Camat Pilihan Ahok Todongkan Airsoft Gun Ke Warga Karena Urusan Tanah


Camat YN (35) yang diduga menodongkan airsoft gun ke seorang warga, RHS (50), merupakan pejabat yang baru saja dilantik Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama pada Jumat (2/1/2015) lalu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika membenarkan hal tersebut. “Iya,” kata Agus singkat Jakarta, Selasa (20/1/2015). YN merupakan Camat Penjaringan yang sebelumnya diduduki oleh Rusdie. ‎Lebih lanjut, Agus menegaskan, BKD bersama Inspektorat DKI bakal segera memanggil Camat YN. Mereka bakal mempertanyakan latar belakang YN yang akhirnya bertindak bak koboi kepada warga.

BKD juga akan mempertanyakan izin kepemilikan senjata airsoft gun tersebut. Menurut dia, jika camat itu terbukti bersalah, hukumannya dapat dijadikan sebagai staf biasa.”Camat itu seharusnya mengayomi warga, jangan sampai ada tindakan yang mengancam atau membuat takut warga. Kami akan periksa terlebih dahulu,” kata Agus.

Kejadian penodongan airsoft gun Camat YN kepada RHS diketahui terjadi pada Selasa (20/1/2015) dini hari. Peristiwa itu terjadi di sekitar tempat kejadian di Kampung Asem RT 6 RW 5 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. YN sempat mengancam akan menembak jika RHS tidak menjual tanahnya kepadanya. RHS kemudian bertanya soal tanah yang dimaksud oleh YN sambil menepiskan airsoft gun tersebut. Namun, senjata api itu justru meletus ke bawah dan mengundang perhatian warga. YN yang masih marah akhirnya pergi dari lokasi.

Kepala Unit Reskrim Polsek Metro Kalideres Ajun Komisaris Andika Urassyidin mengklaim permasalahan tanah itu sudah dianggap selesai. “Hanya salah paham itu, sudah berdamai,” ujar Andika. ‎ Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko membantah kalau ia menodongkan airsoft gun kepada salah seorang warga di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (20/1/2015) dini hari. Ia mengklaim saat kejadian baru kembali dari penertiban warga Waduk Pluit, Jakarta Utara.

“Astaghfirullah bohong berita itu. Saya pulang (ke Kalideres) malam-malam setelah penertiban relokasi warga Waduk Pluit dan saya pulang bersama sepupu saya Halime,” kata Yani, saat dihubungi wartawan, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa malam. Kemudian, ia meminta Halime untuk memanggil pamannya yang dipanggil Encing Romli. Yani menjelaskan tujuannya memanggil Encing Romli untuk menyelesaikan permasalah keluarga. Terjadi cekcok di antara keduanya selama kurang lebih lima menit.

“Enggak benar kalau sampai ada pistol. Saya itu melempar atau membanting pintu mobil dan suaranya kencang jadi kedengaran warga. Pemberitaannya salah, enggak ada sama sekali (todong airsoft gun),” ucap Yani. Pejabat hasil promosi lelang jabatan ini mengaku hingga saat ini belum menerima panggilan Polda Metro Jaya. Lagipula, lanjut dia, peristiwa ini telah terjadi dua hari yang lalu dan telah diselesaikan antar dua belah pihak. [Baca: Todong Warga dengan “Airsoft Gun”, Camat YN Terancam Jadi Staf]

Sementara untuk kepemilikan airsoft gun, ia mengelak. “Tanya saja sama yang bersangkutan (Polsek Kalideres-menyita airsoft gun). Saya sekarang masih di Waduk Pluit,” ucap. Diberitakan sebelumnya, kejadian penodongan airsoft gun Camat YN kepada RHS diketahui terjadi pada Selasa (20/1/2015) dini hari. Peristiwa itu terjadi di sekitar tempat kejadian di Kampung Asem RT 6 RW 5 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

YN sempat mengancam akan menembak jika RHS tidak menjual tanahnya kepadanya. RHS kemudian bertanya soal tanah yang dimaksud oleh YN sambil menepiskan senjata api tersebut. Namun, airsoft gun justru meletus ke bawah, dan mengundang perhatian warga. YN yang masih marah akhirnya pergi dari lokasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s