Audit Keliru Kemenhub Tentang Pelanggaran Maskapai Penerbangan Tapi Tak Ada Sanksi Buat Jonan


Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mendesak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan segera mengusut kekeliruan dalam audit izin penerbangan maskapai nasional. Pernyataan 5 maskapai yang mengoperasikan 61 penerbangan tanpa izin Jumat lalu, 9 Januari 2014, dinilai telah menghebohkan negara dan bisnis maskapai. ” Audit itu harusnya sudah lengkap,” kata Gerry ketika dihubungi Ahad, 11 Januari 2015.

Menurut Gerry, Jonan harus mengusut hasil audit tersebut. Bisa saja, kata Gerry, lima maskapai yang sebelumnya dinyatakan melanggar izin penerbangan ternyata tak melanggar sama sekali. “Saya yakin kebijakan Jonan ini niatnya baik terlepas dari kebijakannya yang aneh dan ajaib di Kementerian Perhubungan. Mungkin dia menerima masukan yang jelek saja,” kata Gerry.

Jumat lalu, Menteri Jonan mengumumkan ada 61 penerbangan yang melanggar perizinan. Garuda Indonesia disebut melakukan 4 pelanggaran, Lion Air 35 pelanggaran, Wings Air 18 pelanggaran, Susi Air 3 pelanggaran, dan Trans Nusa 1 pelanggaran. Temuan itu, kata Jonan, diklaim berdasarkan audit Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan. Berdasarkan temuan itu, izin 61 penerbangan tersebut dibekukan.

Kementerian Perhubungan mengklarifikasi pernyataan yang menyebutkan adanya pelanggaran izin rute terbang yang dilakukan oleh TransNusa Air. “Izinnya sudah lengkap,” ujar juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, saat dihubungi, Ahad, 11 Januari 2015. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Igansius Jonan mengumumkan lima maskapai yang tercatat melanggar izin rute penerbangan. Satu di antaranya adalah TransNusa. Rute yang dianggap tidak berizin yaitu Denpasar-Labuan Bajo pulang-pergi pada Jumat. “Pada saat pemeriksaan,dokumen izin terbang hanya untuk 6 kali seminggu dengan hari terbang Senin-Minggu kecuali Jumat,” ujar Jonan.

Julius mengatakan, ketika pihaknya mengaudit data izin, pihak Trans Nusa hanya menyerahkan satu dokumen perizinan terbang Senin-Ahad kecuali Jumat. Namun, ternyata pihak TransNusa telah mengantongi izin terbang pada Jumat. “Kemarin mereka sudah tunjukin bukti dokumennya, jadi sudah tidak ada masalah lagi,” ujar Julius. Managing Director PT TransNusa Aviation Mandiri Bayu Sutanto sebelumnya menyatakan gerah atas pernyataan Menteri Jonan yang menyebutkan pihaknya melanggar izin rute terbang.

Dia menilai tuduhan Menteri Jonan akan mempengaruhi reputasi TransNusa baik di mata pelanggan, pemasok, maupun regulator. Bayu menyatakan TransNusa telah mengantongi izin terbang dengan rute Denpasar–Labuan Bajo selama seminggu penuh. Pernyataan tersebut didasarkan pada surat izin yang dikeluarkan Kemnterian Perhubungan dengan No. AU.004/28/2/DJPU.DAU-2014 pada 10 September 2014 dan No. AU.004/29/18/DJPU.AU-2014 pada 6 Oktober 2014. “Ini karena proses audit adminsitrasinya tidak dilakukan dengan saksama atau teliti,” ujarnya.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mendesak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan segera mengusut kekeliruan dalam audit izin penerbangan maskapai nasional. Pernyataan 5 maskapai yang mengoperasikan 61 penerbangan tanpa izin Jumat lalu, 9 Januari 2014, dinilai telah menghebohkan negara dan bisnis maskapai. “Siapa yang bodoh kalau begini? Katanya sudah melalui audit, berarti proses auditnya ngawur dong?” kata Gerry saat dihubungi, Ahad, 11 Januari 2014.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan lewat keterangan tertulis hari ini, menganulir putusan yang menyatakan TransNusa Aviation Mandiri melanggar izin penerbangan. Kementerian berdalih, kekeliruan terjadi karena izin rute 5 TransNusa di Denpasar-Labuhan Bajo pulang pergi berada di dokumen terpisah dengan izin rute 1,2,3,4,6, dan 7 Denpasar-Labuhan Bajo.

Sebelumnya, TransNusa dinyatakan melanggar izin karena terbang di rute 5 Denpasar-Labuhan Bajo, padahal izin yang dikeluarkan hanya untuk izin rute 1,2,3,4,6, dan 7.

Business and Commercial Manager Susi Air Irvino Samuel Moniaga mengatakan pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi dari Kementerian Perhubungan ihwal tiga rute yang dianggap diterbangi Susi Air secara ilegal. “Sampai saat ini kami belum tahu rute mana saja yang disebutkan melanggar izin,” ujar Irvino saat dihubungi, Ahad, 11 Januari 2014.

Kementerian Perhubungan, kata Irvino, baru akan memberitahu soal pelanggaran tiga rute tersebut pada Senin, 12 Januari 2014. “Sudah komunikasi dan baru besok mereka baru akan konfirmasi,” katanya. Susi Air, kata dia, selama ini telah menjalani proses perizinan rute terbang sesuai dengan aturan. Namun Irvino mengakui adanya kesalahan yang dilakukan pihaknya terkait dengan pembaruan ata penerbangan. “Memang kami akui ada keterlambatan dalam memberikan update data,” katanya.

Data yang dimaksud adalah izin rute penerbangan yang harus diberikan kepada Kementerian Perhubungan. Maskapai wajib memperbarui data dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan. “Tapi datanya sudah kami update pada Kamis dan Jumat lalu,” ujarnya. Setelah pengumuman dari Menteri Jonan mengenai hasil audit izin terbang keluar, kata Irvino, Susi Air mengalami kendala di beberapa bandara. ”Ada yang mempermasalahkan, seperti bandara di Halim dan Balikpapan,” katanya. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut permasalahan yang dialami maskapainya. “Sekarang sudah dalam proses memperbaiki semuanya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Igansius Jonan mengumumkan lima maskapai yang tercatat melanggar izin penerbangan terbanyak. Kelima maskapai tersebut yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, TransNusa, dan Susi Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s