Legenda Emas Kapal Portugis Flor De La Mar yang Karam di Perairan Sumatera


Ada legenda di kalangan para pemburu harta karun. Sebuah kapal logistik yang di masanya sangat besar sebanding dengan Titanic, karam di perairan Sumatera. Kapal itu konon mengangkut banyak emas yang tak ternilai. “Ini jadi buruan atau jadi mimpi nomor satu para pemburu harta karun di dunia,” jelas Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sudirman Saad saat berbincang, Kamis (8/1/2015).

Menurut Sudirman, kapal itu adalah kapal logistik milik Portugis. Kapal itu mengangkut emas, berlian, dan permata untuk dipersembahkan kepada Raja Portugis. Kapal itu memang membawa barang rampasan. Pada November 1511 kapal itu tenggelam di kawasan sekitar perairan Aceh, Nias, dan Sumaatera. “Dahulu di abad pertengahan dunia kan dibagi dua, Spanyol dan Portugis. Jadi kapal ini berlayar ke Timur, rutenya lewat Selat Malaka. Kapal ini kemudian karam, tapi titik pastinya kami tidak tahu,” jelas dia.

Seorang penyelam asal Amerika Serikat kemudian menemui Sudirman. Dia bertutur soal para pemburu yang hendak mengekskavasi kapal itu. Tapi tentunya, semua izin ada di tangan Kementerian Kelautan. Tak boleh ada yang melakukan pengangkatan tanpa izin. Patut diketahui juga, saking melegendanya kapal ini, bahkan di Malaysia dibuat replikanya. Sudirman juga menyampaikan, National Geographic dan produser film Titanic juga berniat membuat film soal kapal ini.

“Ini kapal icon di masanya. Studi literatur para pemburu harta karun itu, estimasi berlayar kapal, tanggal pelayaran, dan cuaca, kapal itu karam di kawasan perairan Indonesia. Tapi kami tegasnya, tidak ada izin yang diberikan untuk pengangkatan,” tutup dia.

Komando Armada RI kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap kapal yang akan melakukan pencurian ‘harta karun’ di laut Kepri. Kapal tanpa nama itu kita telah diamankan di Lanal Batam.

Kepala Dinas Penerangan Koarmabar, Letkol (Laut) Drs Ariris Miftachurrahman mengungkapkan hal itu kepada detikcom dalam rilisnya, Rabu (19/11/2014). Letkol Ariris menjelaskan, kapal tanpa nama itu diduga kuat akan mencuri Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) alias harta karun yang banyak terdapat di laut Kepri sebagai lintasan internasional.

“Kejadian berawal saat KRI Clurit-641 salah satu kapal perang di bawah pembinaan Satuan Kapal Cepat Koarmabar melaksanakan patroli di perairan Natuna, mendeteksi melalui radar adanya kontak permukaan dengan jarak 3 mil di perairan Karang Heluputan,” kata Letkol Ariris. KRI melakukan deteksi. Hasilnya dipastikan kontak tersebut ternyata kapal tanpa nama yang ABK-nya akan melaksanakan penyelaman. Komandan KRI Clurit-641 Mayor Laut (P) Bambang Supriyono memerintahkan pengejaran dan penggeledahan kapal tersebut.

“Kapal dapat dihentikan dan selanjutnya diperintahkan merapat ke lambung KRI Clurit-641,” kata Letkol Ariris. Setelah diperiksa, ABK kapal tersebut bermaksud menyelam dan mengambil BMKT tanpa dilengkapi surat izin. Seluruh ABK tak memiliki identitas diri. “Juga tidak dilengkapi dengan surat kerja,” kata Letkol Ariris. “Guna proses pemeriksaan lebih lanjut, kapal beserta awaknya di kawal KRI Clurit-641 menuju Lanal Batam,” tutup Letkol Ariris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s