Monthly Archives: January 2015

Seorang Istri Di Madura Tewas Akibat Duel Dengan Suami Di Ranjang


Sepasang suami istri di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terlibat duel, Jumat (30/1/2015). Istri tewas seketika dengan luka 11 tusukan, sementara suami kritis karena mengalami luka sobek di bagian perut.

Petugas kamar jenazah Rumah Sakit Arjawinangun Kabupaten Cirebon menunjukkan tubuh Sunenti (34) yang tewas setelah terlibat cekcok dan saling bacok dengan suaminya, Kusen (37). Petugas menemukan sebanyak 11 titik luka tusuk di sekujur tubuh korban. Beberapa luka tusuk itu terdapat di bagian telinga, rahang, dada kanan, dada kiri, perut, paha, lutut, kaki, dan beberapa di bagian tubuh lainnya.

Kepala Desa Winong, Syahroni, menjelaskan, pasangan suami istri ini diduga terlibat cekcok di dalam kamar rumah mereka. Lantaran pintu terkunci rapat, kakak kandung Sunenti, Sadullah, mendobrak pintu kamar dan melihat keduanya terkapar dan bersimbah darah di atas kasur.

“Setelah Sunenti membeli sarapan, awalnya terdengar suara jeritan dan teriak minta tolong dari dalam kamar. Sadullah berusaha melihat, tetapi pintu terkunci. Akhirnya, ia dobrak dan keduanya (suami istri itu) terkapar penuh darah di atas kasur. Sadullah juga yang menarik pisau badik dari pinggul belakang Sunenti,” kata Syahroni di ruang jenazah.

Menurut Syahroni, suami korban, Kusen, mengalami luka sobek parah di bagian perut. Kusen langsung menjalani perawatan medis di ruang terpisah RS Arjawinangun. Kondisinya dikabarkan semakin kritis.

“Kusen lagi dioperasi dan kondisinya kritis,” ungkap dia.

Kepala desa, sanak saudara, dan tetangga kedua pasutri itu membawa pulang jenazah Sunenti. Mereka masih belum mengetahui motif dan penyebab pasangan suami istri ini berkelahi.

Advertisements

Saiful Husen Dari Balik Penjara Tipu Ibu Ibu Genit Untuk Foto Selfie Bugil


Saiful Husen, napi narkoba di Lapas Kelas II A Subang, Jawa Barat ini memang keterlaluan. Di balik jeruji besi dia bukannya tobat, tapi malah berbuat kejahatan baru. Di balik penjara, entah bagaimana Saiful bisa bebas bermain jejaring sosial facebook. Dia pun membuat akun dengan memasang wajah seorang pria tampan asal Aceh dan bekerja di pelayaran. Setiap hari dia berselancar dan mencari teman perempuan.

Tentu perempuan mana yang tak tertarik dengan sosok Saiful yang tampan. Lewat fasilitas message dan chatting, dia berkomunikasi dengan lebih dari 6 perempuan. Semuanya tersebar di beberapa lokasi di Indonesia. Salah satunya ibu B asal Pontianak, Kalbar.

“Pelaku berhasil menguras uang salah satu korban yang melapor di Polda Kalbar sebesar Rp 80 juta. Kejadian perkara ini dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga sebut saja B, yang berprofesi sebagai guru pada salah satu sekolah di Pontianak Kalbar. Pada bulan Oktober tahun 2014, B yang memiliki akun facebook menerima konfirmasi berteman dengan satu akun facebook yang menggunakan nama T. Rizal Maulana (TRM),” jelas Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto dalam keterangannya, Jumat (30/1/2015).

Nam T Rizal itu nama palsu yang digunakan Saiful. Bak don juan, dia pun merayu perempuan yang menjadi teman di facebook itu. Ibu-ibu itu hanya tahu, wajah tampan yang ada di facebook. Padahal sesungguhnya itu Saiful yang asyik bermain dari bilik penjara. “Dalam perkembangan selanjutnya dengan melalui komunikasi telepon TRM meminta kepada korban B untuk berfoto selfie bahkan diminta sampai dengan adegan bugil dan diminta untuk dikirimkan kepada TRM,” jelas Arief.

Nah dari situ, Saiful mulai menunjukkan gelagat aslinya. Setelah mendapat foto bugil korban, dia melancarkan pemerasan. Korban B diminta mengirim uang, total hingga sampai Rp 80 juta. Bila uang tak dikirim, foto bugil akan disebar.

Tak tahan karena terus diperas, B pun kemudian melakukan pelaporan ke Polda Kalbar. “Oleh karena sudah tidak sanggup dan tidak tahan lagi maka korban B melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalbar pada tanggal 8 Januari 2015. Pengungkapan perkara Cyber Crime cukup sulit dan rumit, namun akhirnya bisa terungkap,” urai Arief.

Terang saja mengungkap soal kejahatan cyber crime urusan mudah bagi Arief. Dia pernah memimpin Subdit Cyber Crime (CCIC) Bareskrim Polri semasa menjadi Direktur Tipideksus Bareksrim Polri. Lewat akun facebok palsu, Saiful Husen menipu lebih dari 6 perempuan yang rata-rata ibu-ibu. Dia memasang wajah pria ganteng dengan nama T Rizal Maulana (TRM) asal Aceh. Lewat rayuan gombal, ibu-ibu yang tersebar di beberapa provinsi itu dipacari lewat facebook.

Si Saiful yang juga tahanan Narkoba ini mengendalikan akun facebook-nya dari balik jeruji besi di Lapas Subang, Jawa Barat. Setelah memacari sejumlah perempuan, mereka bertukar nomor telepon. Mulailah Saiful meminta yang aneh-aneh. Tak hanya foto bugil, ada juga yang lain. Menurut Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto, Jumat (30/1/2015) Saiful melakukan aksinya sejak Oktober 2014 lalu. Salah satu korbannya sebut saja B, ibu rumah tangga yang juga seorang guru.

“Pelaku meminta B untuk merekam adegan phone sex dalam kondisi tanpa busana dan dikirimkan kepadanya melalui media sosial Whatsapp. Setelah foto dan video tersebut dikirimkan selanjutnya Saiful meminta sejumlah uang kepada korban B dengan ancaman akan menyebarkan foto dan video bila tidak diberikan,” urai Arief. Total B sudah mengirimkan uang senilai Rp 80 juta untuk Saiful. Uang dikirimkan ke rekening seorang perempuan sebuat saja C yang ternyata juga korban Saiful.

Pada 8 Januari 2015, B melapor ke Polda Kalbar. Pihak kepolisian kemudian melakukan pelacakan. Sempat sulit mengungkap sosok Saiful alias TRM yang memasang wajah ganteng di facebook ini. Namun Arief yang pernah menjadi Komandan Direksus Mabes Polri memerintahkan sejumlah cara untuk melacak Saiful yang sudah memperdayai dan memeras sejumlah perempuan.

“Setelah dilakukan pelacakan dengan dukungan teknologi IT Polri maka dapat ditemukan posisi pemilik akun tersebut berada di dalam Lapas kelas II A Subang,” jelas Arief. Tim Cyber Crime Polda Kalbar langsung meluncur ke Lapas di Subang. Pihak Lapas kooperatif, dan Saiful pun dicokok dengan mudah. Dia mengakui semua perbuatannya, barang bukti juga disita tim Polda Kalbar.

“Penyidik melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti, data dan bukti-bukti elektronik yang dimiliki,” tutur Arief. Saiful juga memanfaatkan teman satu selnya untuk urusan transfer uang. Sang teman bernama Abidin memiliki pacar yang rekeningnya juga ikut digunakan untuk menampung. Abidin mendapat fee 10 persen dari setiap transfer yang dilakukan korban.

“Yang menarik dalam kasus ini setelah dikembangkan ternyata korbannya bukan hanya B dari Pontianak Kalbar saja tetapi terdapat korban lainnya di antaranya sebut saja T dari Tasikmalaya, serta beberapa perempuan lainnya,” tutup Arief.

Daftar Kasus Besar Yang Disidik KPK Sebelum Habis Dihajar Ramai Ramai


Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. “Ini adalah aksi untuk mendukung gerakan ‘Save KPK’,” kata mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Andi Aulia Rachman, Rabu dinihari, 28 Januari 2015.

Mengenakan jas almamater kuning UI, mereka berunjuk rasa membela KPK yang sedang dirundung masalah. Satu per satu pimpinan KPK dilaporkan ke polisi, bahkan Bambang Widjojanto sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum berkonflik dengan Kepolisian RI—dipicu oleh penetapan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus suap—KPK sedang membongkar kasus besar antara lain Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) dan skandal Bank Century. Berikut ini kronologi penanganan kasus tersebut:

1. Adnan Pandu: Menggeber BLBI dan Century
Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja berjanji lembaganya akan mempercepat pengusutan dua kasus besar, yaitu Century dan kasus korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. “Mudah-mudahan yang gede selesai. Century, BLBI, bisa selesai,” kata Adnan kepada Tempo, 28 Desember 2014. Ihwal kasus Century, menurut Adnan, publik tidak perlu mempertanyakan lagi keterlibatan mantan wakil presiden Boediono. “Tinggal tunggu saja itu. Putusan terdakwa Century sekarang kan belum sampai tingkat Mahkamah Agung. Kita kan sama-sama tahu proses hukum.”

2. KPK Periksa Rizal Ramli
Eks Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli, meminta Presiden Joko Widodo mengawal KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI. “Jokowi jangan diam saja,” ujar Rizal setelah diperiksa KPK dalam kaitan dengan kasus BLBI, Senin, 22 Desember 2014. Rizal mengatakan kasus BLBI yang sedang diselidiki KPK rawan dipolitisasi karena melibatkan banyak konglomerat. “Dulu Kejaksaan Agung dan Kepolisian main semua,” kata Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

3. Tak Takut Panggil Megawati
Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, institusi yang dipimpinnya tidak takut bila harus memeriksa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Jadi begini, posisi KPK itu menyamakan semua orang di depan hukum. Kami tidak peduli apakah itu Megawati atau presiden, tidak ada urusan bagi KPK,” kata Abraham saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu, 27 Agustus 2014.

4. Abraham: Ekspose Kasus BLBI
Ketua KPK Abraham Samad meminta penyelidik lembaganya segera melakukan gelar perkara kasus BLBI. “Sebab penyelidikan kasus ini sudah berlangsung terlalu lama,” kata Abraham di kantornya, Jumat, 11 Juli 2014. “Ekspose akan dilakukan setelah Lebaran 2014.” KPK, kata Abraham, tak bakal ragu memeriksa orang-orang yang diduga berkaitan dengan skandal BLBI. “Megawati bisa saja dipanggil. Kami sudah pernah memanggil Jusuf Kalla dan Boediono di kasus lain. Apalagi Mega, kan, sudah mantan (presiden),” katanya. Pada 23 April 2013, KPK memulai penyelidikan tindak pidana korupsi seputar penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia kepada sejumlah bank pada 1997-1998.

5. KPK Periksa Rini Soewandi
KPK memanggil Rini Mariani Soemarno Soewandi dalam soal pemberian Surat Keterangan Lunas BLBI. Rini merupakan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Megawati Soekarnoputri. “Dimintai keterangannya soal SKL BLBI,” kata juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., melalui pesan pendek, Selasa, 25 Juni 2013

Bandung Indah Plaza Terbakar


Kebakaran melanda Bandung Indah Plaza (BIP), Rabu (28/1/2015) siang. Pengunjung dan pekerja di BIP langsung dievakuasi untuk keluar gedung.

Ada lima mobil damkar dikerahkan ke lokasi. Namun, petugas belum masuk ke lokasi.

Pegawai dan pengunjung BIP berhamburan keluar gedung. Api dan asap tiba-tiba muncul di lantai dua bangunan mal.

“Yang kebakar toko tas. Saya lihat asap banyak,” kata Yulia (20), seorang pegawai di sebuah gerai di BIP.

Menurut Yulia, dirinya bekerja di sebelah toko yang terbakar di lantai dua BIP.

“Kaget juga. Semua langsung turun dan keluar,” tutur Yulia.

Ia dan pegawai yang lain turun dengan menggunakan eskalator.

“Lift kan enggak jalan. Jadinya, kami berdesak-desakan di tangga berjalan,” ujar gadis berkerudung ini.

Menurut dia, api berawal dari atas toko. “Kayaknya dari listrik. Satpam di sini langsung berusaha memadamkan api,” ucapnya.

Kejanggalan Kasus Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto


Tidak disebutkan apakah tim akan mengkaji secara mendalam kasus menyuruh saksi memberikan keterangan palsu yang dituduhkan kepada Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Yang jelas, sejumlah kalangan menilai kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang Mahkamah Konstitusi pada 2010 itu sarat akan kejanggalan.
Di antaranya berikut ini:

1. Dua Versi Tanggal Laporan Pengaduan
Pihak kepolisian menyebutkan pelapor kasus itu atas nama anggota DPR dari PDI Perjuangan yang juga calon Bupati Kotawaringin Barat yang kalah di MK, Sugianto Sabran, dibuat pada 15 Januari 2015. Saat ke kantor Bareskrim, Jumat, 23 Januari 2015, Sugianto menunjukkan surat laporannya diteken pada 19 Januari 2015.

2. Cepatnya Proses Penyidikan
Penyidik kepolisian hanya butuh waktu tak sampai sepekan untuk meningkatkan kasus itu ke penyidikan, 22 Januari lalu. Padahal saksi kunci kasus itu, Ratna Mutiara, yang dituduh memberi keterangan palsu, tak pernah diperiksa.

3. Kejaksaan Belum Terima SPDP
Kejaksaan Agung belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus itu. Padahal Pasal 109 ayat (1) KUHAP mewajibkan soal SPDP ini.

4. Penangkapan Janggal
Pasal 18 KUHAP menyebutkan penangkapan dilakukan dengan memperlihatkan surat yang mencantumkan, misalnya, uraian singkat perkara kejahatan, termasuk tempat pemeriksaan sebelumnya. Bambang sebelumnya tak pernah diperiksa.

5. Tuduhan Tidak Jelas
Pasal yang disangkakan kepada Bambang adalah Pasal 242 KUHP tanpa ayat dan Pasal 55, juga tanpa ayat. Sejumlah ahli hukum mengatakan pelaku pidana kesaksian palsu bertanggung jawab penuh atas perbuatannya sendiri. Pasal 174 KUHAP juga menyebutkan hanya hakim yang bisa menilai tindak pidana pemberian keterangan palsu.

6. Saksi Kunci Membantah
Ratna Mutiara, satu-satunya saksi dari 68 saksi di MK terkait dengan kasus tersebut yang dihukum 5 bulan atas kasus keterangan palsu, membantah memberikan keterangan palsu atas arahan Bambang. Dia juga tak pernah bertemu dengan Bambang di luar sidang.

7. Konflik Kepentingan
Kasus Bambang ditangani Direktorat Pidana Umum di bawah pimpinan Herry Prastowo, saksi kasus Budi Gunawan yang ditangani KPK. Dalam pemanggilan pekan lalu, Herry mangkir. Menurut laporan majalah Tempo edisi 19 Januari 2015, Herry tercatat sebagai salah satu pihak yang pernah menyetor duit ke rekening Budi.

Kisah Pemburu dan Kolektor Kecap Indonesia


Alifatqul Maulana tercatat sebagai salah satu yang punya hobi mengumpulkan botol kecap dari seluruh Indonesia. Botol tersebut kadang berisi, kadang sudah kosong. Berpuluh-puluh botol kecap tak terasa sudah memenuhi lemari dapur di rumahnya, bahkan sempat membuat istrinya kesal. Alif, yang merupakan kolektor kecap sekaligus Kepala Laboratorium Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, saat ditemui di kantornya, Senin pekan lalu, sudah memiliki sekitar 200 botol kecap dari berbagai merek yang dikoleksinya sejak tahun 2000.

Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur PT Pelni, juga gemar mengoleksi kecap lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Wimbo, kecap memiliki cita rasa yang sangat personal, terutama bagi lidah individu yang mencicipinya. “Lidah dapat secara sensitif merasakan kadar kekentalan dan rasa kedelainya yang berbeda-beda,” ujar Wimbo, menjawab pertanyaan melalui surat elektronik.

Ia menjelaskan bahwa satu daerah di Indonesia biasanya memiliki beberapa merek kecap yang berbeda. “Artinya, meski satu kota, lidah orang membutuhkan rasa yang berbeda,” kata Wimbo menjelaskan keistimewaan mengoleksi kecap. Selain menemukan keunikan rasa pada kecap, ia merasakan petualangan tersendiri dalam berburu kecap. Seperti di Malang, Wimbo–yang juga pemilik Restoran Mbah Jingkrak–berhasil menemukan delapan jenis kecap di kota tersebut. Di Bali, ia menemukan dua jenis kecap. Sedangkan di Pontianak, hanya satu kecap lokal, yaitu cap Mentari. “Tapi saya tidak menemukan kecap dari Sulawesi hingga ke timur Indonesia. Kecap rupanya hanya dikenal di Jawa dan Sumatera,” ujar Wimbo

Istri Alifatqul Maulana berulang kali merasa kesal atas ulah suaminya itu. Bukan lantaran suaminya berselingkuh, melainkan setiap kali pulang dari tugas luar kota, Alif—begitu panggilannya—selalu membawa botol kecap. Anehnya, botol tersebut kadang berisi, kadang sudah kosong. Berpuluh-puluh botol kecap tak terasa sudah memenuhi lemari dapur mereka. “Istri saya sampai mengancam akan membuang semua botol kecap yang saya koleksi karena saking banyaknya,” ujar Alif, kolektor kecap sekaligus Kepala Laboratorium Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Jakarta, saat ditemui di kantornya, Senin pekan lalu. Saat ini ada sekitar 200 botol kecap dari berbagai merek yang dikoleksi Alif sejak 2000.

Kecap yang ia koleksi itu bukan sembarangan. Ini adalah kecap dari berbagai daerah di Indonesia yang diproduksi dan dibuat dengan menggunakan bahan serta memiliki cita rasa lokal. Yang menarik, ada cerita unik di balik masing-masing kecap yang ia kumpulkan. Contohnya, kecap cap Juhi, yang pertama kali ia kumpulkan. Ini kecap asli Jakarta yang diproduksi khusus untuk kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Biasanya Alif mencari kecap di suatu wilayah dengan mendatangi pasar tradisional atau komunitas lokal tempat kecap diproduksi. Misalnya, ketika berkunjung ke Semarang, ia menemukan kecap cap Mirama. Sedangkan saat ke Medan, Alif mendapati kecap cap Angsa. Setiap daerah, menurut Alif, memiliki kekhasan, dari rasa hingga stiker yang menunjukkan merek kecap.

Misalnya kecap cap Kambing asal Singkawang, Kalimantan Barat. Kecap ini memiliki rasa yang cenderung lebih asin dengan tekstur encer. Ada pula kecap cap Konci asal Garut. Pada botolnya tertera gambar Tintin, tokoh kartun petualang karya Herge. Penduduk setempat lantas menyebut kecap itu sebagai kecap Tintin, bukan kecap Konci. Ada pula kecap Korma. Kecap yang selalu dipakai tukang sate asal Madura ini memiliki cerita unik. Kecap ini terkenal bukan hanya rasanya, tapi juga kepercayaan warga yang menganggap sekian persen dari hasil pembelian kecap Korma langsung disumbangkan untuk warga miskin di Madura.

“Bagi warga Madura, yang sangat patuh terhadap prinsip agama, mereka tidak mau macam-macam. Maka, setiap tukang sate Madura percaya dan menggunakan kecap Korma untuk bakaran, dibanding kecap merek lain,” ujar Alif. Menurut Alif, tidak sulit menjalani hobi mengumpulkan botol kecap. Selain murah, kecap mudah ditemukan, terutama di pasar tradisional. Sebab, biasanya, kecap lokal dibuat oleh perusahaan keluarga dan dimulai dengan usaha kecil.

Karena itu, selain cita rasanya yang unik, Alif melihat adanya kreativitas di balik pembuatan stiker yang menempel di botol kecap tersebut. Uniknya, di setiap botol kecap terdapat tulisan “Kecap Nomor 1”. “Tidak pernah ada kecap nomor dua,” katanya

BMKG: Jakarta Akan Dilanda Angin Kencang Dengan Kecepatan 37 km/jam


Angin kencang sempat menerbangkan kanopi di pintu tol Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (9/1) lalu. Kanopi ini menimpa empat pemotor sehingga membuat mereka terluka. BMKG menyatakan angin kencang ini masih berpotensi terjadi di Jakarta hari ini. “Memang sudah menurun, tapi masih berpeluang terjadi pada sore dan juga malam nanti,” kata Ida, salah seorang prakirawan BMKG Minggu (11/1/2015).

Ida mengatakan, kecepatan angin masimal bisa mencapai 20 knot atau 37 km/jam. Padahal normalnya kecepatan angin hanya 10 knot. “Ini kecepatan maksimalnya bisa sampai 20 knot, tapi bukan berarti terus-terusan 20 knot, hanya kecepatan maksimalnya saja,” katanya.

Ida mengatakan, angin kencang ini terjadi karena Jakarta akan segera memasuki puncak musim hujan. “Memang sudah waktunya musim hujan dan juga karena angin baratan yang kuat,” katanya. Seorang pengendara bernama Hermastiadi sempat mengirimkan foto kanopi lepas di Tol Pasar Rebo dan mengirimkannya ke pasangmata.com. Kanopi ini lepas dan menutupi sebagian jalan di kawasan itu. Akibat peristiwa ini lalu lintas di sekitar kawasan ini jadi macet.Angin kencang beberapa hari ini dirasakan oleh warga Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Akibat intensitas angin yang berhembus dua kali lipat dibanding biasanya tersebut menyebabkan hujan menjauh dari Jabodetabek pekan ini.

“Angin kencang selama satu minggu ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hujan tidak turun di Jabodetabek,” ujar Ida, petugas prakiraan cuaca BMKG saat dihubungi, Jumat (9/1/2015) malam. Menurut Ida, hingga dua hari ke depan, kota Jakarta dan sekitarnya diperkirakan masih berawan dengan intensitas angin yang cukup kencang, sekitar 20 knot/jam. Normalnya, angin hanya berhembus 10 knot/jam. “Sampai dua hari ke depan masih berawan, namun peluang hujan masih ada, walaupun sedikit,” kata Ida.

Beberapa kota yang memiliki peluang untuk turun hujan pekan ini adalah Kepulauan Seribu pada pagi hari dan Kota Bogor pada sore hari. “Di Jakarta dan kota lain kemungkinan hujan ada tapi cenderung berawan, walaupun potensi hujan masih ada karena kita kan di daerah tropis,” jelasnya.Beberapa hari ini angin terasa kencang di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Bahkan sore tadi sebuah kanopi di pintu tol Pasar Rebo terlepas dan menimpa 4 pemotor hingga terluka. Menurut BMKG, angin di Jakarta memang lebih kencang dua kali lipat dibanding biasanya.

“Memang untuk potensi angin masih cukup besar terjadi di Jabodetabek, sekitar 20 knot atau 37 km/jam. Normalnya 10 knot,” ujar Ida, petugas prakiraan cuaca BMKG saat dihubungi, Jumat (9/1/2015) malam.Angin kencang telah terjadi di kawasan Jabodetabek sejak 3 Januari. “Namun beberapa hari terakhir ini yang paling kencang,” jelasnya.

Menurut Ida, potensi angin kencang akan terjadi hingga 3 hari ke depan. Sehingga diharapkan para pengguna jalan untuk sedikit berhati-hati apabila melintasi beberapa kawasan yang ditumbuhi pohon besar. “Diharapkan hati-hati melewati kawasan yang ditumbuhi pohon besar, karena 3 hari ke depan potensi anginnya masih cukup kencang,” kata Ida.