Daftar Aliran Dana Milyaran Ke Rekening Komjen Budi Gunawan


PT Sumber Jaya Indah (SJI) diketahui pernah mengirim uang sebesar Rp 19 miliar ke rekening Komjen Budi Gunawan. Setoran itu disebut-sebut terkait bisnis keluarga. Ini profil PT SJI, pabrik pengolahan timah yang terletak di Pangkalan Balam, Provinsi Bangka Belitung, tersebut. Papan nama perusahaan tampak berdiri kokoh di depan bangunan bercat putih, tak sejalan dengan kondisi pabrik yang mulai sepi aktivitas. Jumat (16/1/2015) siang, tidak terdengar deru mesin sebagaimana layaknya pabrik pengolahan timah. Pintu gerbang tertutup rapat.

“Sudah sepi sekarang. Karyawannya cuma 22 orang, 14 perempuan dan 8 pria,” tutur sekuriti PT SJI. Kata sekuriti berusia 45 tahun itu, pabrik berdiri pada tahun 2005. Awalnya bagus, tapi lama kelamaan kondisinya menyusut. Mesin-mesin pengolah timah sudah tidak dioperasikan lagi. Berdasarkan Surat Kepala Bareskrim Mabes Polri kepada PPATK pada 18 Juni 2010, PT SJI mengirim uang Rp 10.049.500.000 ke rekening Budi Gunawan. Satu bulan kemudian PT SJI kembali mentransfer dengan jumlah berbeda, yakni sebesar Rp 9.019.603.275.

“Kedua transaksi ini merupakan pembagian keuntungan bisnis timah dari PT Sumber Jaya Indah,” bunyi surat Bareskrim yang menyimpulkan bahwa rekening Budi Gunawan wajar tersebut. Proses transfer dilakukan Yuliana, accounting PT SJI. Menurut Yuliana, uang tersebut merupakan pembagian hasil keuntungan atas penyertaan modal yang disetorkan oleh anak Komjen Budi, Muhammad Herviano Widyatama, ke PT SJI.

Tak hanya keuntungan, namun uang penyertaan modal juga dikembalikan. Atas permintaan Herviano, dana tersebut disetorkan ke rekening Komjen Budi. Kerjasama antara Herviano dengan PT SJI menurut Yuliana berakhir pada November 2007. Saat ini, menurut sekuriti PT SJI, Yuliana sudah tidak bekerja lagi. “Sudah keluar 3 bulan lalu, diganti Ita,” tutup sang sekuriti sambil menjelaskan pemilik pabrik sedang berada di Jakarta.

PT Sumber Jaya Indah (SJI) pada tahun 2007 tak hanya satu kali menyetorkan dana ke rekening Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Setelah pada bulan Oktober dan November perusahaan timah itu menyetor uang Rp 10.049.500.000, satu bulan kemudian PT SJI kembali mentransfer sebesar Rp 9.019.603.275. Di hadapan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu (14/1/2015) lalu Komjen Budi mengaku bahwa uang yang masuk ke rekening pribadinya adalah terkait bisnis keluarga. “Semua (harta saya) sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Komjen Budi saat itu.

Untuk apa PT SJI kembali menyetor uang Rp 9.019.603.275 ke rekening sang Jenderal? Surat Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri kepada Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan membeberkan asal muasal dana tersebut masuk ke rekening Komjen Budi. Surat bernomor B/1538/2010/BARESKRIM itu dikirim ke PPATK pada 18 Juni 2010. Menurut surat tersebut setoran pertama dikirim pada 5 Desember 2007 sebesar Rp 7.843.983.275. Setoran kedua sebesar Rp 1.175.620.000 ditransfer pada 13 Desember 2015. Total dana yang disetor PT SJI ke rekening Komjen Budi pada Desember 2007 sebesar Rp 9.019.603.275

“Kedua transaksi ini merupakan pembagian keuntungan bisnis timah dari PT Sumber Jaya Indah,” bunyi surat Bareskrim tersebut seperti dikutip, Jumat (16/1/2015). Lima hari kemudian PT SJI kembali menyetor dana ke rekening Komjen Budi sebesar Rp 150.000.000 yang disebut sebagai pembagian penjualan aset perusahaan. Salah seorang Accounting di PT SJI, Yuliana kepada penyelidik Polri pada 1 Juni 2010 lalu mengakui sebagai orang yang menyetor uang ke rekening Komjen Budi.

Uang tersebut menurut Yuliana merupakan pembagian hasil keuntungan atas penyertaan modal yang disetorkan oleh anak Komjen Budi, Muhammad Herviano Widyatama ke PT SJI. “Bahwa selaku Accounting (Yuliana) pernah menerima dana penyertaan modal dari Muhammaad Herviano Widyatama, termasuk mengirim dana pengembalian modal dan pembagian keuntungan ke rekening Muhammaad Herviano Widyatama,” bunyi surat Kabareskrim tersebut. Tak hanya keuntungan yang disetor, namun juga uang penyertaan modal juga dikembalikan. Atas permintaan Herviano dana tersebut disetorkan ke rekening Komjen Budi. Kerjasama antara Herviano dengan PT SJI menurut Yuliana berakhir pada November 2007.

Salah satu unit bisnis anak Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Muhammad Herviano Widyatama, adalah di bidang perhotelan. Pria kelahiran 30 Desember 1986 itu tercatat memiliki sebuah hotel di daerah tetirah di Gadog, Bogor, Jawa Barat, bernama Bella Campa. Seperti apa suasana hotel yang dikelola anak sulung Komjen Budi itu?

Hotel itu berdiri di atas lahan kurang lebih 4 hektar. Lokasinya tak jauh dari kantor Desa Sukamahi dan pos polisi Gadog. Jalan di depan hotel bisa dilalui 2 mobil. Fasilitasnya terdiri dari 18 kamar, 1 villa, dan 3 kamar barak. Harga sewa per malam bervariasi. Untuk tipe Alamanda Rp 495 ribu. Unit ini ada 4 kamar yang maksimal bisa diisi 8 orang. Tipe Bugenvil ada 4 kamar dengan harga sewa Rp 565 ribu per kamarnya. Tipe Dahlia Rp 660 ribu, ada 2 tipe Edelwis Rp 800 ribu per malamnya.

Kamar jenis Cottage Villa Chryasnt dengan 2 kamar dan bisa menampung 14 orang bertarif Rp 2.400.000 per malam. Ada juga tipe Flamboyan dengan daya tampung sama ditambah 1 kamar seharga Rp 2.700.000 per malam. Sementara untuk Villa dengan 2 kamar tidur dan dapur bertarif Rp 2.200.000. Posisi bangunan hotel yang berdiri di lahan berundak membuat suasana hotel ini kian asri. Bagian paling atas merupakan lahan parkir. Turun ke bawah melewati tangga ada meja resepsionis dan ruang meeting.

Keluar dari bangunan paling bawah tersedia lahan untuk out bond lengkap dengan sejumlah arena permainan seperti kolam renang dan flying fox. Kepala Desa Sukamahi, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Ecep Subandi, memastikan pemilik hotel bernama Muhammad Herviano Widyatama. Namun untuk operasional sehari-hari diserahkan orang kepercayaan. “Tanah itu dibeli antara tahun 2004-2005. Terus dibangun pada tahun 2007, yang punya setahu saya namanya Muhammad Herviano,” kata Ecep saat ditemui di kantornya, Jumat (16/1/2015).

Komjen Budi Gunawan pernah mengungkapkan di fit and proper test DPR memiliki tanah di Gadog, Bogor, Jawa Barat, yang dibeli senilai Rp 300 juta dan kini bernilai Rp 2,3 miliar. Saat dicek, di Gadog ada sebuah hotel bernama Bella Campa yang dimiliki atas nama anaknya, Muhammad Herviano Widyatama.

Hotel itu berdiri di atas lahan sekitar 4 hektar yang terbentang di dua desa yakni Sukamahi dan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya cukup strategis, di kawasan Gadog yang asri nan sejuk. Kepala Desa Sukamahi, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Ecep Subandi, memastikan pemilik hotel bernama Muhammad Herviano Widyatama. Namun, semua urusan hotel tidak dipegang olehnya, melainkan oleh orang kepercayaan Budi Gunawan.

“Tanah itu dibeli antara tahun 2004-2005. Terus dibangun pada tahun 2007, yang punya setahu saya namanya Muhammad Herviano,” kata Ecep saat ditemui di kantornya, Jumat (16/1/2015). Saat proses jual beli tanah, Ecep bertindak sebagai saksi di hadapan notaris. Setelah itu, dia tidak tahu lagi perkembangannya bagaimana dengan lahan tersebut.

“Kebiasaan di sini, apa-apa langsung notaris, kades hanya saksi,” tambahnya.Ecep belum pernah melihat Komjen Budi dan Herviano ke hotel. Sehari-hari, hotel itu dikelola oleh pengurus dan manajemennya. Di DPR, Komjen Budi pernah berujar soal hartanya. Menurutnya, isu rekening gendut itu muncul karena ada aset yang mengalami peningkatan NJOP. Salah satunya adalah tanah di Gadog. Namun dia tak menyebut luas dan lokasi persisnya.

Komjen Budi hanya menyebut bahwa tanah itu dia beli pada tahun 2005 dengan harga Rp 300 juta. Dia tak menyebut sumber dana yang dia gunakan untuk membeli tanah tersebut waktu itu. Yang pasti menurut dia berdasarkan NJOP, harga jual tanah di Gadog tersebut pada tahun 2013 mencapai Rp 2,3 miliar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s