).

Ashtam diperuntukkan bagi maskapai penerbangan, bandara hingga pilot dan pihak yang berkepentingan di dunia penerbangan. Ashtam dalam hal ini peringatan untuk menghindari rute-rute penerbangan yang terdampak abu Gunung Sinabung. Letusan Gunung Gamalama pada Senin sore disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Erupsi gunung mulai terjadi pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

“Dampak abu vulkanik tersebut hingga sementara ini tidak mempengaruhi rute penerbangan baik untuk area domestik maupun internasional,” sambung Jonan. Jonan mengatakan, terkait dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama di Ternate, telah diterbitkan Notice to Airman (Notam) nomor C0741/14 bandara Sultan Baabullah, Ternate. Bandara itu masih dinyatakan ditutup (Closed due to Gamalama VA Eruption over The Field) terhitung mulai tanggal 23 Desember pukul 00.19 UTC atau pukul 07.19 WIB yang diberlakukan sampai 29 Desember 2014 pukul 06.59 WIB.

Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17.30 WIT. Akibatnya Bandara Sultan Baabullah yang pernah ditutup pada 19 Desember, kembali ditutup hingga 29 Desember mendatang.

“Terkait dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama di Ternate, telah diterbitkan Notice to Airman (Notam) nomor C0741/14 bandara Sultan Baabullah, Ternate, masih dinyatakan ditutup (Closed due to Gamalama VA Eruption over The Field) terhitung mulai tanggal 23 Desember pukul 00.19 UTC atau pukul 07.19 WIB yang diberlakukan sampai 29 Desember 2014 pukul 06.59 WIB,” ujar Kapuskom Kemenhub JA Barata dalam pernyataan tertulis, Selasa (23/12/2014).

Menurut Barata, telah diterbitkan pula Ashtam (Notam tentang abu vulkanik) nomor 0620/14 tertanggal 23 Desember 2014 pukul 23.20 UTC atau pukul 06.20 WIB di titik koordinat N0048 dan E12720 dengan kekuatan pergerakan angin mencapai 10 knot dengan ketinggian abu vulkanik masih mencapai 9.000 kaki dengan pergerakan arah angin menuju arah barat daya. Dampak abu vulkanik tersebut hingga sementara ini tidak mempengaruhi rute penerbangan baik untuk area domestik maupun internasional.

Ashtam diperuntukkan bagi maskapai penerbangan, bandara hingga pilot dan pihak yang berkepentingan di dunia penerbangan. Ashtam dalam hal ini peringatan untuk menghindari rute-rute penerbangan yang terdampak abu Gunung Sinabung. Letusan Gunung Gamalama pada Senin sore disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Erupsi gunung mulai terjadi pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17:30 WIT. Letusan disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Hingga kini statusnya masih siaga. Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau Ternate, Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini ada di pesisir barat Pulau Halmahera yang ada di bagian utara Kepulauan Maluku. Selama berabad-abad, Ternate adalah pusat benteng Portugis dan VOC Belanda untuk perdagangan rempah-rempah, yang telah mencatat aktivitas volkanik Gamalama.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Kepala Data dan Infromasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho pukul 17:22 WIB, dilaporkan bahwa letusan muncul dari retakan tahun 2011. Hingga saat ini Kota Ternate masih diselimuti abu vulkanik. Sistem peringatan dini sudah berjalan dari pos pantau ke pos tanggap darurat menuju BPBD dan Kelurahan melalui frekuensi radio. Perlu diketahui bahwa Gunung Gamalama di Ternate, Provinsi Maluku Utara, pertama kali meletus pada hari Kamis (18/12/2014) pukul 22.41 WIT.

Tidak ada kepanikan yang terjadi. Hingga saat ini aktivitas masih berlangsung secara normal. BPBD Kota Ternate telah membagikan 55 ribu lembar masker kepada masyarakat. Namun, stock masker di BPBD dan Dinas Kesehatan tinggal 3000 lembar. Walikota Ternate Burhan Abdurahman menetapkan status siaga darurat Gunung Gamalama dari 18-31 Desember 2014. Sebanyak 18 titik pengungsian telah disiapkan dan di dalam radius 2,5 km Masyarakat dilarang melakukan aktivitas.

Bandara Sultan Baabullah, Ternate masih dinyatakan tertutup menyusul meletusnya Gunung Gamalama. Kementerian Perhubungan mengeluarkan Notice to Airman (Notam) kembali. “Senin 22 Desember 2014 pukul 06.16 WIB telah dikeluarkan Notam No. 0738/14 dimana Bandara Sultan Baabullah, Ternate masih dinyatakan ditutup,” ujar Kapuskom Kemenhub JA Barata, dalam rilis tertulis, Senin (22/12/2014). Notam adalah catatan peringatan bagi pemangku kepentingan transportasi udara, seperti pilot, maskapai penerbangan hingga petugas menara kontrol udara (ATC).

Menurut Barata, Notam berlaku hingga Selasa (23/12/2014) pukul 06.59 WIB. Kecepatan angin 5 knot ke arah timur dan ketinggian abu vulkanik 9.000 feet. “Tidak ada rute terdampak baik domestik maupun internasional,” ucapnya. Gunung Gamalama yang meletus pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup sejak Jumat (19/12/2014) pagi.

Gunung Gamalama masih meletus, bahkan ketinggian letusannya masih mencapai 9 ribu kaki. Debu vulkanik itu juga menutupi landas pacu Bandara Sultan Baabullah, Ternate hingga bandara masih belum dibuka hingga hari Minggu (21/12/2014). “Minggu 21 Desember 2014 pukul 06.36 WIB, telah dikeluarkan Ashtam nomor 0616/14. Kecepatan debu vulkanik mencapai 20 nautical mile (NM) ke Timur, kecepatan angin 5 knot. Semburan debu 9000 feet,” demikian jelas Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Ashtam adalah Notice to Airman (Notam) alias catatan peringatan kepada pihak yang berkepentingan dalam bidang transportasi udara tentang debu vulkanik yang membahayakan penerbangan. Barata menambahkan landas pacu Bandara Sultan Baabullah masih tertutup debu vulkanik sehingga bandara belum bisa dibuka. “Ketebalan debu di landasan 5 cm, bandara masih ditutup. Belum dikeluarkan Notam baru. Notam yang berlaku masih Notam kemarin,” jelas Barata. Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup sejak Jumat (19/12/2014) pagi menyusul Gunung Gamalama yang meletus pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Categories
Demokrasi Taat Hukum

Mahkamah Konstitusi Kabulan Gugatan UU Ormas Yang Dianggap Melanggar Kemerdekaan Berserikat


Permohonan uji materi yang diajukan PP Muhammadiyah‎ ke MK terkait UU Ormas telah dikabulkan MK. Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyambut baik keputusan MK ini. “Ini (yang dikabulkan MK) menyangkut pasal-pasal jantung yang inti, yang memang dari awal kami tengarai bertentangan dengan UUD 1945,” tutur Din usai pembacaan putusan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/11/2014).

‎Muhammadiyah punya alasan permohonan uji materi ini, yakni pertama, pengkerdilan makna kebebasan berserikat melalui pembentukan UU Ormas. Kedua, pembatasan kemerdekaan berserikat yang berlebih-lebihan. Ketiga, pengaturan yang tidak memberikan kepastian hukum. Dan keempat, turut campur pemerintah dalam penjabaran kemerdekaan berserikat.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada MK, bahwa sebagian besar dari permohonan kami dikabulkan,” tutur Din.

‎Putusan bernomor 82/PUU-XI/2013 ini menetapkan soal hasil permohonan uji materi Pasal 1 Angka 1, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 21, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 30 ayat (2), Pasal 33 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 34 ayat (1), Pasal 35, Pasal 36, Pasal 38, Pasal 40 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), ayat (6), Pasal 57 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 58, dan Pasal 59 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 58, dan Pasal 59 ayat (1) dan ayat (3).‎

‎Hasilnya, MK mengabulkan sebagian permohonan gugatan Muhammadiyah. Pasal yang dikabulkan yakni Pasal 5, Pasal 8, Pasal 16 ayat (3), Pasal 17, Pasal 18, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 34, Pasal 40 ayat (1), dan Pasal 59 ayat (1) huruf a. Esensi dari yang dikabulkan MK, menurut Din, sudah sesuai dengan harapannya. Putusan ini juga bisa mencegah potensi intervensi pemerintah yang eksesif terhadap ormas. “Tentang eksistensi ormas, tujuan ormas, ruang lingkup, termasuk juga hak dan kewajiban serta gelagat intervensi pemerintah ke dalam ormas,” kata Din didampingi Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri.

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan uji materi Undang-undang Ormas (UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan) yang diajukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pembacaan putusan dipimpin Ketua MK Hamdan Zoelva. Lewat putusan ini, MK menjaga agar negara tak mengintervensi‎ urusan internal ormas. Ini sekaligus menjamin kebebasan dan kemerdekaan berserikat dan berkumpul, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar Negara RI 1945.

“Amar putusan mengadili menyatakan, mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Hamdan dalam persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2014). ‎Putusan bernomor 82/PUU-XI/2013 ini menetapkan soal hasil permohonan uji materi Pasal 1 Angka 1, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 21, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 30 ayat (2), Pasal 33 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 34 ayat (1), Pasal 35, Pasal 36, Pasal 38, Pasal 40 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), ayat (6), Pasal 57 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 58, dan Pasal 59 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 58, dan Pasal 59 ayat (1) dan ayat (3).

Muhammadiyah punya alasan permohonan uji materi ini, yakni pertama, pengkerdilan makna kebebasan berserikat melalui pembentukan UU Ormas. Kedua, pembatasan kemerdekaan berserikat yang berlebih-lebihan. Ketiga, pengaturan yang tidak memberikan kepastian hukum. Dan keempat, turut campur pemerintah dalam penjabaran kemerdekaan berserikat.

‎Hasilnya, MK mengabulkan sebagian permohonan gugatan Muhammadiyah. Pasal yang dikabulkan yakni Pasal 5, Pasal 8, Pasal 16 ayat (3), Pasal 17, Pasal 18, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 34, Pasal 40 ayat (1), dan Pasal 59 ayat (1) huruf a. “Memerintahkan pembuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya,” kata Hamdan.

Putusan ini dibikin oleh sembilan hakim konstitusi, yakni Hamdan, Arief Hidayat, Ahmad Fadlil Sumadi, Maria Farida Indrati, Anwar Usman, Patrialis Akbar, Muhammad Alim, Wahiduddin Adams, dan Aswanto.

MK memutuskan mengabulkan permohonan gugatan Pasal 8, Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25 UU Ormas ini lantaran “beralasan menurut hukum”‎. Disebutkan dalam salinan putusan, “Menurut Mahkamah, yang menjadi prinsip pokok bagi Ormas yang tidak berbadan hukum, dapat mendaftarkan diri kepada instansi pemerintah yang bertanggung jawab untuk itu dan dapat pula tidak mendaftarkan diri.”

Soalnya, masalah administrasi ini‎ hanyalah untuk memastikan terdaftarnya suatu Ormas. Dengan demikian, pelayanan terhadap ormas dalam menjalankan kegiatan dengan menggunakan anggaran negara dapat diatur oleh pemerintah.

“Suatu ormas yang tidak mendaftarkan diri pada instansi pemerintah yang berwenang tidak mendapat pelayanan dari pemerintah (negara), tetapi negara‎ tidak dapat menetapkan ormas tersebut sebagai ormas terlarang, atau negara juga tidak dapat melarang kegiatan ormas tersebut sepanjang tidak melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan, ketertiban umum, atau melakukan pelanggaran hukum,” papar salinan putusan MK ini.

‎MK menyatakan, walaupun pemohon tidak mengajukan permohonan pengajuan konstitusionalitas Pasal 16 ayat (3), Pasal 17, dan Pasal 18 UU Ormas. Maka ketentuan mengenai pendaftaran ormas yang dikaitkan dengan lingkup suatu ormas harus dinyatakan inkonstitusional pula. Adapun tata cara pendaftaran ormas tersebut dapat diatur dalam peraturan perundang-undangan yang lebih rendah sebagaimana diatur dalam Pasal 19 UU Ormas.

Selanjutnya, Muhammadiyah memandang Pasal 34 ayat (1) yang menyebut “Setiap anggota Ormas memiliki hak dan kewajiban yang sama” bertentangan dengan UUD 1945. Menurut Muhammadiyah, pemerintah menjadi berwenang ikut campur terlalu berlebihan, karena sampai bisa mengatur kewenangan otonomi masyarakat dalam mengatur organisasinya.

MK menilai arguman Muhammadiyah ini‎ sebagai “beralasan menurut hukum” alias menerima. “Negara tidak dapat mencampuri dan tidak dapat memaksakan suatu ormas mewajibkan anggotanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, karena akan membelenggu kebebebasan masyarakat dalam mengatur urusan organisasinya yang menjadi wilayah otonomi masyarakat,” papar MK.

Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan sudah setahun berjalan. Namun dalam pelaksanannya dirasa membelenggu kebebasan. Para aktivis pun berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) sudah melakukan pemantauan selama setahun terakhir terkait pelaksanaan UU tersebut. Hasilnya, ada masalah dalam segi kewajiban registrasi.

“Pola utama yang ditemukan dari pemantauan adalah kewajiban registrasi organisasi baik itu LSM, Organisasi Kepemudaan maupun yayasan pada kantor Kesbangpolinmas (Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat),” ujar Fransisca Fitri, Kordinator KKB dalam jumpa pers temuan pelanggaran satu tahun UU Ormas di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2014). Peneliti ICW Febri Hendri juga hadir dalam acara tersebut.

Fitri juga menyebutkan, pendataan tersebut didahului oleh kegiatan pendataan untuk memeriksa apakah organisasi tersebut terdaftar atau tidak, serta apakah Surat Keterangan Terdaftar (SKT) masih berlaku atau kadaluarsa. Jika gagal memenuhi syarat tersebut, maka bisa dipastikan organisasi yang bersangkutan bisa dicabut izinnya. Bahkan bisa dibubarkan dan dicap sebagai organisasi liar, hingga akses dana pemberdayaan ditutup atau tidak diakui.

Melihat hal ini, KKB mereka akan melakukan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait pasal pasal yang bermasalah di UU ormas tersebut. “Pasal 23 sampai 25 UU Ormas memuat pengaturan tentang ruang lingkup ormas dan ini bersifat multi tafsir, kerancuan yang muncul bersumber pada defenisi ormas yang sapu jagat. Selain itu struktur yang dimaksud dalam pasal ini lebih cocok untuk partai politik atau sayap partai politik bukam ormas” ujar Fitri.

Sebagai contoh Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada kewajiban untuk semua ormas di kabupaten itu harus mendaftar ke Kesbangpolinmas. Jika tidak keberadaan ormas tersebut akan dicabut izinnya. Ronald Rofiandri, peneliti dan ketua advokasi Pusat Studi Hukum Indonesia menambahkan, UU ormas ini cenderung membelenggu Kebebasan berserikat dan mempersempit ruang kebebasan publik. Ia setuju dengan adanya judicial review yang diajukan oleh pihak KKB.

Revisi UU nomor 8 tahun 1985 tengang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di DPR hampir rampung. Sejumlah pasal telah disepakati, termasuk pasal yang mewajibkan Ormas untuk transparan soal keuangan hingga sumber dana dari pihak asing. Berdasarkan draf yang diperoleh Rabu (3/4/2013), Bab VI revisi UU Ormas mengatur tentang hak dan kewajiban ormas. Pasal 21 mengatur sejumlah kewajiban ormas. Pasal 21 huruf (e) mewajibkan ormas ‘melakukan pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel’. Pasal ini telah disepakati Panja Revisi UU Ormas pada 20 Juni 2012 lalu.

Sementara Bab XI revisi UU Ormas mengatur tentang keuangan. Pasal 38 mengatur keuangan ormas dapat bersumber dari iuran anggota, bantuan masyarakat, APBN atau APBD, sumbangan asing, hasil usaha ormas, atau kegiatan lain yang sah menurut hukum (ayat 1). “Keuangan ormas sebagaimana dimaksud ayat (1) harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” demikian bunyi Pasal 38 ayat (2).

“Dalam hal melaksanakan pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ormas menggunakan rekening pada bank nasional,” demikian bunyi Pasal 38 ayat (3). Pasal 39 mewajibkan ormas membuat laporan pertanggungjawaban sesuai standar akuntansi secara umum atau sesuai AD/ART (ayat 1). Sementara Bab XVII UU Ormas mengatur sejumlah larangan.

Pasal 61 UU Ormas melarang menerima dari atau memberikan kepada pihak asing sumbangan dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan (huruf a). Mengumpulkan dana untuk kepentingan partai politik (huruf b), dan menerima sumbangan berupa uang, barang, ataupun jasa dari pihak mana pun tanpa mencantumkan identitas yang jelas (huruf c).

DPR akan segera mengesahkan RUU Ormas menjadi UU pekan depan. PAN yang masih keberatan dengan RuU tersebut akan menyampaikan nota keberatan. “Kita sadar penolakan kita tidak bisa menghalangi suara mayortias yang menghendaki RUU ini disahkan,” kata Sekretaris PAN, Teguh Juwarno, saat dihubungi, Jumat (21/6/2013).

Teguh mengatakan PAN masih tak menyetujui RUU itu disahkan menjadi UU. Masih ada pasal dan poin dalam RUU itu yang harus diperbaiki. “Untuk itu kami akan menyampaikan minderheit nota sebagai catatan keberatan PAN terhadap pengesahan RUU ini,” ujarnya. RUU Ormas ini menjadi kontroversi dan mendapat penolakan dari berbagai ormas di tanah air. Salah satu ormas besar yang menolak adalah Muhammadiyah.

RUU ini dipandang akan membatasi ruang gerak kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, sempat tercantum pasal yang mengharuskan ormas di Indonesia berasaskan nasionalis, tak ada yang lain. Namun, Ketua Panja RUU Ormas Abdul Malik Haramain, mengatakan pasal-pasal yang sebelumnya menjadi perdebatan telah diperbaiki. Dia menyatakan RUU itu sudah bisa diterima oleh para petinggi ormas.

Categories
Taat Hukum Transportasi

Ahok Langgar Peraturan Yang Dibuatnya Sendiri


Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melanggar aturan karena menggunakan bus pariwisata untuk mengakut pengendara sepeda motor yang dilarang melintas dari Bundaran HI sampai Jalan Medan Merdeka Barat.

“Kalau bus yang digunakan itu milik Dinas Pariwisata, Ahok melanggar Peraturan Gubernur Nomor 170 Tahun 2014 tentang Pelayanan Bus Angkutan Pariwisata yang dia buat sendiri,” kata Edison melalui keterangan pers yang diterima Tempo, Senin, 22 Desember 2014.

Menurut dia, kebijakan Ahok menggunakan bus tersebut untuk mengangkut para pengendara sepeda motor terbilang aneh. Sebab, peraturan itu baru ditetapkan pada 27 Oktober 2014 dan diterbitkan oleh Ahok saat menjabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI.

“Bus angkutan pariwisata dioperasikan khusus bagi pelayanan wisatawan,” ujarnya. Karena itu, Edison menganggap Ahok telah membuat blunder lantaran menerapkan pembatasan sepeda motor mulai Rabu, 17 Desember 2014, selama 24 jam.

Jadi ya jangan heran bila sang pemimpin tidak bisa memberi teladan dengan taat aturan main yang telah ditetapkannya sendiri maka orang yang dipimpinnya ya jangan diharapkan untuk taat kecuali bila peraturan tersebut dibuat hanya untuk warga dan bukan buat sang pemimpin … ya mungkin merasa berada diatas hukum … karena toh siapa yang menciptakan lebih tinggi dari yang diciptakan.

Categories
Lain Lain

Daftar 10 Kosmetik Berbahaya Versi BPOM Desember 2014


Badan Pengawas Obat dan Makanan mengumumkan 68 jenis kosmetik berbahaya yang mengandung logam berat seperti timbal, merkuri, dan hidrokuinon. “Meski sudah disita, masyarakat harus hati-hati karena mungkin banyak yang masih beredar,” kata Kepala Badan POM Roy A. Sparringa di Jakarta, Jumat, 19 Desember 2014. Menurut Roy kosmetik berbahaya tersebut berupa lipstik, krim pemutih wajah, perona mata, perona pipi, dan sabun muka. Produk ini beredar di kota besar seperti Jakarta, Medan, Semarang, Bandung, Surabaya dan perbatasan.

Roy mengatakan sebelum menyita kosmetik berbahaya, BPOM telah melakukan uji klinis terhadap kandungan bahan di dalamnya. Sebanyak 54 persen produk yang disita merupakan produk impor dan ilegal atau tak memiliki nomor notifikasi dari BPOM. “Merkuri dan asam retinoat menyebabkan kanker dan cacat janin. Sedangkan hidrokuinon menyebabkan flek hitam,” kata Roy. Zat berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan lendir ludah pada penggunaan lipstik.

Berikut 10 jenis dan merek kosmetik terlarang:

1. Baolishi lipstik dengan bungkus berwarna kuning, emas, dan hijau. Lipstik ini mengandung batas kadar timbal yang diizinkan BPOM.
2. Lipstik merek Kiss Beauty dan Miss Beauty, mengandung timbal berlebihan.
3. Han’s skin care flawless night cream, produk Malaysia, mengandung merkuri.
4. Sabun muka, night and day cream merek Sari. Kosmetik ini buatan PT. Star Abadi Ratu Bogor, dan mengandung merkuri.
5. Ladymate lisptik, produk PT. Era Variasi Intertika, mengandung pewarna merah berbahaya jenis K3.
6. Implora eye shadow berbagai warna dan kemasan, buatan Surabaya. Mengandung pewarna berbahaya jenis K10.
7. Citra jelita night krim buatan Cirebon, mengandung hidrokuinon.
8. QB white night cream produk Jakarta, mengandung merkuri dan asam retinoat.
9. Dr BL Skin Care Cairan Peremajaan Plus mengandung hidrokuinon dan asam retinoat.
10. Bio-K sulf anti acne cream buatan Tangerang, mengandung steroid triamsinolon asetonida.

Selain sepuluh jenis dan merek itu Roy mengatakan masih terdapat ratusan produk kosmetik berbahaya lain yang telah ditarik BPOM sejak 2010.